Penjelasan Qowa’idul Arba’ | Pendahuluan


بسم الله الرحمن الرحيم

Risalah Qawaidul arba’ yang ditulis oleh Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul wahhab -rahimahullah- ini adalah risalah yang tersendiri, akan tetapi dicetak bersama “Tsalasatul Ushul” (Tiga Landasan Utama) karena pentingnya risalah tersebut agar berada di tangan-tangan penuntut ilmu.

قواعد Qawa’id adalah bentuk jamak dari قاعدة Qa’idah artinya, kaidah. Sedangkan qa’idah (Kaidah) adalah pokok yang mempunyai cabang atau masalah yang banyak.

Kandungan empat kaidah yang disebutkan oleh Asy syaikh -rahimahullah- ini adalah tentang mengenal tauhid dan syirik. Penjelasan mengenai apa yang menjadi kaidah di dalam tauhid, dan apa yang menjadi kaidah di dalam syirik. Hal ini penting untuk diketahui karena mayoritas manusia rusak dalam dua perkara ini. Pemahaman mereka rusak dalam memahami makna tauhid,  tentang apa itu (tauhid). Dan pemahaman mereka rusak dalam memahami makna syirik, semua (orang) menafsirkan keduanya sesuai dengan hawa nafsunya masing-masing.

Akan tetapi, yang wajib bagi kita adalah mengembalikan kaidah tersebut kepada al qur’an dan as-sunnah, agar kaidah ini menjadi kaidah yang benar dan selamat yang diambil dari kitab Allah -subhanahu wa ta’ala- dan sunnah Rasul-Nya -shallallahu’alaihi wa sallam-, terutama dalam dua perkara besar ini, yakni tauhid dan syirik.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. [An-Nisaa’ : 59]

Demikianlah, Syaikh -rahimahullah- tidak menyebutkan kaidah-kaidah dalam permasalahan ini dari diri atau pikirannya sendiri, sebagaimana hal tersebut dilakukan oleh mayoritas orang-orang yang rusak, tetapi kaidah ini –Alhamdulillah– diambil dari Kitabullah, sunnah Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam- serta sejarah beliau -shallallahu’alaihi wa sallam-.

Jika kamu telah mengetahui kaidah ini dan memahaminya dengan pemahaman yang baik, maka akan mudah bagimu setelah itu –Insya Allah– untuk mengenal hakikat tauhid yang Allah -subhanahu wa ta’ala- mengutus dengannya para Rasul-Nya dan menurunkan dengannya kitab-kitab-Nya, serta mengenal hakikat syirik yang Allah -subhanahu wa ta’ala- memperingatkan kita darinya, juga menjelaskan kepada kita  bahaya dan kerugian bagi orang yang berbuat syirik di dunia dan akherat.

Mengenal hakikat dari dua perkara ini (Tauhid dan Syirik) adalah perkara yang sangat penting dan itu lebih wajib atasmu daripada mengetahui hukum-hukum shalat, zakat, dan ibadah-ibadah serta seluruh perkara duniawiyah, karena hal ini adalah perkara yang paling utama dan mendasar. Karena shalat, zakat, haji dan selainnya –dari perkara ibadah- tidaklah sah jika tidak dibangun diatas pondasi aqidah yang benar yaitu tauhid yang murni kepada Allah -subhanahu wa ta’ala-.

Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu berkata : ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengutus Muadz bin Jabal ke Yaman beliau bersabda kepadanya :

“إنك تأتي قوما من أهل الكتاب، فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله – وفي رواية : إلى أن يوحدوا الله -، فإن هم أطاعوك لذلك فأعلمهم أن الله افترض عليهم خمس صلوات في كل يوم وليلة، فإن هم أطاعوك لذلك فأعلمهم أن الله افترض عليهم صدقة تؤخذ من أغنيائهم فترد على فقرائهم، فإن هم أطاعوك لذلك فإياك وكرائم أموالهم، واتق دعوة المظلوم فإنه ليس بينها وبين الله حجاب”

“Sungguh kamu akan mendatangi orang-orang ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), maka hendaklah pertama kali yang harus kamu sampaikan kepada mereka adalah syahadat La Ilaha Illallah – dalam riwayat yang lain disebutkan “supaya mereka mentauhidkan Allah”-, jika mereka mematuhi apa yang kamu dakwahkan, maka sampaikan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka sholat lima waktu dalam sehari semalam, jika mereka telah mematuhi apa yang telah kamu sampaikan, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka zakat, yang diambil dari orang-orang kaya diantara mereka dan diberikan pada orang-orang yang fakir. Dan jika mereka telah mematuhi apa yang kamu sampaikan, maka jauhkanlah dirimu dari harta pilihan mereka, dan takutlah kamu dari doanya orang-orang yang teraniaya, karena sesungguhnya tidak ada tabir penghalang antara doanya  dan Allah” (HR. Bukhori dan Muslim).

Sungguh Syaikh -rahimahullah- telah memberikan muqaddimah untuk Qawaidul ‘arba’ah ini dengan mukaddimah yang agung yang didalamnya terdapat do’a bagi pencari ilmu dan peringatan atas apa-apa yang akan mereka ucapkan. Ketika beliau -rahimahullah- berkata :

أسأل الله الكريم رب العرش العظيم أن يتولاك في الدنيا والآخرة، أن يجعلك مباركا أينما كنت، وأن يجعلك ممن إذا أعطي شكر، وإذا ابتلي صبر، وإذا أذنب استغفر، فإن هؤلاء الثلاث عنوان السعادة.

Aku meminta kepada Allah yang Maha Mulia, Rabbnya ‘arsy yang agung untuk menjadikanmu sebagai wali-Nya di dunia dan akherat serta menjadikanmu diberkahi dimanapun kamu berada, juga menjadikanmu termasuk orang yang jika diberi bersyukur, jika mendapat ujian bersabar, serta jika berdosa beristighfar, maka sesungguhnya tiga hal itu adalah tanda-tanda kebahagiaan.

Penulis -rahimahullah- memulai dengan berdo’a dan memohon kepada Alah Yang Maha Pemurah, Rabb ‘Arsy Yang Agung, untuk menjadikan orang-orang yang membaca risalah ini sebagai wali-Nya, di dunia ini dan di akhirat nanti.

~Penjelasan dari do’a syaikh ini akan dibahas pada tulisan berikutnya, Insya Allah.~

Artikel TigaLandasanUtama.Wordpress.Com

Sumber :

  • Mengapa Islam Membenci Syirik? (Syarah Qawa’idul Arba’ oleh Syaikh Shalih Al-Fauzan)
  • Syarah Qawa’idul Arba’ oleh Syaikh Muhammad bin Abdurrahman Al-Khumayyis dari Maktabah Raudhatul Muhibbin
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s