Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama | Landasan Pertama | Macam-Macam Ibadah : Raghbah, Rahbah dan Khusyu’


Dalil raghbah, rahbah dan khusyu’ adalah firman Allah:

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiyaa’ : 90)

Perkataan penulis: “Dalil raghbah, rahbah dan khusyu’ adalah firman Allah : [إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ ] “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami”.”

Ini adalah tiga jenis ibadah yang disebutkan dalam satu ayat.

Pertama: [الرهبة] Ar-Rahbah bermakna perasaan takut yang muncul lantaran adanya ancaman yang menakutkan. Yaitu perasan takut yang disertai dengan perbuatan. Berkata Ar-Raghib: Ar-Rahbah dan ar-rabh adalah rasa takut yang disertai dengan perasaan was-was dan gelisah. [Al-Mufradat Fi Gharibil Qur’an (hal 204)]

Kedua: [الرغبة] Ar-Raghbah artinya permintaan, merendahkan diri dan berdoa dengan sepenuh hati disertai kecintaan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Jika ia berdo’a dan mempunyai obsesi untuk mencapai hal yang diinginkan disebut raghbah.

Ketiga: [الخشوع] Khusyu’ adalah khudhu’ (merendahkan diri), ketenangan artinya sama dengan khudhu’, hanya saja khudhu’ biasanya berkaitan dengan anggota badan sedangkan khusyu’ berkaitan dengan hati, pandangan dan suara.

Allah berfirman: [الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ ] “(yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya” (Al-Mu’minun : 2)

Firman-Nya: [ وَخَشَعَت الْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَنِ ] “dan merendahlah semua suara” (Thaha : 108)

Firman-Nya:  [خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ] “dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya” (Al-Ma’aarij : 44).

Firman Allah :

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)” (Al-Hadiid : 16)

Dalil bagi ketiga jenis ibadah ini, bahwa Allah memuji para nabi yang telah disebutkan dalam surat ini- yaitu surat Al-Anbiya’- atau kepada nabi Zakariya —’alaihi shalatu wass Salaam- dan keluarganya.

Allah berfirman tentang mereka: [إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ] yakni mereka bergegas dalam melakukan ketaatan, melakukan kebaikan dan berlomba dalam mendekatkan diri kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa seorang muslim seharusnya bergegas dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah, sebagaimana firman Allah : [وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ] Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu (Ali Imran : 133)

Firman-Nya

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas.”

[الرَّغَب والرَّهَب] Ar-Raghbah dan Ar-Rahbah adalah kata dalam bentuk mashdar (kata dasar). [رغِبَ – يَرغب – رَغَبًا] raghiba, yarghabu, raghaban. [ورغبة] Raghbah maknanya merendahkan diri dan berdo’a dengan sepenuh hati. Sedangkan [رَهِبَ – يرهب – رَهَبًا] Rahiba, yarhabu, rahaban.  [ورهبة] Rahbah artinya merasa takut. Maknanya ayat di atas adalah “berdo’a kepada Kami dengan penuh cemas dan disertai dengan memohon rahmat dan takut terhadap siksa Kami.”

Firman-Nya [وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ] yakni merendahkan dan menghinakan diri. Allah Ta’ala memuji mereka karena memiliki sifat-sifat ini. Dan Allah tak akan memuji kecuali terhadap hamba-Nya yang taat beribadah kepada Allah Ta’ala.

Pada ayat tersebut menunjukkan bahwa sepantasnya bagi seorang yang berdo’a untuk mempunyai sifat ini yaitu antara raghbah (menginginkan) rahmat Allah Ta’ala dan rahbah (cemas) terhadap hukuman Allah Ta’ala dan juga khusyu’ dalam beribadah terutama ketika shalat dan berdo’a.

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباًً وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِين

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباًً وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِين

Sumber : Syarah 3 Landasan Utama karya Abdullah bin Shalih Al-Fauzan, At-Tibyan Solo.

Artikel TigaLandasanUtama.Wordpress.com

Iklan

One comment on “Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama | Landasan Pertama | Macam-Macam Ibadah : Raghbah, Rahbah dan Khusyu’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s