Rukun Kedua : Shalat | Hal-Hal yang Diperbolehkan Dalam Shalat


HAL-HAL YANG DIPERBOLEHKAN DI DALAM SHALAT

1. Membetulkan bacaan imam. Apabila imam lupa ayat tertentu maka makmum boleh mengingatkan ayat tersebut kepada imam. Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar:

أنّ النّبيّ صلّى الله عليه و سلّم صلّى صلاةً فقرأ فيها فالتبس عليه فلمّا فرغ قال لأُبَي : أشهدت معنا؟. قال: نعم. قال: فما منعك أن تفتح عليّ؟

“Bahwa Nabi shalat, kemudian beliau membaca suatu ayat, lalu beliau salah dalam membaca ayat tersebut. Setelah selesai shalat beliau bersabda kepada Ubay, ‘Apakah kamu shalat bersama kami?’, Ia menjawab, ‘Ya’. Kemudian beliau bersabda ‘Apakah yang menghalangimu untuk membetulkan bacaanku’.” (HR. Abu Daud, Al-Hakim dan Ibnu Hibban. Shahih)

2. Bertasbih (bagi laki-laki) atau bertepuk tangan (bagi wanita) apabila terjadi sesuatu hal, seperti ingin menegur imam yang lupa atau membimbing orang yang buta dan sebagainya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah:

من نابه شيء في صلاته فليسبّح فإنّما التّصفيق للنّساء

“Barangsiapa terjadi padanya sesuatu dalam shalat, maka hendaklah bertasbih, sedangkan bertepuk tangan hanya untuk perempuan saja.” (Muttafaq `alaih)

3. Membunuh ular, kalajengking dan sebagainya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah :

اقتلوا الأسودين في الصّلاة الحيّة و العقرب

“Bunuhlah kedua binatang yang hitam itu sekalipun dalam (keadaan) shalat, yaitu ular dan kalajengking.” (HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi dan lainnya, shahih)

4. Mendorong orang yang melintas di hadapannya ketika shalat. Hal int berdasarkan sabda Rasulullah

إذا صلّى أحدكم إلى شيء يستره من النّاس فأراد أحد أن يجتاز بين يديه فليدفعه  فإن أبى فليقاتله فإنّما هو الشيطان

“Apabila salah seorang di antara kamu shalat menghadap ke arah sesuatu yang menjadi pembatas baginya dari manusia, kemudian ada yang mau melintas di hadapannya, maka hendaklah dia mendorongnya dan jika dia memaksa maka perangilah (cegahlah dengan keras). Sesungguhnya (perbuatannya) itu adalah (atas dorongan) setan.” (Muttafaq lalaih)

5. Membalas dengan isyarat apabila ada yang mengajaknya bicara atau ada yang memberi salam kepadanya. Dasamya ialah hadits Jabir bin Abdullah.

أَرْسَلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُنْطَلِقٌ إِلَى بَنِي الْمُصْطَلِقِ ، فَأَتَيْتُهُ وَهُوَ يُصَلِّي عَلَى بَعِيرِهِ فَكَلَّمْتُهُ ، فَقَالَ لِي بِيَدِهِ هَكَذَا ، ثُمَّ كَلَّمْتُهُ ، فَقَالَ لِي بِيَدِهِ هَكَذَا ، وَأَنَا أَسْمَعُهُ يَقْرَأُ وَيُومِئُ بِرَأْسِهِ فَلَمَّا فَرَغَ ، قَالَ : ” مَا فَعَلْتَ فِي الَّذِي أَرْسَلْتُكَ ، فَإِنَّهُ لَمْ يَمْنَعْنِي أَنْ أُكَلِّمَكَ إِلا أَنِّي كُنْتُ أُصَلِّي

Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, “Telah mengutusku Rasulullah sedang beliau pergi ke Bani Musthaliq. Kemudian beliau saya temui sedang shalat di atas untanya, maka saya pun berbicara kepadanya. Kemudian beliau memberi isyarat dengan tangannya. Saya berbicara lagi kepada beliau, kemudian beliau kembali memberi isyarat sedang saya mendengar beliau membaca sambil memberi isyarat dengan kepalanya. Ketika beliau selesai dari shalatnya beliau bersabda, ‘Apa yang kamu kerjakan dengan perintahku tadi? Sebenarnya tidak ada yang menghalangiku untuk bicara kecuali karena aku dalam keadaan shalat’.” (HR. Muslim)

