Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama | Landasan Pertama | Macam-Macam Ibadah Yang Allah Perintahkan Dan Larangan Memalingkannya Kepada Selain Allah


وأنواع العبادة التي أمر الله بها، مثل الإسلام والإيمان والإحسان، ومنه الدُّعاءُ، والخوف، والرَّجاءِ، والتَّوكُّل، والرَّغْبةِ، والرَّهْبةِ، والخشوعِ، والخَشْيةِ، والإِنابةِ، والاسْتعانةِ، والاستعاذة، والاستغاثةِ، والذَّبْحِ، والنَّذرِ، وغيرَ ذلك منَ العبادةِ التي أَمرَ اللهُ بها كلها لله. والدليل قوله تعالى

Adapun macam-macam ibadah yang diperintahkan Allah antara lain: Islam, Iman dan Ihsan. Termasuk juga: Do’a, khauf (rasa takut), raja’ (pengharapan), tawakkal, raghbah (permohonan dengan sungguh-sungguh) dan rahbah (perasaan cemas), khusyuk, khasyyah (takut), inabah (taubah), isti’anah (memohon pertolongan),  isti’adzah (meminta perlindungan), istighatsah, penyembelihan, nadzar dan jenis-jenis ibadah lainnya yang telah diperintahkan Allah, seluruhnya hanya ditujukan untuk Allah. Dalilnya adalah firman Allah:

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَداً

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (QS. 72:18)

Perkataan penulis, “Jenis-jenis ibadah yang diperintahkan Allah antara lain: Islam , Iman dan Ihsan.”

Ketiga jenis ibadah ini merupakan ibadah yang tertinggi derajatnya dan jenis ibadah yang paling agung. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Umar -yang akan datang insya Allah-, penulis telah menyinggungnya secara global. Ketika akan mulai menyebutkan perinciannya beliau tidak menyinggungnya karena akan dijelaskan nanti.

Perkataan penulis, “Termasuk juga: Doa, khauf (rasa takut), raja’ (pengharapan), tawakkal, raghbah (permohonan dengan sungguh-sungguh) dan rahbah (perasaan cemas), khusyuk, khasyyah (takut), inabah (taubah), isti’anah (memohon pertolongan),  isti’adzah (meminta perlindungan), istighatsah, penyembelihan, nadzar dan jenis-jenis ibadah lainnya yang telah diperintahkan Allah.”

Yakni apa-apa yang telah diperintahkan Allah untuk dilakukan seperti doa, rasa takut… dan seterusnya. Perkataan penulis “dan jenis ibadah lainnya” sebagai isyarat untuk jenis ibadah yang belum disebutkan, dan jenis ibadah banyak sekali bilangannya. Sebab semua perkara yang dicintai dan diridhai Allah berupa perkataan maupun perbuatan yang lahir
maupun yang batin disebut ibadah. Ibadah mencakup semua urusan agama dan juga urusan kehidupan termasuk dalam makna ibadah.

Perkataan penulis, “semuanya untuk Allah. Dalilnya adalah firman Allah : [وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَداً] “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (Al-Jinn ; 18)”

Yakni setiap jenis ibadah yang telah disebutkan dan yang belum disebutkan hanya untuk Allah semata tiada sekutu bagi-Nya. Kemudian beliau menyebutkan dalilnya dan telah kita sebutkan tafsir ayat ini. Kita katakan bahwa maksud dari masjid adalah tempat melakukan ketaatan dan ibadah, yaitu masjid yang sudah dimaklumi bersama. Diriwayatkan dari sebahagian salaf bahwa yang dimaksud dengan masjid adalah anggota badan seorang hamba yang diciptakan Allah untuk sujud kepada Allah Ta’ala. Baik makna yang pertama maupun makna yang kedua menunjukkan wajibnya pengesaan Allah Ta’ala dalam setiap ibadah. Firman-Nya: [فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَداً] “Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.”

فمن صَرْفَ منها شيئًا لغيرِ اللهِ فهوَ مشركٌ كافرٌ . والدليل قوله تعالى

Barangsiapa memalingkan salah satu dari jenis ibadah tersebut untuk selain Allah maka ia termasuk musyrik dan kafir. Dalilnya adalah firman Allah:

وَمَن يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِندَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. (QS. 23:117)

Perkataan penulis, “Barangsiapa memalingkan salah satu dari jenis ibadah tersebut untuk selain Allah maka ia termasuk musyrik dan kafir.”

