Rukun Kedua : Shalat | Hal-Hal yang Dimakruhkan Dalam Shalat


HAL-HAL YANG DIMAKRUHKAN DALAM SHALAT

1. Menengadahkan pandangan ke atas. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah :

ما بال أقوام يرفعون أبصارهم إلى السماء في صلاتهم؟ لينتهن أو لتخطفن أبصارهم

“Apa yang membuat orang-orang itu mengangkat penglihatan mereka ke langit dalam shalat mereka? Hendaklah mereka berhenti dari hal itu atau (kalau tidak), niscaya akan tersambar penglihatan mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkannya dengan makna yang sama)

2. Meletakkan tangan di pinggang. Hal ini berdasarkan larangan Rasulullah meletakkan tangan di pinggang ketika shalat. (Muttafaq `alaih)

3. Menoleh atau melirik, terkecuali apabila diperlukan. Hal ini berdasarkan perkataan Aisyah, “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang seseorang yang menoleh dalam keadaan shalat, beliau menjawab:

هو اختلاس يختلسه الشيطان من صلاة العبد

“Itu adalah pencurian yang dilakukan setan dari shalat seorang hamba.” (HR. Al-Bukhari dan Abu Daud, lafazh ini dari riwayatnya)

4. Melakukan pekerjaan yang sia-sia, serta segala yang membuat orang lalai dalam shalatnya atau menghilangkan kekhusyu’an shalatnya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah :

اسكنوا في الصلاة

“Hendaklah kamu tenang dalam melaksanakan shalat.” (HR. Muslim)

5. Menaikkan rambut yang terurai atau melipatkan lengan baju yang terulur. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah :

أمرت أن أسجد على سبعة أعظم و لا أكفّ ثوبا و لا شعرا

“Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh anggota badan dan tidak boleh melipat baju atau menaikkan rambut (yang terulur).” (Muttafaq `alaih)

6. Menyapu kerikil yang ada di tempat sujud (dengan tangan) dan meratakan tanah lebih dari sekali. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah :

عن معيقب قال : ذكر النبيّ صلّى الله عليه و سلّم المسح في المسجد يعني الحصى قال: إن كنت لا بدّ فاعلا فواحدة

“Dari Mu’aiqib, ia berkata, Rasulullah menyebutkan tentang menyapu di masjid (ketika shalat), maksudnya menyapu kerikil (dengan telapak tangan). Beliau bersabda, ‘Apabila memang harus berbuat begitu, maka hendaktah sekali saja’.” (HR. Muslim)

عن معيقب أيضا أنّ رسول الله صلّى الله عليه و سلّم قال في الرجل يسوّي التراب حيث يسجد قال إن كنت فاعلا فواحدة

“Dari Mu’aigib pula, bahwa Rasulullah bersabda tentang seseorang yang meratakan tanah pada tempat sujudnya (dengan telapak tangan), beliau bersabda, ‘Kalau kamu melakukannya, maka hendaklah sekali saja’.” (Muttafaq ‘alaih)

7. Mengulurkan pakaian sampai mengenai lantai dan menutup mulut (tanpa alasan). Hal ini didasari oleh hadits:

عن أبي هريرة صلّى الله عليه و سلّم قال: نهى رسول الله صلّى الله عليه و سلّم عن السدل في الصلاة و أن يغطّي الرجل فاه

Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Rasulullah melarang mengulurkan pakaian sampai mengenai lantai dalam shalat dan menutup mulut.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan lainnya, hadits hasan)

Adapun jika menutup mulut karena hal seperti menguap ataupun yang lainnya maka hal tersebut dibolehkan sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits.

8. Shalat di hadapan makanan. Ini berdasarkan sabda Rasulullah:

لا صلاة بحضرة الطعام

“Tidak sempurna shalat (yang dikerjakan setelah) makanan dihidangkan.” (HR. Muslim)

9. Shalat sambil menahan buang air kecil atau besar, dan sebagainya yang mengganggu ketenangan hati. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah

لا صلاة بحضرة الطعام و لا و هو يدافعه الأخبثان

“Tidak sempurna shalat (yang dikerjakan setelah) makanan dihidangkan dan shalat seseorang yang menahan buang air kecil dan besar.” (HR. Muslim)

10. Shalat ketika sudah terlalu mengantuk. Rasulullah bersabda:

إذا نعس أحدكم و هو يصلّي فليرقد  حتّى يذهب عنه النوم، فإنّ أحدكم إذا صلّى و هو ناعس لا يدري لعلّه يذهب يستغفر فيسبّ نفسه

“Apabila salah seorang di antara kamu ada yang mengantuk dalam keadaan shalat, maka hendaklah ia tidur sampai hilang rasa kantuknya. Maka sesungguhnya apabila salah seorang diantara kamu ada yang shalat dalam keadaan mengantuk, dia tidak akan tahu apa yang ia lakukan, barangkali ia bermaksud minta ampun kepada Allah, ternyata dia malah mencerca dirinya sendiri.” (Muttafaq `alaih)

Sumber : Panduan Praktis Rukun Islam, Darul Haq, Jakarta. Cetakan I, Rajab 1422 H. / Oktober 2001 M.

Artikel TigaLandasanUtama.WordPress.Com

Dapatkan E-Book dan Ceramah Tentang Shalat pada halaman ini.

Penjelasan Lebih Rinci Tentang Tatacara Shalat Dilengkapi dengan Video Tutorial Shalat dapat Anda simak di Carasholat.Com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s