Aqidah Empat Imam Madzhab : Aqidah Imam Asy-Syafi’i Tentang Shahabat Nabi

AQIDAH IMAM ASY-SYAFI’I
-Naashirus Sunnah-

D. Pendapat Imam Syafi’i tentang Shahabat

أورد البيهقي عن الشافعي أنه قال: «أثنى الله تبارك وتعالى على أصحاب رسول الله في القرآن والتوراة والإنجيل وسبق لهم لسان رسول الله من الفضل ما ليس لأحد بعدهم، فرحمهم الله، وهنأهم بما أتاهم من ذلك ببلوغ أعلى منازل الصديقين والشهداء والصالحين، فهم أدوا إلينا سُنن رسول الله ، وشاهدوه والوحي ينزل عليه، فعلموا ما أراد رسول الله r عامًّا وخاصًّا وعزمًا وإرشادًا، وعرفوا من سُنته ما عرفنا وجهلنا، وهم فوقنا في كل علم واجتهاد، وورع وعقل، وأمر استدرك به علم واستنبط به وآراؤهم لنا أحمد وأولى بنا من آرائنا عندنا لأنفسنا والله أعلم»

Imam al-Baihaqi meriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwasanya beliau berkata, “Allah telah memuji para Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam al-Qur’an, Taurat dan Injil. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah memuji keluhuran mereka, sementara untuk yang lain tidak disebutkan. Maka semoga Allah merahmati mereka, dan menyambut mereka dengan memberikan kedudukan yang paling tinggi sebagai shiddiqin, syuhada’ dan shalihin. Baca lebih lanjut

Iklan

Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi | Hadits Keempat | Hadits Ash-Shaadiqul Mashduuq

عن أبي عبد الرحمـن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه ، قال : حدثنا رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو الصادق المصدوق قال :

( إن أحدكم يُجمع خلقه في بطن أمه أربعين يوما نطفةً ، ثم يكون علقةً مثل ذلك ، ثم يكون مضغةً مثل ذلك ، ثم يُرسل إليه الملك فينفخ فيه الروح ، ويُؤمر بأربع كلمات : بكتب رزقه ، وأجله ، وعمله ، وشقي أم سعيد . فوالله الذي لا إله غيره ، إن أحدكم ليعمل بعمل أهل الجنة ، حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع ، فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل النار ، وإن أحدكم ليعمل بعمل أهل النار حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع ، فيسبق عليه الكتاب ، فيعمل بعمل أهل الجنة )

رواه البخاري ومسلم .

Dari Abu Abdirrohman, Abdulloh bin Mas’ud rodhiyallohu’anhu, dia berkata: ”Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam telah bersabda kepada kami dan beliau adalah orang yang selalu benar dan dibenarkan: Baca lebih lanjut

Aqidah Empat Imam Madzhab : Aqidah Imam Asy-Syafi’i Tentang Iman

AQIDAH IMAM ASY-SYAFI’I
-Naashirus Sunnah-

C. Pendapat Imam Syafi’i Tentang Iman

Imam Ibn ‘Abdil Bar meriwayatkan dari Imam ar-Rabi’, katanya, saya mendengar Imam Syafi’i berkata: Iman itu adalah ucapan, perbuatan, dan keyakinan (i’tiqad) di dalam hati. Tahukah kamu firman Allah:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ

“Allah tidak menyia-nyiakan iman kamu.” (Al-Baqarah: 143)

Maksud kata “Imanakum” (iman kamu) adalah shalatmu ketika menghadap ke Baitul Maqdis. Allah menamakan shalat itu iman, dan shalat adalah ucapan, perbuatan dan i’tiqad. [al-Intiqa’ hal. 81] Baca lebih lanjut

Tanda-Tanda Kecil Kiamat | 24 Berdekatannya Pasar-Pasar

24. BERDEKATANNYA PASAR

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَظْهَرَ الْفِتَنُ، وَيَكْثُرَ الْكَذِبُ، وَيَتَقَارَبَ اْلأَسْوَاقُ.

