Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama | Landasan Pertama | Macam-Macam Ibadah : Khasy-syah


Dalil khasyyah (perasaan takut) adalah firman Allah:

فَلاَ تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي

Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). [Al-Baqarah : 150]

Perkataan penulis: Dalil khasyyah adalah firman Allah Ta’ala: [فَلاَ تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي] “Maka itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku”.

Telah berlalu keterangan bahwa [الخشية] khasyyah bermakna [الخوف] khauf (takut) namun [الخشية] khasyyah lebih khusus, karena ia adalah rasa takut yang berdasarkan ilmu dalam mengagungkan Dzat yang ditakuti.

Ar-Raghib berkata: [الخشية] Khasyyah adalah perasaan takut yang disertai dengan pengagungan. Biasanya perasaan seperti ini timbul dari pengetahuan tentang yang ditakuti tersebut. Oleh karena itu sifat ini dikhususkan untuk para ulama. Allah berfirman: [إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاء] “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” [Faathir : 28].  [ Al-Mufradat hal. 149]

Sisi pengambilan dalil dari ayat ini bahwa khasyyah muncul karena ibadah. Oleh karena itu Allah melarang kaum muslimin untuk khasyyah (takut) kepada orang-orang kafir, dan Dia memerintahkan agar khasyyah tersebut hanya untuk-Nya tidak ada sekutu bagi-Nya. Seperti Firman Allah

فَلاَ تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ

“Janganlah engkau takut kepada manusia tapi takutlah kepada-Ku.” [Al-Maaidah : 3]

Syeikh Abdur Rahman As-Sa’ady berkata: “Al-Khauf, al-khasyyah, al-khusyu’, al-ikhbaat dan al-wajal mempunyai arti  yang berdekatan. Al-Khauf mencegah manusia dari perbuatan haram, begitu juga alkhasyyah namun khasyyah  mempunyai nilai lebih yaitu disertai dengan pengetahuan terhadap Allah. Adapun khusyu’, ikhbaat dan wajal timbul dari perasaan khauf (takut) dan khasyyah kepada Allah sehingga seorang hamba merendahkan diri kepada Allah dan kembali (bertaubat) kepada-Nya dengan sepenuh hati serta muncul perasaan takut. Khusyu’ adalah konsentrasi ketika melaksanakan ketaatan kepada Allah disertai ketenangan lahir dan batin, ini adalah khusyu’ yang khusus. Adapun  khusyu’ yang tetap maksudnya sifat khusus seorang mukmin yang timbul dari kesempumaan pengetahuan hamba kepada
Rabbnya dan pengawasan Allah terhadap dirinya sehingga yang demikian itu terpatri dalam hati sebagaimana tertanamnya kecintaan dalam hatinya. [Fawaid Qur’aniyyah hal. 98]

Sumber : Syarah 3 Landasan Utama karya Abdullah bin Shalih Al-Fauzan, At-Tibyan Solo.

Artikel TigaLandasanUtama.Wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s