Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama | Landasan Pertama | Siapakah Rabb (Tuhan) Mu?


Landasan Pertama: Mengenal Allah

فإن قيل لك : مَنْ رَبُّكَ ؟ فَقُلْ : رَبِّيَ اللهُ الَّذي ربَّاني ورَبَّى جَميعَ العالمين بِنِعْمَتِهِ, وهو معبودِي، ليس لي معبودٌ سواهُ. الدليل قوله تعالى

Jika Anda ditanya: Siapakah Rabbmu? Katakanlah: Rabbku adalah Allah yang memeliharaku dan memelihara seluruh alam semesta dengan nikmat-Nya. Dia adalah sesembahanku, saya tidak memiliki sesembahan selain-Nya. Dalilnya adalah firman Allah:

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
وكُلُّ مَا سِوَى اللهِ عالَمٌ، وأنا واحدٌ من ذلكَ العالَمِ

“Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam,” (QS. 1:2) Segala sesuatu selain Allah disebut alam dan aku salah satu di antaranya.


Perkataan penulis, Jika ditanyakan kepadamd: “Siapa Rabb-mu?” Ini adalah landasan yang pertama. Jawabnya: (katakanlah Rab-ku adalah Allah yang memeliharaku) menurut bahasa kata [الرب] Ar-Rabb maknanya [المربي] Al-Murabbi (Pemelihara). Dari kalimat ini terkandung makna-makna yang lain seperti [المالك] Al Malik (penguasa), [المدبر] Al Mudabbir (pengatur), [المتصرف] AlMutasharrif  dan  [المتعهد] Al Muta’ahhid (pemelihara). Penulis; menginginkan makna yang pertama, karena ia mengatakan “yang memeliharaku” beliau mengambil makna dasar dari kalimat tersebut yaitu yang memelihara. Yang memeliharaku maknanya: Yang telah menciptakanku dan mengadakanku kemudian memberiku kenikmatan lahir maupun batin.

Perkataan penulis “memeliharaku dan memelihara seluruh alam semesta.” Bersifat umum, yakni yang memeliharaku dan memelihara seluruh alam ini.

Dan perkataan penulis “dengan memberikan nikmat-Nya” Yaitu rezeki yang sampai kepadaku sejak aku berada dalam rahim ibu hingga lahir ke dunia. Sebagaimana yang tertera dalam sebuah hadits shahih bahwa malaikat diperintahkan untuk menetapkan empat perkara, salah satunya adalah menuliskan rezekinya.” [Hadits riwayat Al-Bukhary (no 3208), Muslim (no 2643).]

Allah memberikan nikmat kepada hamba-Nya sejak dia diciptakan dalam perut ibunya tanpa ada usaha sedikitpun darinya. Kemudian nikmat tersebut juga diberikan kepadanya setelah ia lahir ke alam dunia. Ketika ia hidup dan tumbuh besar, Allah masih memberinya rezeki dengan berbagai sebab yang telah Allah tetapkan dan takdirkan.

Perkataan penulis: “Dia adalah sesembahanku, tidak ada yang berhak aku sembah dengan benar selain Dia.” Ini merupakan kelanjutan dari ucapan yang lalu, Yakni jika Dia yang memeliharaku dan memelihara seluruh alam semesta, bukan yang lain maka Dia-lah yang berhak untuk disembah. Oleh karena itu beliau mberkata: “Dia adalah sesembahanku, tidak ada yang berhak aku sembah dengan benar selain Dia.” Karena yang berhak untuk disembah adalah Dia Yang berkuasa atas semua makhluk. Yang tidak mempunyai kekuasaan terhadap makhluk tidaklah pantas disembah. Oleh karena itu Allah menyebutkan sifat-sifat tuhan yang tidak pantas untuk disembah dalam Firman-Nya di surat Al-Furqon:

وَاتَّخَذُوا مِن دُونِهِ آلِهَةً لَّا يَخْلُقُونَ شَيْئاً وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ ضَرّاً وَلَا نَفْعاً وَلَا يَمْلِكُونَ مَوْتاً وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُوراً

“Kemudian mereka mengambil ilah-ilah selain Dia (untuk disembah), yang tidak menciptakan sesuatu apapun, bahkan mereka sendiripun diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfa’atan dan tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.” [ QS. Al Furqon ayat 3]

Dalam ayat ini Allah menyebutkan tujuh sifat kekurangan yang menunjukkan bahwa jika salah satu dari sifat itu terdapat pada tuhan-tuhan tersebut berarti mereka tidak pantas disembah. Karena yang pantas disembah adalah Dia yang telah menciptakan, memberi rezeki, yang menghidupkan dan yang mematikan. Oleh karena itu Allah berfirman:

أَيُشْرِكُونَ مَا لاَ يَخْلُقُ شَيْئاً وَهُمْ يُخْلَقُونَ

“Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun, sedangkan  berhala-berhala itu sendiri buatan orang.” [QS. Al A’raf ayat 191.]

Perkataan penulis “dalilnya adalah Firman Allah Ta’ala [الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ]  Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.” Ayat ini menunjukkan bahwa Allah Ta’ala berhak untuk diibadahi karena Dia-lah yang memelihara seluruh alam semesta. Firman Allah [الحمد] ialah pengakuan bahwa yang dipuji mempunyai sifat sempurna yang disertai dengan kecintaan dan pengagungan. Ini adalah suatu kaidah yang sangat mendasar. Jikalau sudah diakui dengan puji-pujian dan sifat-sifat yang telah disebutkan namun tanpa dibarengi dengan kecintaan dan pengagungan maka yang demikian itu tidak dikatakan pujian.

Perkataan penulis [لله] huruf lam disini bermakna kepunyaan (yang berhak). Perkataan penulis [رب العالمين] telah diterangkan bahwa maknanya ialah yang telah menciptakan dan mengatur mereka serta berkuasa atas segala kondisi dan rezeki mereka.  Allah’ berfirman:

أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ

“Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah.” [QS. Al A’raf ayat 54.]

Perkataan penulis: “segala sesuatu selain Allah adalah alam.” Dikatakan pula alam manusia, alam hewan dan alam tumbuh-tumbuhan. Semua itu dikatakan alam karena menunjukkan tanda keberadaan yang menciptakannya, yang mengadakannya dan yang menguasainya.

Perkataan syeikh “dan aku adalah salah satu diantaranya.” Yakni “Wahai manusia, aku yang berbicara dengan ucapan ini (yakni yang mengatakan bahwa Rabbku adalah Allah yang memeliharaku dan aku adalah bagian dari alam ini) adalah bagian dari alam tersebut. Aku dipelihara oleh Allah Ta’ala, karena Allah Ta’ala adalah Rabbku. Makna dipelihara oleh Allah ialah makhluk kepunyaan Allah Dia-lah yang memeliharaku .

Sumber : Syarah 3 Landasan Utama karya Abdullah bin Shalih Al-Fauzan, At-Tibyan Solo.

Artikel TigaLandasanUtama.Wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s