Aqidah Empat Imam Madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali) #02 | Kesamaan Aqidah Empat Imam Madzhab


KESAMAAN AQIDAH EMPAT IMAM MADZHAB

Aqidah Imam Empat -Abu Hanifah, Malik, Syafi’i, dan Ahmad- adalah yang dituturkan oleh al-Qur’an dan Sunnah Nabi, sesuai dengan apa yang menjadi pegangan para Shahabat Nabi dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebaikan. Dan di antara para Imam iniAlhamdulillah– tidak ada perselisihan dalam masalah ushuluddin. Bahkan mereka justru sepakat untuk beriman kepada sifat-sifat Allah, dan sepakat untuk beriman bahwasanya al-Qur’an itu adalah Kalam Allah bukan makhluk, dan sepakat bahwasanya iman itu memerlukan pembenaran dalam hati dan lisan, dan mereka juga sepakat untuk mengingkari para ahli kalam, seperti kelompok Jahmiyah dan selainnya yang terpengaruh dengan filsafat Yunani dan aliran-aliran kalam.

Syaikhul Islam Imam Ibnu Taimiyah menuturkan,

«… ولكن من رحمة الله بعباده أن الأئمة الذين لهم في الأمة لسان صدق كالأئمة الأربعة وغيرهم … كانوا ينكرون على أهل الكلام من الجهمية قولهم في القرآن والإيمان وصفات الرب، وكانوا متفقين على ما كان عليه السلف من أن الله يرى في الآخرة وأن القرآن كلام الله غير مخلوق، وأن الإيمان لا بد فيه من تصديق القلب واللسان …»

“… Namun termasuk rahmat kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah bahwasanya (Allah menetapkan-ed) para imam yang menjadi panutan umat, seperti imam madzhab empat dan lain-lain, mereka mengingkari para ahli kalam seperti kelompok Jahmiyah dalam masalah al-Qur’an, dan tentang beriman kepada sifat-sifat Allah. Mereka sepakat seperti keyakinan para ulama salaf, di mana antara lain, bahwa Allah itu dapat dilihat di Akhirat, al-Qur’an adalah kalam Allah bukan makhluk, dan bahwa iman itu memerlukan pembenaran dalam hati dan lisan.” [Kitab al-Iman, hal. 350-351, Dar ath-Thiba’ah al-Muhammadiyah, Ta’liq Muhammad al-Harras.]

Imam Ibnu Taimiyah juga menyatakan,

«إن الأئمة المشهورين كلهم يثبتون الصفات لله تعالى ويقولون: إن القرآن كلام الله ليس بمخلوق ويقولون: إن الله يرى في الآخرة، هذا مذهب الصحابة والتابعين لهم بإحسان من أهل البيت وغيرهم وهذا مذهب الأئمة المتبوعين مثل مالك بن أنس والثوري والليث بن سعد، والأوزاعي، وأبي حنيفة، والشافعي، وأحمد …»

“Sesungguhnya para imam yang masyhur itu -mereka semuanya- menetapkan sifat-sifat Allah ta’ala. Mereka mengatakan bahwa al-Qur’an itu kalam Allah bukan makhluk. Dan mereka mengatakan bahwa Allah itu dapat dilihat di Akhirat. Inilah madzhab para Sahabat dan dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebaikan, baik dari kalangan Ahlul Bait maupun dari selain mereka. Dan ini adalah madzhabnya para imam yang menjadi panutan, seperti Imam Malik bin Anas, Imam ats-Tsauri, Imam al-Laits bin Sa’ad, Imam al-Auza’i, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i, dan Ahmad. [Minhaj as-Sunnah, II/106.]

Imam Ibnu Taimiyah pernah ditanya tentang aqidah Imam Syafi’i, maka beliau menjawab,

«اعتقاد الشافعي – رضي الله عنه – واعتقاد سلف الأمة كمالك والثوري والأوزاعي وابن المبارك وأحمد بن حنبل وإسحاق بن راهويه هو اعتقاد المشايخ المقتدى بهم كالفضيل بن عياض وأبي سليمان الداراني وسهل بن عبد الله التستري وغيرهم، فإنه ليس بين هؤلاء الأئمة وأمثالهم نزاع في أصول الدين.

وكذلك أبو حنيفة – رحمه الله – فإن الاعتقاد الثابت عنه في التوحيد والقدر ونحو ذلك موافق لاعتقاد هؤلاء واعتقاد هؤلاء هو ما كان عليه الصحابة والتابعون لهم بإحسان وهو ما نطق به الكتاب والسُّنَّة»

Aqidahnya Imam Asy-Syafi’i -radhiyallahu ‘anhu- dan aqidahnya para salaful ummah seperti Imam Malik, Imam ats-Tsauri, Imam al-Auza’i, Imam Ibnu al-Mubarak, Imam Ahmad bin Hambal, dan Imam Ishaq bin Rahawaih adalah sama seperti aqidahnya para Imam panutan lainnya, seperti Imam al-Fudhail bin ‘Iyadh, Imam Abu Sulaiman ad-Darani, Sahl bin Abdullah at-Tusturi, dan lain-lain. Mereka tidak berbeda pendapat dalam Ushuluddin (masalah aqidah).

Begitu pula Imam Abu Hanifah -rahimahullah-, Aqidah yang valid dari beliau dalam masalah tauhid, qadar, dan sebagainya adalah sama dengan aqidah para imam tersebut di atas. Dan aqidah para imam itu adalah sama dengan aqidah para Shahabat dan orang-orang yang mengikut mereka dalam kebaikan, yaitu sesuai dengan apa yang dituturkan oleh al-Qur’an dan as-Sunnah.” [Majmu’ al-Fatawa, V/256.]

Aqidah inilah yang dipilih oleh al-‘Allamah Shidiq Hasan Khan, di mana beliau berkata: “Madzhab kami adalah madzhab ulama salaf, yaitu menetapkan adanya sifat-sifat Allah tanpa menyerupakan-Nya dengan sifat makhluk dan menjadikan Allah dari sifat-sifat kekurangan, tanpa ta’thil (meniadakannya makna dari ayat-ayat yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah). Madzhab tersebut adalah madzhab imam-imam dalam Islam, seperti Imam Malik bin Anas, Imam Syafi’i, Imam ats-Tsauri, Imam Ibnu al-Mubarak, Imam Ahmad dan, lain-lain. Mereka tidak berbeda pendapat dalam masalah ushuluddin. Begitu pula Imam Abu Hanifah, beliau sama aqidahnya dengan para imam di atas, yaitu aqidah yang sesuai dengan apa yang dituturkan oleh al-Qur’an dan as-Sunnah.” [Qathf ats-Tsamar, hal.47-48]

 Aqidah Imam Empat
Muhammad bin Abdurrahman Al-Khumais
http://www.alsofwah.or.id
dengan penyesuaian

Iklan

One comment on “Aqidah Empat Imam Madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali) #02 | Kesamaan Aqidah Empat Imam Madzhab

  1. Ping-balik: Aqidah Empat Imam Madzhab | Tiga Landasan Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s