Rukun Kedua : Shalat | Wajib-Wajib Shalat


HAL-HAL YANG WAJIB DILAKSANAKAN PADA WAKTU SHALAT

Yang dimaksud dengan hal-hal yang wajib dilaksanakan itu ialah yang apabila ditinggalkan dengan sengaja menyebabkan shalat seseorang batal, akan tetapi kalau dikarenakan lupa maka tidak mengapa, namun diganti dengan sujud sahwi. Berikut ini penjelasannya.

1. Membaca takbir perpindahan pada tiap perpindahan dari satu gerakan kepada gerakan lain, seperti ketika bangkit untuk berdiri atau sebaliknya (terkecuali ketika bangkit dari ruku’). Hal ini berdasarkan perkataan Ibnu Mas’ud :

رأيت النبيّ صلى الله عليه و سلّم يُكبّر في كلّ خفض و رفع و قيام و قعود

“Aku melihat Nabi selalu membaca takbir ketika merendahkan dan mengangkat (kepala) ketika berdiri dan duduk.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasai dan lainnya, hadits shahih)

2. Membaca : [سبحان ربّي العظيم] (Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung) sekali ketika ruku’. Hal ini berdasarkan perkataan Hudzaifah ibnul Yaman dalam haditsnya:

.. فكان -يعني النبيّ صلى الله عليه و سلّم – يقول في ركوعه : سبحان ربّي العظيم، و في سجوده : سبحان ربّي الأعلى

“Nabi membaca [سبحان ربّي العظيم] di dalam ruku’nya dan di dalam sujudnya membaca [سبحان ربّي الأعلى] (Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi)

3. Membaca [سبحان ربّي الأعلى] (Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi) sekali di dalam sujud. Hal ini berdasarkan hadits Hudzaifah di atas.

4. Membaca [سمع الله لمن حمده] (Allah Maha Mendengar hamba yang memujiNya) bagi imam dan orang yang shalat sendirian. Hal ini berdasarkan hadits Abu Hurairah :

أنّ النبيّ صلى الله عليه و سلّم يقول : سمع الله لمن حمده، حين يرفع صلبه من الرَّكعَةِ ثمّ يقول و هو قائم : ربّنا و لك الحمد

“Sesungguhnya Nabi membaca [سمع الله لمن حمده] ketika bangkit dari ruku’, kemudian masih dalam keadaan berdiri beliau membaca [ربّنا و لك الحمد]. (Muttafaq ‘alaih)

5. Membaca [ربّنا و لك الحمد] (Wahai Rabb kami bagiMu segala pujian) bagi imam dan makmum dan orang yang shalat sendirian. Hal ini berdasarkan hadits yang disebutkan di atas. Juga berdasarkan sabda Rasulullah :

إذا قال الإمام : سمع الله لمن حمده، فقولوا : اللّهم ربّنا و لك الحمد

“Apabila imam membaca [سمع الله لمن حمده] maka bacalah [اللّهم ربّنا و لك الحمد].” (Muttafaq ‘alaih)

6. Membaca do’a berikut di antara dua sujud:

اللّهمّ اغفرلي وارحمني و عافني واهدني وارزقني

“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berikanlah keselamatan, petunjuk dan rizki kepadaku.” Atau membaca:

  ربّ اغفرليربّ اغفرلي

“Wahat Rabbku ampunilah aku.” Karena Rasulullah membaca itu.

7. Tasyahhud awal.

8. Duduk untuk melakukan tasyahhud awal. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah kepada Rifa’ah bin Rafi’:

إذا أنت قمت في صلاتك فكبّر الله تعالى ثمّ اقرأ ما تيسّر معك من القرآن، فإذا جلست في وسط الصلاة فاطمئنّ و افترش فخذك اليسرى  ثمّ تشهّد

“Apabila kamu melaksanakan shalat, maka bacalah takbir, lalu bacalah apa yang mudah menurut kamu dart ayat Al-Qur’an. Kemudian apabila kamu duduk di pertengahan shalatmu maka hendaklah disertai tuma’ninah, dan duduklah secara iftirasy (bertumpu pada paha kiri), kemudian bacalah tasyahud. “ (HR. Abu Daud dan Al-Baihaqi dari jalannya, hadits hasan)

Sumber : Panduan Praktis Rukun Islam, Darul Haq, Jakarta. Cetakan I, Rajab 1422 H. / Oktober 2001 M.

Artikel TigaLandasanUtama.WordPress.Com

Dapatkan E-Book dan Ceramah Tentang Shalat pada halaman ini.

Penjelasan Lebih Rinci Tentang Tatacara Shalat Dilengkapi dengan Video Tutorial Shalat dapat Anda simak di Carasholat.Com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s