Rukun Kedua : Shalat | Ringkasan Tatacara Shalat


Tatacara Shalat

  1. Seorang muslim yang hendak melakukan shalat hendaklah berdiri tegak setelah masuk waktu shalat dalam keadaan suci dan menutup aurat serta menghadap kiblat dengan seluruh anggota badannya tanpa miring atau menoleh ke kiri dan ke kanan.
  2. Kemudian berniat di dalam hatinya untuk melakukan shalat yang ia maksudkan, tanpa diucapkan.
  3. Kemudian melakukan takbtratul ihram, yaitu membaca Allahu Akbar sambil mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua bahunya ketika takbir.
  4. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada atau di bawahnya, tetapi di atas pusar.
  5. Kemudian membaca do’a Iftitah, ta’awwudz (a’udzu billahi minasy syaithanirrajim) dan basmalah, kemudian membaca Al-Fatihah dan apabila sampai pada bacaan (waladh-dhaalliin) dia membaca aamiin.
  6. Kemudian membaca salah satu surat atau apa yang mudah baginya di antara ayat-ayat Al-Qur’an.
  7. Kemudian mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahunya lalu ruku’ sambil mengucapkan Allahu Akbar selanjutnya memegang dua lutut dengan kedua tapak tangan dengan meratakan tulang punggung, tidak mengangkat kepalanya juga tidak terlalu membungkukkannya, dan jari-jari tangannya hendaknya dalam keadaan terbuka.
  8. Pada seat ruku’, membaca  “سُبْحَانَ رَبِّيَ العَظِيمِ” “Subhaana Rabbiyal-‘azhiim” (Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung) tiga kali atau lebih.
  9. Kemudian bangkit dari ruku’ seraya mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua bahu sambil membaca “سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ” “Sami’allahu liman hamidah” (Allah Maha Mendengar orang yang memujiNya) sehingga tegak berdiri dalam keadaan kemudian membaca: “رَبَّنَا وَ لَكَ الحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ” “Rabbanaa wa lakalhamdu, hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiih” (Wahai Rabb kami, bagiMu segala puji, (aku memujiMu) dengan pujian yang banyak, baik dan penuh dengan keberkahan di dalamnya.)
  10. Kemudian sujud sambil mengucapkan Allahu Akbar, lalu sujud bertumpu pada tujuh anggota sujud, yaitu dahi (yang termasuk di dalamnya) hidung, dua telapak tangan, dua lutut dan ujung dua tapak kaki. Hendaknya diperhatikan agar dahi dan hidung betul-betul mengenai lantai, serta merenggangkan bagian atas lengannya dari samping badannya dan tidak meletakkan lengannya (hastanya) ke Iantai dan mengarahkan ujung jari-jarinya ke arah kiblat.
  11. Membaca “سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى” “Subhaana rabbiyal-a’laa” (Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi) tiga kali atau lebih dalam sujud.
  12. Bangkit dari sujud sambil mengucapkan Allahu Akbar, kemudian duduk iftirasy, yaitu bertumpu pada kaki kiri dan duduk di atasnya sambil menegakkan telapak kaki kanan seraya membaca: “رَبِّ اغْفِرْلِي وَ ارْحَمنِي وَ عَافِنِي وَ اهْدِنِي وَ ارْزُقْنِي” (Wahai Rabbku ampunilah aku, kasihanilah aku, berikanlah keselamatan, petunjuk dan rizki kepadaku)
  13. Kemudian sujud lagi seperti di atas, lalu bangkit untuk melaksanakan raka’at kedua sambil bertakbir. Kemudian melakukan seperti pada raka’at pertama, hanya saja tanpa membaca do’a iftitah lagi. Apabila telah menyelesaikan raka’at kedua  hendaknya duduk untuk melaksanakan tasyahhud. Apabila shalatnya hanya dua raka’at saja seperti shalat Shubuh, maka membaca tasyahhud kemudian membaca shalawat Nabi, lalu langsung salam, dengan mengucapkan: “السَّلاَمُ عَلَيْكُم وَ رَحْمَةُ اللهِ” “Assalamu’alaikum wa rahmatullah” (Semoga kesejahteraan dan rahmat Allah bagimu.) Sambil menoleh ke kanan, kemudian mengucapkan salam lagi sambil menoleh ke kiri.
  14. Jika shalat itu termasuk shalat yang Iebih dari dua raka’at, maka berhenti ketika selesai membaca tasyahhud awwal, yaitu pada ucapan: “أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَ أَشْحَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُه” “Asyhadu an Laa Ilaaha Illallahu Wa Asyhadu Anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh” (Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang haq melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.) Kemudian bangkit berdiri sambil mengucapkan takbir dan mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua bahu, lalu mengerjakan raka’at berikutnya seperti rakaat sebelumnya, hanya saja terbatas pada bacaan surat Al-Fatihah saja.
  15. Kemudian duduk tawarruk, yaitu dengan menegakkan telapak kaki kanan dan meletakkan telapak kaki kiri di bawah betis kaki kanan, kemudian mendudukkan pantat di lantai serta meletakkan kedua tangan di atas kedua paha. Lalu membaca tasyahhud, membaca shalawat kepada Nabi dan meminta perlindungan kepada Allah dari empat perkara berikut: “اللهم إني أعوذ بك من عذاب جهنم و عذاب القبر و فتنة المحيا والممات و فتنة المسيح الدجال”  “Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari siksa api Neraka, siksa kubur, fitnah hidup dan mati, dan dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”
  16. Kemudian mengucapkan salam dengan suara yang jelas sambil menoleh ke kanan, lalu mengucapkan salam kedua sambil menoleh ke kiri.

Sumber : Panduan Praktis Rukun Islam, Darul Haq, Jakarta. Cetakan I, Rajab 1422 H. / Oktober 2001 M.

Artikel TigaLandasanUtama.WordPress.Com

Dapatkan E-Book dan Ceramah Tentang Shalat pada halaman ini.

Penjelasan Lebih Rinci Tentang Tatacara Shalat Dilengkapi dengan Video Tutorial Shalat dapat Anda simak di Carasholat.Com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s