Adab-Adab Salam Dan Mengucapkan Salam [Bagian Keenam]


8. Disunnahkan orang yang berkendara memberikan salam kepada orang yang berjalan kaki, orang yang berjalan kepada yang duduk, yang sedikit kepada yang banyak dan yang kecil kepada yang besar.

Berkaitan dengan masalah itu, ada beberapa hadits yang shahih sebagai dalil diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersdabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يسلم الراكب على الماشي، والماشي على القاعد، والقليل على الكثير

“Hendaklah orang yang berkendara memberi salam kepada yang berjalan dan yang berjalan kepada yang duduk dan yang kecil kepada yang besar”.[HR. Al-Bukhari 6232 dan Muslim 2160]

Pada riwayat Al-Bukhari:

 يسلم الصغير على الكبير، والمار على القاعد، والقليل على الكثير

“Hendaklah memberi salam yang kecil kepada yang besar dan yang berjalan kepada yang duduk dan yang sedikit kepada yang banyak”.[HR. Al-Bukhari no.6231]

Sebagian ulama telah menjelaskan tentang hikmah mereka didahulukan untuk mengucapkan, ulama tersebut mengatakan, “Salamnya anak kecil kepada orang dewasa merupakan hak orang dewasa untuk dihormati dan dimuliakan dan ini merupakan adab yang sepantasnya untuk dijalankan.

Demikian pula salamnya orang yang berada diatas kendaraan kepada orang yang berjalan akan mengantarkan sikap tawadhu’ pada diri seseorang yang berada diatas kendaraan dan menjauhkannya dari kesombongan. Dan salamnya orang yang berjalan kepada orang yang sedang duduk hukumnya disamakan dengan tuan rumah. Serta salamnya orang yang sedikit kepada orang yang banyak adalah merupakan hak bagi mereka karena mereka memiliki hak yang besar”[Lihat Fathul Baari (19/11)3].

Masalah :

Apakah seseorang yang menyalahi hukum tersebut mendapatkan akibat dari perbuatannya, semisal jika yang besar mengucapkan salam kepada anak kecil, yang duduk kepada yang berjalan, yang berjalan kepada yang berkendara, dan yang banyak kepada yang sedikit?

Jawab :

Tidak ada dosa bagi orang yang menyalahi tuntunan Sunnah tersebut akan tetapi dia telah meninggalkan yang utama.

Al – Maaziri berkata: “Tidak mengharuskan seseorang yang meninggalkan perkara yang Sunnah terjerumus pada suatu yang makruh, melainkan hanya sebatas meninggalkan perkara yang lebih utama. Maka apabila seseorang yang dianjurkan untuk memulai salam, namun yang lainnya mendahului, maka yang ornag yang dianjurkan memulai slaam tersebut telah meninggalkan amalan yang Sunnah sementara orang lain yang melakukannya telah melakukan amalan yang sunnah. Kecuali apabila ia mendahuluinya maka diapun meninggalkan perkara yang disunahkan juga”[Fathul Baari (19/11)].

Masalah lainnya :

Apabila bertemu orang yang sama-sama berjalan atau yang sama-sama berkendara, siapakah yang lebih dahulu untuk memberikan salam?

Jawab :

Jika demikian keadaanya, maka hendaklah yang lebih muda memberikan salam kepada yang lebih dewasa berdasarkan hadits yang telah lalu. Seandainya umur mereka sama, dan juga dari sisi manapun mereka sama, maka yang lebih baik diantara mereka berdua adalah yang paling pertama memulai salam, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

وخيرهما الذي يبدأ بالسلام

Yang lebih baik dari keduanya adalah yang pertama memberikan salam”.[HR. Al-Bukhari (6077)]

Diriwayatkan dari hadist dua orang yang saling memboikot satu dengan lainnya.

Dan berdasarkan hadits Jabir, beliau berkata:

الماشيان إذا اجتمعا فأيهما بدأ بالسلام فهو أفضل

Jika bergabung (bertemu) dua orang yang sedang berjalan, maka yang pertama memulai salam adalah yang paling uatama”.[HR. Al-Bukhari dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad (994) dan Ibnu Hajar menshahihkan sanadnya dalam Fathul Baari (11/18) Dan Asy-Syaikh Al-Albaniy menshahihkannya dalam Shahih Adabul Mufrad (1146)]

Masalah ketiga :

Apabila bertemu dua orang yang sedang berjalan kemudian ada yang menghalanginya seperti pohon atau pagar dan yang lainnya, apakah disyariatkan bagi mereka untuk mengucapkan salam jika bertemu lagi?

Jawab :

Ya, disyariatkan bagi mereka untuk saling mengucapkan salam walaupun mereka bertemu berulang kali, setelah tidak ada yang menghalangi.

Hal ini berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasannya dia berkata:

إذا لقي أحدكم أخاه فليسلم عليه، فإن حالت بينهما شجرة أو جدار أو حجر ثم لقيه فليسلم عليه

Apabila seorang dari kalian bertemu saudaranya maka ucapkanlah salam kepadanya, apabila ada penghalang diantara mereka seperti, pohon atau pagar atau batu, kemudian mereka bertemu lagi maka hendaklah mereka saling memberikan salam.”[HR. Abu Daud (5200) dengan dua sanad yang salah satunnya marfu’ (sampai kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) sedangkan yang satu lagi mauquf (sampai kepada sahabat) dan Al-Albaniy berkata, “Shahih secara mauquf dan secara marfu’)]

Sumber : Ensiklopedia Adab dan Akhlak Muslim

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s