Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama | Landasan Pertama | Macam-Macam Ibadah : Isti’adzah


Dalil isti’adzah adalah firman Allah:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh.” (Al-Falaq : 1) Dan firman-Nya:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb manusia.” (An-Naas : 1)

Perkataan penulis: “Dan dalil isti’adzah (meminta perlindungan) ialah Firman Allah Ta’ala:  [قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ] (katakanlah: “aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh) dan Firman-Nya: [قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ] (Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb manusia)”

Isti’adzah adalah meminta perlindungan kepada yang diyakini dapat memberikan perlindungan. Isti’adzah (meminta perlindungan) kepada Allah Ta’ala di dalamnya terkandung sikap selalu membutuhkan Allah secara sempurna, meminta perlindungan dan meyakini Dia-lah yang memberinya kecukupan dan perlindungan yang sempurna dari segala marabahaya. Dan tentunya tidak diragukan lagi bahwa makna (isti’adzah) seperti ini tentunya hanya boleh ditujukan untuk Allah. Dan termasuk meminta tolong kepada Allah : Isti’adzah dengan sifat-sifat-Nya, dengan kalimat-kalimat keagungan-Nya dan lain-lain sebagaimana yang tertera dalam dzikir rutin, dalam hadits shahih disebutkan:

“Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-makhluk-Nya. [Hadits dikeluarkan oleh Muslim No. 2708]

“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dan keburukan yang saya temui dan saya takuti.” [Hadits dikeluarkan oleh Muslim No. 2202]

Ini merupakan bentuk isti’adzah kepada Allah.

Adapun Isti’adzah kepada mayit atau orang hidup yang tidak hadir di hadapannya meski dapat membantunya, maka hal ini adalah perbuatan syirik sebagaimana telah dijelaskan dalam pembahasan isti’anah. Adapun isti’adzah kepada makhluk yang mungkin dapat melindungi, maka hal ini tidaklah mengapa sebagaimana jika engkau lari dari binatang buas dan engkau meminta perlindungan dari seseorang, atau engkau lari dari musuhmu dan meminta perlindungan kepada seseorang. Dan terkadang perlindungan itu berupa tempat, seperti dengan memanjat pohon, atau masuk ke dalam suatu tempat, hal itu tidaklah mengapa.

Firman-Nya [قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ] dan [قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ] ini adalah perintah dari Allah kepada Nabi dan termasuk juga umatnya.

[أَعُوذُ]  artinya: Aku berlindung, aku membentengi diri.

[الْفَلَقِ] ialah waktu subuh. Maknanya –wallahu A’ alam– bahwa Allah Maha Kuasa untuk menghilangkan kegelapan dari alam ini sebagaimana Dia juga Maha Kuasa untuk melindungi hamba-Nya dari apa yang mereka takutkan.

[قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ] maknanya yang telah menciptakan mereka dan yang memperbaiki keadaan mereka.

Kedua ayat di atas merupakan dalil wajibnya isti’adzah kepada Allah Ta’ala dari segala kejahatan dan Allah Maha Kuasa melindungi hamba-Nya dan mencegah kejahatan yang hendak menimpa diri mereka. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dan ‘Uqbah Bin ‘Amir disebutkan bahwa ia berkata: Rasulullah bersabda :

ألم تر آيات أنزلت الليلة لم ير مثلهن قط ؟ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ و قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاس

“Tidakkah kalian tahu ayat-ayat yang turun tadi malam dan menurutku tidak ada surat yang menyamai keduanya, yaitu قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ dan قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاس ” [Hadits dikeluarkan oleh Muslim (814), At-Tirmidzy (5/453)]

Sumber : Syarah 3 Landasan Utama karya Abdullah bin Shalih Al-Fauzan, At-Tibyan Solo.

Artikel TigaLandasanUtama.Wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s