“Tidak akan datang hari Kiamat hingga muncul berbagai fitnah, banyaknya kebohongan, dan berdekatannya pasar.” [Musnad Ahmad (II/519, dengan catatan pinggir Muntakhab Kanz).]

Syaikh Hamud at-Tuwaijiri* rahimahullah berkata, “Adapun berdekatannya pasar, maka telah ada sebuah riwayat yang menjelaskannya di dalam sebuah hadits dha’if, yaitu kelesuan pasar dan sedikitnya keuntungan, yang jelas -wallaahu a’lam- bahwa hal itu merupakan isyarat terhadap apa yang terjadi di zaman kita sekarang ini berupa berdekatannya penduduk bumi; hal itu karena adanya alat transportasi udara atau darat, alat-alat elektronik yang bisa mengirim suara, seperti siaran radio, dan telepon, yang dengannya pasar-pasar di berbagai belahan dunia menjadi dekat.

Baca lebih lanjut

KITAB TAUHID | BAB 14: Berdo’a Kepada Selain Allah Adalah Kesyirikan

BAB 14
BERDO’A KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

ولا تدع من دون الله ما لا ينفعك ولا يضرك، فإن فعلت فإنك إذا من الظالمين

“Dan janganlah kamu memohon/berdo’a kepada selain Allah, yang tidak dapat memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya kepadamu, jika kamu berbuat hal itu maka sesungguhnya kamu dengan demikian termasuk orang-orang yang dzolim (musyrik)” (QS. Yunus, 106).

وإن يمسسك الله بضر فلا كاشف له إلا هو وإن يردك بخير فلا راد لفضله يصيب به من يشاء من عباده وهو الغفور الرحيم

“Dan jika Allah menimpakan kepadamu suatu bahaya, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba hambaNya dan Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang” (QS. Yunus, 107). Baca lebih lanjut

Sirah Nabawiyah | Kisah Keislaman Thufail bin ‘Amr Ad-Dausi

4. Thufail bin ‘Amru Ad-Dausi

Dia adalah seorang yang terhormat, penyair yang cerdas, pemimpin kabilah Daus. Kabilahnya memiliki semacam pemerintahan di sebagian wilayah Yaman. Dia datang ke Makkah pada tahun ke 11 dari kenabian. Maka penduduk Makkah menyambutnya sebelum ia sampai ke kota itu, mereka menyambutnya dengan penuh penghormatan dan pemuliaan, dan mereka berkata kepadanya, ‘Wahai Thufail, sesungguhnya kamu datang ke negeri kami, sedangkan disini ada seorang laki-laki yang tengah menyusahkan kami dan telah memecah belah persatuan kami, mencerai-beraikan urusan kami. Kata-katanya bagaikan sihir yang sanggup menjadikan seseorang berpisah dengan ayahnya, dengan saudaranya, dan istrinya. Sungguh kami takut keburukan yang menimpa kami ini akan menimpamu atau kaummu, maka janganlah sekali-kali kamu berbicara dengannya dan jangan pula mendengarkan sesuatupun darinya.’ Baca lebih lanjut

Biografi Shahabat | Abu Bakar Ash-Shiddiq | Sebagian Dari Keutamaan Ash-Shiddiq

Sebagian Dari Keutamaan & Keunggulan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu

Demi Allah, sesungguhnya aku mendapati diriku sebagai seorang yang tidak mampu untuk menyebutkan berbagai keutamaan itu, akan tetapi cukuplah kiranya jika kita menyebutkan sedikit diantaranya, dan yang sedikit yang kita sebutkan disini pun telah banyak dan sangat banyak.

