Rukun Keempat : Shiyam | Sunnah-Sunnah Puasa


SUNNAH-SUNNAH PUASA

1. Makan Sahur

Yaitu makan dan minum pada waktu sahur atau akhir malam dengan niat berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah:

تَسَحَّرُوا فَإنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

“Makan sahurlah kamu, karena dalam makan sahur itu terdapat berkah.” (Muttafaq ‘alaih)

2. Mengakhirkan sahur sampai akhir waktu malam, selama tidak dikhawatirkan terbit fajar.

Berdasarkan sabda Rasulullah:

لَا تَزَالُ أمَّتِي بِخَيرٍ مَا عَجَّلُوا الفِطرَ و أخَّرُوا السَّحُورَ

“Umatku senantiasa dalam keadaan baik selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.” (HR. Ahmad, hadits ini shahih)

3. Menyegerakan berbuka jika telah nyata matahari terbenam.

Sesuai dengan sabda Rasulullah

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيرٍ مَا عَجَّلُوا الفِطرَ

“Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (Muttafaq talaih)

4. Berbuka dengan karma segar (ruthob) atau kurma kering (tamr) atau air.

Itulah urutan atau tingkatan sesuai dengan afdhaliyah-nya (tingkat keutamaannya -ed). Berdasarkan ucapan Anas bin Malik:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَ سَلَّمَ يُفطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبلَ أَن يُصَلِّيَ، فَإن لَم تَكُن رُطَبَاتٌ فَتَمَرَاتٌ، فَإن لَم تَكُن تَمَرَاتٌ حَاسَ حَسَوَاتٍ مِن مَاءٍ

“Rasulullah biasa berbuka dengan beberapa buah kurma segar (ruthob) sebelum shalat, jika tidak ada maka dengan kurma kering (tamr) dan jika tidak ada pula maka diteguknya beberapa teguk air.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan At-Tirmidzi. Hadits ini hasan)

5. Berdoa saat berpuasa, apalagi ketika berbuka.

Sesuai dengan sabda Rasulullah :

ثَلَاثُ دَعوَاتٍ مُستَجَابَاتٌ، دَعوَةُ الصَائِمِ وَ دَعوَةُ المَظلُومِ وَ دَعوَةُ الـمُسَافِرِ

“Ada tiga macam doa yang dikabulkan: Doa orang yang sedang berpuasa, doa orang yang teraniaya, doa orang yang bepergian.” (HR. Al-Baihaqi dalam Kitab Syu’abul Iman dan lain-lainnya. Hadits ini shahih)

Dan berdasarkan ucapan Abdullah bin Amr bin Ash, Rasulullah bersabda:

إنَّ للصَّائِمِ عِندَ فِطرِهِ لَدَعوَةً مَا تُرَدُّ

“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika ia berbuka terdapat/tersedia doa yang tidak akan ditolak.”

Dan disaat berbuka Abdullah mengucapkan:

اللَّهُمَّ إنِّي أسألُكَ بِرَحمَتِكَ الَّتِي وَسِعَت كُلَّ شَيءٍ أن تَغفِرَلِي

“Ya Allah aku mohon kepadaMu dengan rahmatMu yang meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuni aku.” (HR.
Ibnu Majah. Bushairi dalam kitab Az-Zawaid berkata bahwa sanadnya shahih).

Sumber : Panduan Praktis Rukun Islam, Darul Haq, Jakarta. Cetakan I, Rajab 1422 H. / Oktober 2001 M.

Artikel TigaLandasanUtama.WordPress.Com

Lihat Juga :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s