Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama | Landasan Pertama | Macam-Macam Ibadah : Nadzar


Dalil nadzar adalah firman Allah:

يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْماً كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيراً

“Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.” (Al-Insaan : 7)

Perkataan penulis: “dan dalil untuk nadzar ialah Firman Allah: [يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْماً كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيراً ] “Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang adzabnya merata di mana-mana”.”

Nadzar adalah seorang yang mewajibkan dirinya untuk melaksanakan sesuatu yang pada asalnya tidak wajib. Ia mengharuskan dirinya untuk bersedekah, berpuasa, shalat dan lain-lain, sama halnya yang ia kaitkan dengan sesuatu seperti “jika Allah menyembuhkanku, aku akan berpuasa tiga hari” atau “aku akan menyedekahkan ini.”. Atau tanpa mengaitkannya dengan sesuatu, seperti mengatakan: “demi Allah aku harus menyedekahkan ini.”. Kebanyakan para ulama berpendapat bahwa hukumnya adalah makruh dan sebahagian ada yang mengatakan haram, karena Rasulullah telah melarangnya dan bersabda:

إنه لا يأتي بخير وإنما يستخرج به من البخيل

“Nadzar itu tidak dapat mendatangkan kebaikan, hanya dikeluarkan oleh orang yang bakhil (pelit).” [Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhary (11/499). Muslim (no 1639) dan lafadz seperti menurut riwayatnya.]

Namun bila hal tersebut terlanjur dilakukan maka wajib untuk menunaikannya. Sisi pengambilan dalil dari ayat ini adalah nadzar merupakan ibadah. Allah memuji orang-orang yang melaksanakan nadzarnya. Setiap perkara yang dipuji oleh syariat atau memuji orang yang melaksanakannya maka amalan tersebut termasuk ibadah. Oleh karena itu Allah Ta’ala memerintahkan untuk melaksanakannya dalam Firman-Nya:

وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ

artinya “hendaklah mereka menunaikan nadzarnya” [Al-Hajj : 29]. Yakni amalan haji mereka dinamakan nadzar, karena barangsiapa berniat ihram untuk melaksanakan haji berarti ia telah mewajibkan dirinya untuk menyempurnakan hajinya. Rasulullah bersabda:

من نذر أن يطيع الله فليطعه

“Barangsiapa bernadzar untuk mentaati Allah maka hendaklah ia tunaikan nadzarnya.” [ Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhary (no 6696)]

Nadzar adalah ibadah, siapapun tidak boleh bernadzar untuk selain Allah Ta’ala. Barangsiapa bernadzar untuk berhala, nabi atau yang semisalnya maka nadzar tersebut batil dan haram untuk dilaksanakan menurut ijma’ ulama dan hendaklah ia meminta ampunan kepada Allah atas perbuatannya itu. [Lihat Taisiril Azizil Hamid (hal 203)]

Firman-Nya: [يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْماً كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيراً ] “Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana” yaitu  yang merata ditengah-tengah manusia kecuali yang mendapatkan rahmat dari Allah.

Sumber : Syarah 3 Landasan Utama karya Abdullah bin Shalih Al-Fauzan, At-Tibyan Solo.

Artikel TigaLandasanUtama.Wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s