Serial Pengenalan Kitab-Kitab Tafsir 01 : Jâmi’ al-Bayân Fî Ta`wîl Ayi al-Qur`ân (Tafsir Ath-Thabariy)


Tafsir Ath-Thabari

Tafsir Ath-Thabari

Nama Mufassir
Abu Ja’far, Muhammad bin Jarir bin Yazid ath-Thabariy, al-Imâm al-‘Allâmah, al-Hâfizh, seorang sejarawah.

Beliau lahir tahun 224 H dan wafat 310 H.

Nama Kitab
Jâmi’ al-Bayân Fî Ta`wîl Ayi al-Qur`ân (Ditulis 270 H)

Spesifikasi Umum
Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Syaikh Ibn Taimiyyah di dalam mukaddimah Ushûl at-Tafsîr, hal.90: ” Ia termasuk kitab tafsir bercorak Ma`tsûr yang paling agung dan paling besar kedudukannya. Beliau telah mengoleksi berbagai ilmu-ilmu al-Qur’an seperti Qirâ`ât (aspek-aspek bacaan), makna-maknanya, hukum-hukum fiqih yang diintisarikan dari ayat-ayatnya, penjelasan makna-makna ayat yang diambil dari bahasa orang-orang Arab, sya’ir dan sebagainya.”

‘Aqidahnya
Beliau memiliki sebuah buku seputar ‘Aqidah Ahlussunnah yang diberinya judul “Sharîh as-Sunnah” (sudah dicetak). Sementara ‘aqidahnya di dalam penafsiran, beliau adalah seorang imam panutan, membela madzhab Salaf, berargumentasi dengannya dan membelanya akan tetapi di dalam menetapkan sifat Ghadlab (marah) dan Hayâ` (malu), beliau menyebutkan semua pendapat Ahli Tafsir namun tidak menguatkan satupun darinya.

Sikapnya Terhadap Sanad
Beliau komitmen menyebutkan semua riwayat dengan sanad-sanad (jalur-jalur transmisi)-nya. Kebanyaknya tidak ditanggapi beliau baik dengan menshahihkan ataupun melemahkannya.

Sikapnya Terhadap Hukum-Hukum Fiqih
Beliau menyebutkan hukum-hukum fiqih yang ada di dalam ayat, pendapat para ulama dan madzhab-madzhab mereka, memilih salah satu darinya dan menguatkannya dengan dalil-dalil ilmiah serta menyebutkan Ijma’ umat di dalam pendapat yang telah dikuatkannya dari berbagai pendapat tersebut. Beliau adalah seorang Imam Mujtahid Muthlaq. Para Ahli Tafsir senantiasa merujuk pendapatnya dan mereka merasa berhutang budi padanya.

Sikapnya Terhadap Qirâ`ât
Beliau termasuk ulama Qirâ`ât yang terkenal. Oleh karena itu, beliau amat memperhatikan sisi Qirâ`ât dan makna-maknanya, membantah aspek-aspek bacaan yang Syâdz (aneh/langka), termasuk cakupannya yang dapat menyebabkan perubahan dan penggantian terhadap Kitabullah Ta’ala.

Sikapnya Terhadap Isrâ`iliyyât (Kisah-Kisah Tentang Bani Israil)
Di dalam kitab tafsirnya, beliau mengetengahkan juga kabar-kabar dan kisah-kisah tentang Ka’b al-Ahbar, Wahab bin Munabbih, Ibn Juraij, as-Suddiy, lalu menanggapinya secara kritis akan tetapi tidak konsisten mengkritisi semua yang diriwayatkannya.

Sikapnya Terhadap Sya’ir, Nahwu Dan Bahasa
Kitabnya banyak sekali mencakup berbagai untaian yang berisi solusi bahasa dan Nahwu. Kitabnya meraih ketenaran yang sangat besar. Kebanyakannya, dia merujuk kepada Bahasa orang-orang Arab dan terkadang menguatkan sebagian pendapat. Beliau juga memaparkan sya’ir-sya’ir Arab Kuno, berargumentasi dengannnya secara luas, banyak mengemukakan pendapat-pendapat Ahli Nahwu dan mengarahkan pendapat-pendapat mereka serta menguatkan sebagian pendapat atas pendapat yang lain.

Pujian Para Ulama Terhadap Kitab Ini
Imam as-Suyuthi berkata, “Jika anda bertanya, kitab tafsir mana yang dapat dijadikan sebagai rujukan?”Maka aku jawab, “Yaitu tafsir Ibnu Jarir ath-Thabari, di mana para Imam yang amat kompeten bersepakat bahawa belum ada kitab tafsir yang menyerupainya.” [Al-Itqan fi ulum al-Qur’an, karya Jalaluddin as-Suyuthi]

Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Adapun kitab-kitab tafsir yang beredar di tangan orang yang paling benar adalah karya Ibnu Jarir ath-Thabari. Dia menyebutkan perkataan-perkatan para salaf dengan sanad-sanad yang kuat, tidak ada bid’ah di dalamnya dan tidak meriwayatkan hadis dari orang-orang yang diragukan seperti Mukatil B. Sulaiman dan al-Kalbi.” [Majmu al-Fatawa Ibnu Taimiyah, 2/227-228]

Al-Hafiz Ibnu Katsir adalah tokoh dalam bidang tafsir yang telah mengambil banyak manfaat dari Tafsir ath-Thabari ini sekaligus menghasilkan ringkasan dan menambahkan banyak manfaat berkaitan dangan hadis, fiqh, ushul, sejarah, dan beberapa yang lainnya yang bermanfaat yang kemudian dikenali sebagai Tafsir Ibnu Katsir.

Imam adz-Dzahabi berkata, “Inilah tafsir seorang Imam dalam ayat-ayat yang berbicara tentang sifat-sifat Allah yang dipenuhi dengan perkataan para Salaf yang menetapkannya bukan yang menafikannya, dan tidak mentakwilkannya dan Dia (Allah) tidak menyerupai makhluk selama-lamanya.” [Siyar A’lam an-Nubala’, 14/280]

Ibnu Khuzaimah berkata: Aku menelaah kitab Tafsirnya dari permulaan hingga akhirnya, maka aku tidak mengetahui jika ada seorang di permukaan bumi ini yang lebih mengerti dari pada Ibnu Jarir. (Dari kitab “Siyar A’laamil Nubala”, 14/273)

Halaman Download

Sumber :

http://www.alsofwah.or.id [al-Qawl al-Mukhtashar al-Mubîn Fî Manâhij al-Mufassirîn karya Abu ‘Abdillah, Muhammad al-Hamûd an-Najdiy, Hal.9-11)]

https://id.wikipedia.org/wiki/Tafsir_al-Tabari

https://ar.wikipedia.org/wiki/%D8%AA%D9%81%D8%B3%D9%8A%D8%B1_%D8%A7%D9%84%D8%B7%D8%A8%D8%B1%D9%8A

https://islamqa.info/id/43778

Iklan

One comment on “Serial Pengenalan Kitab-Kitab Tafsir 01 : Jâmi’ al-Bayân Fî Ta`wîl Ayi al-Qur`ân (Tafsir Ath-Thabariy)

  1. Ping-balik: Tafsir Al-Qur’an Al-Karim | Tiga Landasan Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s