Adab-Adab Salam Dan Mengucapkan Salam [Bagian Kelima]


6. Diantara sunnah adalah menyamaratakan salam

maksudnya adalah mengucapkan salam kepada orang yang kita kenal maupun kepada orang yang tidak kita kenal.

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan didalam Ash-Shahihain dan selainnya,

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما أن رجلاً سأل النبي صلى الله عليه وسلم : أي الإسلام خير ؟ قال: تطعم الطعام وتقرأ السلام على من عرفت ومن لم تعرف

Dari Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhu, bahwasannya seseorang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Apakah amalan yang paling baik didalam Islam?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal”. [Perkataan ini di kaitkan kepada kaum muslimin dan bukan yang lainnya, maka tidak masuk padanya orang kafir karena tidak akan diterima do’a untuk mereka.]

Hadist ini berisi anjuran untuk menyampaikan dan menyebarkan salam diantara manusia, karena padanya terdapat kemashlahatan yang sangat besar diantaranya adanya untuk menyatukan sesama kaum muslimin dan menentramkan hati bagi yang lainnya. Sebaliknya jika memberikan salam hanya kepada orang orang yang tertentu saja, artinya hanya kepada orang–orang yang dikenal. Maka perbuatan seperti ini bukan perbuatan yang terpuji bahkan memberikan salam hanya kepada orang-orang tertentu saja merupakan tanda-tanda hari kiamat.

Dalam musnad Imam Ahmad terdapat hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwasannya beliau berkata:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن من أشراط الساعة إذا كانت التحية على المعرفة . وفي رواية: أن يسلَّم الرجل على الرجل، لا يسلم عليه إلا للمعرفة . وفي رواية : إن بين يدي الساعة تسليم الخاصة…الحديث

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ Sesungguhnya diantara tanda-tanda hari kiamat adalah jika ucapan salam disampaikan hanya terhadap orang yang dikenalnya saja”. Dan dalam riwayat yang lain disebutkan: “Seseorang mengucapkan salam kepada seseorang lainnya, dan tidaklah ia mengucapkan salam itu kecuali hanya kepada orang yang dikenalnya saja”.[HR.Al-Bukhari no.12 dan Muslim no.39]

7. Di sunahkan bagi yang datang mendahului mengucapkan salam.

Ini adalah perkara yang sangat populer dan tersebar ditengah-tengah manusia, dan sekian banyak nash syara’ mendukung amalan terseut. Dimana sunnahnya mengucapkan salam adalah bagi seseorang yang datang/mengunjungi mendahului dalam memberikan salam tanpa saling menunggu. Dan telah lalu pembahasan tentang tiga orang yang datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata yang pertama: “Assalamu ’alaikum warahmatullahi wa barakatuh, dan yang kedua berkata: “Assalaamu ’alaikum warahmatullah, kemudian yang ketiga mengatakan: “Assalaamu ’alaikum”.

An-Nawawi berkata:

أما  إذا ورد على قعود أو قاعد، فإن الوارد يبدأ بالسلام على كل حال، سواء كان صغيراً أو كبيراً، قليلاً أو كثيراً

“Adapun apabila mendatangi beberapa orang yang sedang duduk-duduk atau yang duduk sendiri, maka hendaklah yang mendatangi memulai salam kepada terlebih dahulu kepada setiap orang yang didatanginya baik seorang anak yang masih kecil atau orang yang sudah dewasa, sedikit maupun banyak[Al-Adzkar hal.370].

Sumber : Ensiklopedia Adab dan Akhlak Muslim

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s