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling berjasa kepadaku dalam persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakar. Seandainya aku boleh mengangkat seorang khalil (kekasih) selain Rabb-ku, niscaya aku mengangkat Abu Bakar (sebagai khalil), akan tetapi (yang ada adalah) persaudaraan Islam dan kasih sayangnya. Tidak boleh tersisa sebuah pintu di masjid kecuali ia harus ditutup selain pintu Abu Bakar.” [HR.Bukhari & Muslim] Baca lebih lanjut

Serial Pengenalan Kitab-Kitab Tafsir 05 : Tafsir Al-Wajiiz (Ibnu ‘Athiyyah)

Almohrrar_Alwgeez_Dar_AlkotobNama Mufassir
Pengarangnya adalah Abu Muhammad, Abdul Haq bin Ghalib bin ‘Athiyyah al-Andalusi, al-Hafizh, al-Qadhi, al-‘Allamah.*

Nama Kitab
Ia menamakan kitab tafsirnya ‘al-Muharrar ‘al-Wajiz Fi Tafsir al-Kitab al-‘Aziz’.’

Spesifikasi Umum Kitab
Pengarang meringkasnya dari semua kitab-kitab tafsir (yakni Tafsir al-Manqul) dan selalu mencari yang lebih dekat kepada keshahihan dari kitab-kitab tersebut, menafsirkan ayat dengan gaya bahasa yang manis dan mudah serta banyak sekali menukil dari Ibn Jarir (ath-Thabari-red).

Aqidahnya
Beliau seorang Mu’awwil Asy’ari (suka menakwil ayat, berpaham Asyariah), membela takwil yang dilakukan Imam al-Asy’ari dan berargumentasi dengannya. Baca lebih lanjut

Tanda-Tanda Kecil Kiamat | 23 Berdekatannya Zaman (Singkatnya Waktu)

23. BERDEKATANNYA ZAMAN (SINGKATNYA WAKTU)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى… يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ.

‘Tidak akan tiba hari Kiamat hingga… zaman berdekatan.’” [Shahiihul Bukhari, kitab al-Fitan (XIII/81-82, al-Fath).]

Dan diriwayatkan dari beliau Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ، وَيَكُونَ الشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ، وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ، وَيَكُونَ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ، وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعَفَةِ.

Baca lebih lanjut

KITAB TAUHID | BAB 13: Meminta Perlindungan (Isti’adzah) Kepada Selain Allah adalah Syirik

BAB 13
MEMINTA PERLINDUNGAN KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

وأنه كان رجال من الإنس يعوذون برجال من الجن فزادوهم رهقا

“Bahwa ada beberapa orang laki-laki dari manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, maka jin-jin itu hanya menambah dosa dan kesalahan” (QS. Al Jin : 6).*

Khaulah binti Hakim menuturkan : aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“من نزل منـزلا فقال : أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق، لم يضره شيء حتى يرحل من منـزله ذلك “. رواه مسلم

“Barang siapa yang singgah di suatu tempat, lalu ia berdo’a :

أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق

(aku berlindung dengan kalam Allah yang maha sempurna dari kejahatan semua mahluk yang Ia ciptakan) maka tidak ada sesuatupun yang membahayakan dirinya sampai dia beranjak dari tempatnya itu” (HR. Muslim).

Kandungan bab ini :

  1. Penjelasan tentang maksud ayat yang ada dalam surat Al Jin*.
  2. Meminta perlindungan kepada selain Allah (jin) adalah syirik.
  3. Hadits tersebut di atas, sebagaimana disimpulkan oleh para ulama, merupakan dalil bahwa kalam Allah itu bukan makhluk, karena minta perlindungan kepada makhluk itu syirik.
  4. Keutamaan doa ini walaupun sangat singkat.
  5. Sesuatu yang bisa mendatangkan kebaikan dunia, baik dengan menolak kejahatan atau mendatangkan keberuntungan tidak berarti sesuatu itu tidak termasuk syirik.

*) Dalam ayat ini Allah memberitahukan bahwa ada di antara manusia yang meminta perlindungan kepada jin agar merasa aman dari apa yang mereka khawatirkan, akan tetapi jin itu justru menambah dosa dan rasa khawatir bagi mereka, karena mereka tidak meminta perlindungan kepada Allah. Dengan demikian, ayat ini menunjukkan bahwa isti’adzah (meminta perlindungan) kepada selain Allah adalah termasuk syirik dan terlarang.

SIMAK!

Penjelasan Bab Ini Oleh Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr
Diterjemahkan oleh Ustadz Firanda Andirja