Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama | Landasan Pertama | Macam-Macam Ibadah : Inabah


Dalil inabah adalah firman Allah:

وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ

“Dan kembalilah kamu kepada Rabbmu, dan berserah dirilah kepada-Nya.” (Az-Zumar : 54)

Perkataan penulis : [وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ] “dan dalil al-inabah (taubat) adalah firman Allah Dan kembalilah kamu kepada Rabbmu, dan berserah dirilah kepada-Nya” [Az-Zumar : 54]

Al-Inabah maknanya ialah taubat, namun sebahagian ulama berkata mengatakan bahwa Al-Inabah lebih tinggi dari pada taubat, karena taubat adalah meninggalkan dan menyesali dosa yang telah dilakukan disertai dengan tekad tidak akan mengulangi.  Adapun al-inabah di samping mengandung ketiga makna tersebut, ditambah lagi dengan makna lain yaitu menghadap kepada Allah dengan melakukan ibadah. Jika seorang manusia meninggalkan kemaksiatan dan bertekad tidak akan mengulanginya lagi serta menyesali akan perbuatannya yang lalu dan terus melakukan ibadah maka orang ini disebut orang yang bertaubat, namun jika ibadahnya semakin bertambah setelah taubatnya maka orang ini dikatakan hamba yang munib (kembali) bertaubat kepada Allah.

Ibnul Qayyim kmenyebutkan bahwa al-inabah ada dua macam:

1- Inabah Rububiyah yaitu inabah semua makhluk baik mukmin maupun kafir, yang baik dan yang jahat. Allah berfirman:

وَإِذَا مَسَّ النَّاسَ ضُرٌّ دَعَوْا رَبَّهُم مُّنِيبِينَ إِلَيْهِ

“Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali bertaubat kepada-Nya,” [Ar-Ruum : 33]

Hal ini pasti terjadi pada semua orang yang berdo’a karena sedang tertimpa marabahaya. Jenis inabah ini tidak berarti orang yang melakukan inabah seperti ini dianggap muslim, karena hal ini bisa juga terjadi pada orang musyrik dan kafir. Sebagaimana Allah berfirman tentang keadaan mereka:

ثُمَّ إِذَا أَذَاقَهُم مِّنْهُ رَحْمَةً إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُم بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ | لِيَكْفُرُوا بِمَا آتَيْنَاهُمْ

“…Kemudian apabila Allah merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat daripada-Nya, tiba-tiba sebahagian dari pada mereka mempersekutukan Rabbnya, sehingga mereka mengingkari akan rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka..” [Ar-Ruum : 33-34]

2- Inabah Uluhiyah yaitu inabah para wali-Nya, inabah peribadatan dan kecintaan, yang mengandung empat perkara: kecintaan, merendahkan diri, menghadap kepada Allah dan berpaling dari selain-Nya. Hamba yang munib kepada Allah adalah orang yang bergegas untuk mencapai keridhaan Allah dan kembali kepada-Nya di setiap waktu dalam memohon seluruh kebutuharmya. Karena lafazh Al-inabah mengandung makna bergegas, kembali dan dilakukan dengan terus menerus. [Madaarijus Salikin (hal 1/434)]

Ayat ini menunjukkan bahwasanya Al-Inabah termasuk bagian dari ibadah dan Allah memerintahkan kita untuk mengerjakannya. Dan penulis (Syaikh Muhammad) hanya menyebutkan Al-Inabah dan tidak menyebutkan Taubat dalam jenis-jenis ibadah untuk meringkas pembahasan. Karena penggambaran tentang Inabah yang dilakukan oleh seorang hamba itu lebih jelas dari pada gambaran taubat karena adanya tambahan makna dari inabah sebagaimana telah dijelaskan di atas

Dan (yang dimaksud dalam) Firman-Nya [وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ  ] “Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu..” yaitu kembalilah kepadaNya dengan mengerjakan ketaatan. [وَأَسْلِمُوا لَهُ] “dan berserah dirilah kepada-Nya.” yang dimaksud dengan ayat yang mulia ini adalah Islam dalam makna Syar’i, yaitu menyerahkan diri dan patuh kepada syariat, dan ini tidak dilakukan kecuali oleh orang-orang yang taat. Orang yang taat adalah seorang muslim dalam arti kata Islam syar’i, karena dia patuh dengan hukum-hukum syari’at.

Adapun Islam Kauniy adalah makna yang kedua, yaitu patuh atau menyerah kepada hukum Allah yang bersifat kauniy dan ini tidak khusus untuk orang-orang yang taat saja. Dalilnya adalah firman Allah

وَلَهُ أَسْلَمَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعاً وَكَرْهاً

“Padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa.” [Ali Imran : 83] Maksudnya ialah ada yang berserah diri karena ketaatan dan ada juga yang berserah diri karena terpaksa.

Makna ayat ini bahwa semua yang ada di langit dan bumi taat dengan hukum Allah yang universal. Artinya mereka taat dengan apa yang telah ditetapkan Allah kepada mereka baik suka maupun tidak suka, inilah Islam kauniy. Adapun Islam syar’i ialah yang melakukannya mendapat pujian dan juga termasuk salah satu dari jenis ibadah yaitu makna inabah yang pertama.

Sumber : Syarah 3 Landasan Utama karya Abdullah bin Shalih Al-Fauzan, At-Tibyan Solo.

Artikel TigaLandasanUtama.Wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s