Yakni barangsiapa memalingkan salah satu dari jenis ibadah yang telah disebutkan oleh penulis misalnya berdo’a kepada selain Allah Ta’ala seperti kepada mayit, kepada sesuatu yang ghaib, atau mengharapkan sesuatu dari mereka, takut terhadap mereka, atau meminta kepada mereka agar memenuhi kebutuhannya dan melepaskannya dari kesempitan dan lain-lain, maka orang tersebut adalah seorang musyrik yang telah melakukan syirik besar, karena ia telah menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain. Dan orang tersebut telah jatuh kafir, karena ia telah mengingkari hak Allah dan ia berikan kepada yang lain. Syirik dan kekafiran akan bergabung pada orang yang tidak mempunyai keimanan. Dia disebut sebagai kafir dan musyrik. Terkadang seseorang hanya dikatakan musyrik saja ketika yang diniatkan adalah menyembah kuburan dan lainnya walaupun ia mengakui hak Allah tersebut, maka orang ini tidak dikatakan kafir. Karena kafir maknanya adalah pengingkaran. Seseorang dikatakan musyrik kafir jika ia memalingkan salah satu dan jenis ibadah kepada selain Allah serta mengingkari bahwa jenis ibadah tersebut hanya berhak diberikan kepada Allah oleh karena itu Syeikh mengatakan, “Barangsiapa memalingkan salah satu dari jenis ibadah tersebut kepada selain Allah maka ia termasuk musyrik dan kafir.”

Perkataan penulis, “Dalilnya adalah firman Allah [وَمَن يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِندَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ] “Dan barangsiapa menyembah ilah yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabbnya. Sesungguhgnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung” (Al-Mu’minun : 117)”

Yakni ayat tersebut merupakan dalil yang menunjukkan bahwa barangsiapa berdo’a juga kepada yang lain selain Allah Ta’ala (disamping berdo’a kepada Allah -ed)  maka ia adalah seorang musyrik dan kafir. Allah menamai mereka orang-orang kafir karena mereka berdo’a kepada selain Allah (bersama Allah -ed).

[البرهان] Burhan adalah dalil yang menunjukkan kebenaran tanpa ada kesamaran di dalamnya. Ini adalah dalil yang terkuat dan tidak meninggalkan kesamaran sedikitpun bagi orang yang mendengar. Oleh karena itu dikatakan [برهان] burhan. Dan burhan lebih kuat dari pada hujjah dan dalil. Karena dalil terkadang bersifat zhanni (prakiraan), tidak qath’i.

Firman-Nya: [لَا بُرْهَانَ لَهُ] yakni sama sekali tidak mempunyai dalil dan hujjah atas peribadatan tersebut. Tidak mungkin seseorang yang berdoa kepada yang lain selain Allah mempunyai burhan, yang mana celaan ditujukan kepada orang tersebut. Karena mustahil adanya burhan bagi ibadah kepada tuhan yang lain di samping ibadah kepada Allah.

Adapun sifat dari [لَا بُرْهَانَ لَهُ] disebutkan -Allahu a’lam- sebagai penyesuaian terhadap kondisi pada saat itu.  Tidak bisa diambil makna kontekstual dari makna tekstualnya, tidak boleh dikatakan: ‘Jadi jika seseorang yang berdo’a (menyembah) kepada  Allah memiliki argumen (burhan) maka tidak dilarang.’ Penyesuaian terhadap kondisi pada saat itu, artinya sifat tersebut disesuaikan dengan kondisi mereka pada saat itu yakni saat berdoa kepada yang lain selain Allah tidak memiliki burhan (argumen).

Firman-Nya:[فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِندَ رَبِّهِ] yakni perhitungan atau hisab orang yang berdoa kepada selain Allah ada di sisi Rabbnya. Yaitu sebuah perhitungan yang tidak akan menguntungkan, sebagaimana Firman-Nya: [إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ]  ketidakberuntungan merupakan tanda kebinasaan dan dia termasuk penduduk neraka.

Pengambilan dalil dari ayat ini adalah bahwa Allah menamai orang yang berdoa kepada yang lain selain Allah dengan sebutan kafir, dan ini sudah disepakati baik yang diminta tersebut adalah malaikat, nabi atau yang lebih rendah derajatnya. [Silakan Baca Penjelasan dan Dalilnya Di Sini]

Sumber : Syarah 3 Landasan Utama karya Abdullah bin Shalih Al-Fauzan, At-Tibyan Solo.

Artikel TigaLandasanUtama.Wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s