Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama | Landasan Pertama | Macam-Macam Ibadah : Takut Kepada Allah


ودليل الخوفِ قوله تعالى

Sedangkan dalil khauf (takut) adalah firman Allah:

فَلاَ تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”  (QS. 3:175)

Perkataan penulis: “dan dalil untuk rasa takut adalah firman Allah [إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءهُ فَلاَ تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ] “Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”

[الخوف] Khauf (perasaan takut) adalah reaksi atas munculnya kekhawatiran akan terjadi sesuatu yang membahayakan atau yang membinasakan.

Khauf ada beberapa macam:

Pertama: [الخوف الطبيعي] Khauf thabi’i (perasaan takut yang alami) seperti takut terhadap musuh, binatang buas atau ular, hal ini tidak  dikatakan ibadah dan tidak bertentangan dengan keimanan. Karena perasaan seperti itu ada pada diri seorang mukmin. Sebagaimana Firman Allah yang menceritakan kisah Nabi Musa:

فَأَصْبَحَ فِي الْمَدِينَةِ خَائِفاً يَتَرَقَّبُ

“Karena itu, jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir.” [QS. Al Qashash ayat 18]

Perasaan takut seperti ini tidak tercela bila terdapat pada seorang insan selagi terkait dengan suatu sebab yang jelas. Namun bila kekhawatiran muncul tanpa alasan atau karena sebab yang ringan, maka hal ini tercela, karena ia dikatakan seorang penakut.

Kedua: [خوف السر] Khauf Sirri (takut terhadap sesuatu yang ghaib) yaitu perasaan takut kepada selain Allah, seperti kepada berhala,  takut tertimpa suatu hal yang tidak diinginkan dari seorang wali yang berada jauh darinya. Perasaan takut seperti ini  banyak terjadi dikalangan para penyembah kubur yang terikat dengan para wali. Allah dalam Firman-Nya bercerita tentang kaum Huud:

إِن نَّقُولُ إِلاَّ اعْتَرَاكَ بَعْضُ آلِهَتِنَا بِسُوَءٍ

“Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.” [ QS. Huud ayat 54]

Tergambar oleh mereka tuhan-tuhan yang ditakuti tersebut dapat memberi akibat jelek. Maknanya, menurut pandangan  mereka, jika tuhan-tuhan tersebut dapat memberikan manfaat berarti dapat juga mendatangkan kemudharatan. Takut  seperti ini disebut khauf sirri.

Ketiga: Yakni seseorang meninggalkan suatu kewajiban karena takut kepada manusia, seperti tidak menyeru kepada  perbuatan ma’ruf dan tidak melarang perbuatan mungkar karena takut kepada manusia. Takut seperti ini hukumnya  haram dan tercela.

Keempat: [خوف تعبد وتعلق ] Khauf ta’abbud wa ta’alluq. Yakni perasaan takut yang ada pada diri seseorang yang mempunyai nilai ibadah  dan perasaan takut tersebut menimbulkan ketaatan. Takut seperti ini adalah takut yang bernilai ibadah dan penyembahan  yang menimbulkan ketaatan serta menjauhkan dari perbuatan maksiat. Takut jenis ini hanya untuk Allah dan keterkaitan dengan-Nya merupakan salah satu kewajiban yang terbesar dalam agama dan konsekuensi keimanan. Jika ketergantungan ini tertuju kepada selain Allah maka termasuk perbuatan syirik besar karena rasa takut jenis ini termasuk salah satu kewajiban hati yang terbesar. [ Lihat Taisiril ‘Azizil Hamid karya Syeikh Sulaiman Bin Abdullah Bin Muhammad Bin Abdul Wahab (hal 484)]

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Seorang manusia akan menjadi pengikut hawa nafsunya jika ia tidak mempunyai  rasa takut kepada Allah, terutama jika ia menginginkan sesuatu yang belum berhasil ia capai. Jiwanya akan terus  mendambakan sesuatu yang membuat ia tenang dan dapat menghilangkan segala keruwetan dan kesedihan. jika jiwa  tersebut tidak pernah berdzikir dan beribadah kepada Allah yang dapat membuatnya tentram, maka ia akan mencari ketentraman dengan melakukan sesuatu yang haram dan keji, menenggak minuman haram, berkata dusta, …” [151. Majmu’ Fatawa (1 /54,55)]

Ayat yang dicantumkan penulis menunjukkan bahwa takut merupakan bentuk ibadah kepada Allah Ta’ala, dengan dalil bahwa Allah menetapkan rasa takut sebagai syarat sahnya iman. Firman-Nya:

فَلاَ تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku,jika kamu benar-benar orang yang beriman.”

