Penjelasan Qowa’idul Arba’ | Bahaya Kesyirikan


فإذا عرفت أن الشرك إذا خالط العبادة أفسدها وأحبط العمل وصار صاحبه من الخالدين في النار عرفت أن أهم ما عليك معرفة ذلك لعل الله أن يخلصك من هذه الشبكة وهى الشرك بالله الذي قال الله تعالى فيه: {  إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ  } (النساء آية 116). وذلك بمعرفة أربع قواعد ذكرها الله تعالى في كتابه

Jika kamu mengetahui bahwa syirik bila bercampur dengan ibadah akan merusaknya dan menghapus amalan, sehingga pelakunya termasuk orang yang kekal dalam neraka. Tahukah engkau bahwa yang paling penting bagimu adalah mengetahui hal tersebut. Mudah-mudahan Alloh -subhanahu wa ta’ala- membebaskanmu dari perangkap ini, yaitu syirik kepada Alloh -subhanahu wa ta’ala-, yang Alloh -subhanahu wa ta’ala- menyatakan tentangnya : “Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya” (An-Nisaa’ : 48). Dan hal itu dengan mengetahui empat kaidah yang disebutkan Alloh -subhanahu wa ta’ala- dalam kitab-Nya

Selama engkau mengenal tauhid yaitu mengesakan Allah -subhanahu wa ta’ala- dalam ibadah, maka wajib bagimu untuk mengetahui apa itu syirik. Karena seseorang yang tidak mengetahui suatu perkara, dia akan terjatuh padanya. Maka sudah seharusnya engkau mengetahui macam-macam kesyirikan dengan tujuan untuk menjauhinya, sebagaimana dikatakan oleh pepatah :

 عرفت الشر لا للشر لكن لتوقيه *** ومن لا يعرف الشر من الخيريقع فيه

Aku mengetahui keburukan bukan untuk berbuat buruk akan tetapi untuk menjauhinya,’
Karena barangsiapa yang tidak dapat membedakan keburukan dari kebaikan niscaya dia akan jatuh dalam keburukan

Dalam perkataannya di atas, Syaikh mengisyaratkan beberapa bahaya yang besar dari kesyirikan. Semoga dengan mengetahuinya akan menjadikan kita semakin berusaha untuk menjauhi syirik dan istiqamah di atas tauhid.

1. Kesyirikan akan merusak ibadah, seberapa pun banyak dan besarnya amalan yang telah dilakukan oleh pelaku kesyirikan. Allah berfirman :

 وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاء مَّنثُوراً

Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan , lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. [Al-Furqan : 23]

2. Kesyirikan akan menghancurkan seluruh amal kebaikan pelakunya. Dalam surah Al-An’am Allah menyebutkan ancaman bagi pelaku kesyirikan setelah Allah menyebutkan sekitar delapanbelas orang nabi beserta beberapa keutamaannya, dan sudah diketahui bahwa mustahil para Nabi itu berbuat syirik. Tapi dalam ayat ini Allah berfirman :

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. [Al-An’aam :88] Ini menunjukkan betapa besarnya dosa dari sebuah kesyirikan.

Bahkan dalam surat Az-Zumar Allah berfirman tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam :

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. [Az-Zumar : 65]

Sudah diketahui pula bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah maksum, mustahil beliau melakukan kesyirikan. Akan tetapi dalam ayat ini Allah berfirman ““Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”. Maka ini merupakan ancaman yang sangat keras bagi pelaku kesyirikan.

3. Kesyirikan menjadikan pelakunya kekal di dalam neraka selama-lamanya. Allah berfirman :

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. [Al-Maaidah : 72] Adapun seorang yang bertauhid meskipun seandainya dia diadzab di neraka karena dosa-dosanya maka suatu saat pasti dia akan dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke surga karena dia adalah seorang yang bertauhid.

4. Dosa syirik adalah dosa yang tidak akan pernah diampuni oleh Allah jika pelakunya mati dalam keadaan belum bertaubat darinya. Allah berfirman :

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. [An-Nisaa’ : 48].  Hal ini jika pelakunya mati dalam keadaan belum bertaubat. Adapun jika dia bertaubat dari syirik sebelum pintu taubat ditutup maka pasti Allah akan menerima taubatnya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

5. Syirik akan menyengsarakan dan membinasakan pelakunya. Allah berfirman :

وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاء فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ

Barangsiapa berbuat syirik (mempersekutukan sesuatu dengan Allah), maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. [Al-Hajj : 31]

6. Pelaku kesyirikan tidak akan mendapatkan keamanan di dunia apalagi di akhirat. Allah berfirman :

الَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُوْلَـئِكَ لَهُمُ الأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. [Al-An’aam : 82]

7. Kesyirikan adalah kezhaliman yang paling zhalim, kekejian yang paling keji dan dosa yang paling besar. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah pada surat An-Nisaa’ ayat 48 dan ayat 116, juga dalam surat Luqman :

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. [Luqman : 13]

8. Kesyirikan mengakibatkan alam semesta terancam dengan kehancuran. Allah berfirman :

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًا # لَّقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا # تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا # أَن دَعَوْا لِلرَّحْمَٰنِ وَلَدًا # وَمَا يَنبَغِي لِلرَّحْمَٰنِ أَن يَتَّخِذَ وَلَدًا # إِن كُلُّ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَٰنِ عَبْدًا

Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. [Maryam : 88-93]

Jika demikian halnya, maka hal ini (syirik) adalah bahaya yang besar, bahkan bahaya yang sangat besar yang wajib engkau ketahui sebelum bahaya lainnya. Karena syirik pula telah sesat berbagai pemahaman dan akal-akal manusia,sehingga mereka memandang sesuatu yang baik sebagai sebuah keburukan dan menganggap sebuah keburukan sebagai sebuah kebaikan.

Maka wajib bagi kita untuk mengetahui apa itu syirik dari Al qur’an dan As Sunnah bukan dari perkataan si fulan atau si allan. Karena, tidaklah Allah -subhanahu wa ta’ala- memperingatkan kita dari keburukan sesuatu kecuali Dia menerangkannya, dan tidaklah Allah -subhanahu wa ta’ala- memerintahkan sesuatu kecuali menjelaskannya kepada manusia.

Allah -subhanahu wa ta’ala- tidak akan mengharamkan syirik dan meninggalkannya secara global tanpa menjelaskan dan memperincinya, akan tetapi Allah -subhanahu wa ta’ala- sungguh telah menjelaskan tentang kesyirikan dalam Al Qur’an yang mulia dan Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam- juga telah menerangkannya dalam As Sunnah dengan keterangan yang lengkap, jelas dan terperinci.

Maka apabila kita ingin mengetahui apa itu syirik, tidak ada jalan lain bagi kita kecuali dengan kembali kepada penjelasan Al Qur’an dan As Sunnah tentang syirik sampai kita tahu hakikat syirik tersebut, bukan kembali pada ucapannya si fulan atau si allan.

Artikel TigaLandasanUtama.Wordpress.Com

Sumber :

  • Mengapa Islam Membenci Syirik? (Syarah Qawa’idul Arba’ oleh Syaikh Shalih Al-Fauzan)
  • Syarah Qawa’idul Arba’ oleh Syaikh Muhammad bin Abdurrahman Al-Khumayyis dari Maktabah Raudhatul Muhibbin
  • Catatan Kajian Syarah Qawa’idul Arba’ – Ustadz Dzulqarnain
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s