Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama | Landasan Pertama | Macam-Macam Ibadah : Istighatsah


Dalil istighatsah adalah firman Allah:

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu.” (Al-Anfaal : 9)

Perkataan penulis: “dan dalil istighatsah adalah firman Allah Ta’ala: [إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ] “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu.”

[الاستغاثة] Istighatsah ialah engkau memohon bantuan kepada siapa saja yang sanggup agar menyelamatkanmu dari kebinasan atau kesusahan.

Perbedaan antara istighatsah dan isti’adzah, isti’adzah artinya engkau memintanya agar untuk menjagamu, mencegah dan melindungimu (dari sesuatu yang tidak kamu sukai). Sedangkan istighatsah adalah permohonan untuk melepaskanmu dari kesulitan, hal ini tentunya hanya untuk Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Istighatsah sama seperti isti’anah yang di dalamnya terkandung sikap selalu membutuhkan Allah secara sempurna dan meyakini bahwa hanya Allah saja yang memberinya kecukupan.

Allah berfirman: [إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ] artinya: Ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu. Ayat ini turun ketika perang Badar Kubra, waktu itu pasukan orang musyrik tiga kali lebih banyak dari pada pasukan muslimin. Pasukan muslimin di bawah pimpinan Rasulullah memohon kepada Allah agar diberi pertolongan khusus untuk menghadapi keadaan yang sedang mereka hadapi. Dalam sebuah hadits dari Umar Bin Khathtab berkata: “Ketika perang Badar Rasulullah mengarahkan pandangannya kepada para sahabat yang jumlahnya kurang lebih tiga ratus personil kemudian beliau melihat pasukan musyrikin yang berjumlah lebih dari seribu personil, dalam riwayat lain antara sembilan ratus sampai seribu personil. Lantas Rasulullah menghadap ke kiblat, dengan selendang dan sarung dipundak beliau seraya berdoa:

اللهم أنجز لي ما وعدتني، اللهم إن تهلك هذه العصابة من أهل الإسلام فلا تعبد في الأرض أبدًا

“Ya Allah laksanakanlah apa yang Engkau telah janjikan kepadaku. Ya Allah, jika pasukan Islam hancur, maka Engkau tidak akan disembah di muka bumi selamanya.”

Beliau terus meminta bantuan dan pertolongan dari Rabbnya seraya terus mengangkat tangan beliau sampai sorban beliau terjatuh dari pundaknya, lalu diambil oleh Abu Bakar dan ia kembalikan lagi ke pundak beliau, kemudian dari belakang Rasulullah , ia berkata: “Wahai Rasulullah, cukuplah permohonanmu kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia akan memenuhi janji-Nya.” Lalu Allah menurunkan wahyu-Nya:

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلآئِكَةِ مُرْدِفِينَ

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” [Dikeluarkan oleh Muslim (no 1762), Ahmad (1/30-31)]

Sumber : Syarah 3 Landasan Utama karya Abdullah bin Shalih Al-Fauzan, At-Tibyan Solo.

Artikel TigaLandasanUtama.Wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s