Isi permulaan ayat ini adalah:

إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءهُ فَلاَ تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakutnakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”

Makna [يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءهُ] : Mereka menakut-nakuti kamu dengan teman-teman mereka dan membesar-besarkan mereka dalam hatimu agar mentalmu jatuh dan muncul rasa takut terhadap mereka sehingga mereka dapat  mengalahkanmu. Ibnul Anbary berkata: “Makna yang kami pilih untuk ayat ini adalah [يخوفكم أولياءه] menakutnakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy). Orang Arab berkata: [أعطيت الأموال] “Aku telah memberi harta”. Maknanya [أعطيت القوم الأموال] “Aku telah memberi harta kepada satu kaum”. Kemudian dihapus objek yang pertama (yakni kata [القوم] satu kaum). [ Majmu’ Fatawa (1/56)]

Firman-Nya: [فَلاَ تَخَافُوهُمْ] mengandung pelajaran bahwa tidak dibolehkan bagi seorang mukmin merasa takut kepada wali-wali setan dan juga tidak dibolehkan takut kepada manusia, sebagaimana Firman Allah

فَلاَ تَخْشَوُاْ النَّاسَ وَاخْشَوْنِ

Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku [ QS. Al-Maidah ayat 44]. Takut kepada Allah merupakan perintah dan takut kepada wali setan merupakan larangan. [Majmu’ Fatawa (1/57)]

Sisi pengambilan dalil dari ayat ini bahwa seorang insan jika merasa takut kepada selain Allah Ta’ala dengan perasaan takut yang bernilai ibadah dan menuhankannya dalam hati sehingga muncul suatu ketaatan dan jauh dari kedurhakaan, maka perasaan takut (yang ditujukan kepada selain Allah) seperti ini merupakan salah satu dari jenis kemusyrikan. Karena Allah menjadikan takut seperti itu yang ditujukan kepada Allah semata sebagai konsekuensi dari keimanan. Barangsiapa memalingkannya kepada selain Allah maka ia bukanlah seorang mukmin. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah secara gamblang menyebutkan makna-makna khauf (takut) sebagaimana yang telah disebutkan oleh muridnya Ibnul Qayyim dalam bukunya yang berjudul Madarijus Saalikin. [Madarijus Salikin (1/514)]

Syeikhul Islam berkata: “Rasa takut yang terpuji adalah perasaan takut yang dapat menghalangimu dari perbuatan yang diharamkan Allah.” Sebahagian salaf berkata: “Seseorang tidak dikatakan takut selagi ia tidak meninggalkan dosa.” [Al-Mufradat fii Gharibil Qur’an (hal 162)]

[الخشية] Al-Khasyyah artinya hampir sama dengan  [الخوف] khauf, namun khasyyah lebih khusus dari pada khauf, karena khasyyah harus disertai dengan pengetahuan tentang Allah. Allah berfirman:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاء

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” [ QS. Al-Fathir ayat 28]

Al-Khasyyah adalah perasaan takut yang disertai dengan pengetahuan terhadap Allah. Oleh karena itu Rasulullah bersabda:

أما والله، إني لأخشاكم لله وأتقاكم له

“Demi Allah sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut dan yang paling taqwa kepada Allah di antara kalian” [Madarijus Saalikin (1/512). Hadits dikeluarkan oleh A1-Bukhary (no 5063), Muslim (1108)]

Sumber : Syarah 3 Landasan Utama karya Abdullah bin Shalih Al-Fauzan, At-Tibyan Solo.

Artikel TigaLandasanUtama.Wordpress.com

Iklan

2 comments on “Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama | Landasan Pertama | Macam-Macam Ibadah : Takut Kepada Allah

  1. Alhamdulillah dengan adanya penjelasan 3 landasan utama ini,penuntut ilmu dapat mempelajari,memahami ilmu yg sangat bermanfaat ini. . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s