مررتُ برسول الله صلى الله عليه وسلم وهو يصلي فسلمت عليه فرد إشارة . وقال:ولا أعلمه إلا قال:إشارة بإصبعه

Dari Ibnu Umar dari Shuhaib, ia berkata: “Aku telah melewati Rasulullah ketika beliau sedang shalat, maka aku beri salam kepadanya, beliau pun membalasnya dengan isyarat.” Berkata Ibnu Umar: “Aku tidak tahu terkecuali ia (Shuhaib) berkata dengan isyarat jari-jarinya.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan selain mereka, hadits shahih)

Dari sini dapat kita ketahui, bahwa isyarat itu terkadang dengan tangan atau dengan anggukan kepala atau dengan jari.

6. Menggendong bayi ketika shalat. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah. Dari Abu Qatadah Al-Anshari berkata:

رأيت  النبي صلى الله عليه وسلم يؤم الناس ، وأمامة بنت أبي العاص وهي ابنة زينب بنت النبي صلى الله عليه وسلم ، على عاتقه ،  فإذا ركع ، وضعها ، وإذا رفع من السجود ، أعادها

“Aku melihat Nabi mengimami shalat sedangkan Umamah binti Abi Al-‘Ash, yaitu anak Zainab putri beliau berada di pundak beliau. Apabila beliau ruku’, beliau meletakkannya dan apabila beliau bangkit dari sujudnya beliau kembalikan lagi Umamah itu ke pundak beliau.” (HR. HR. Muslim)

7. Berjalan sedikit karna keperluan. Dalilnya adalah hadits Aisyah:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي وَالْبَابُ عَلَيْهِ مُغْلَقٌ فَجِئْتُ فَاسْتَفْتَحْتُ , فَمَشَى فَفَتَحَ لِي , ثُمَّ رَجَعَ إِلَى مُصَلاهُ ” , وَذَكَرَتْ أَنَّ الْبَابَ كَانَ فِي الْقِبْلَةِ

Dari Aisyah , ia berkata, “Rasulullah sedang shalat di dalam rumah, sedangkan pintu tertutup, kemudian aku datang dan minta dibukakan pintu, beliau pun berjalan menuju pintu dan membukakannya untukku, kemudian beliau kembali ke tempat shalatnya. Dan terbayang bagiku bahwa pintu itu menghadap kiblat.” (HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi dan lainnya, hadits hasan)

8. Melakukan gerakan ringan, seperti membetulkan shaf dengan mendorong seseorang ke depan atau menariknya ke belakang, menggeser makmum dari kiri ke kanan, membetulkan pakaian, berdehem ketika perlu, menggaruk badan dengan tangan, atau meletakkan tangan ke mulut ketika menguap. Hal ini berdasarkan hadits berikut:

بت عند خالتي «فقام النبي صلى الله عليه وسلم يصلي من الليل، فقمت أصلي معه، فقمت عن يساره، فأخذ برأسي، فأقامني عن يمينه

Dari lbnu Abbas, ia berkata, “Aku pernah menginap di (rumah) bibiku, Maimunah, tiba-tiba Nabi bangun di waktu malam mendirikan shalat, maka aku pun ikut bangun, lalu aku ikut shalat bersama Nabi. Aku berdiri di samping kiri beliau, lalu beliau menarik kepalaku dan menempatkanku di sebelah kanannya.” (Muttafaq `alaih)

Sumber : Panduan Praktis Rukun Islam, Darul Haq, Jakarta. Cetakan I, Rajab 1422 H. / Oktober 2001 M.

Artikel TigaLandasanUtama.WordPress.Com

Dapatkan E-Book dan Ceramah Tentang Shalat pada halaman ini.

Penjelasan Lebih Rinci Tentang Tatacara Shalat Dilengkapi dengan Video Tutorial Shalat dapat Anda simak di Carasholat.Com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s