Rukun Pertama : Syahadatain | Apa Saja Yang Membatalkan Syahadat


Wallpaper Syahadatain-HQ

Wallpaper Syahadatain-HQ

E. APA SAJA YANG MEMBATALKAN SYAHADAT

Yang membatalkan syahadat [لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ] Laa ilaaha illallaah adalah kafir terhadap Allah dan syirik (menyekutukanNya), yang  meliputi berbagai macam perbuatan, di antaranya:

1. Mengakui ada selain Allah yang dapat menciptakan, memberi rizki, menghidupkan, mematikan, mengatur segala urusan atau mengakui bahwa Allah mempunyai sekutu dalam perbuatanNya.

Di antara dalilnya adalah:

– Firman Allah  surat Saba’ ayat 22:

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِن شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُم مِّن ظَهِيرٍ

“Katakanlah: ‘Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagiNya. “

– Firman Allah surat Al-An’am ayat 1:

الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِم يَعْدِلُونَ

“Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka”

– Firman Allah  surat Ar-Ra’du ayat 16:

قُلْ مَن رَّبُّ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ قُلِ اللّهُ قُلْ أَفَاتَّخَذْتُم مِّن دُونِهِ أَوْلِيَاء لاَ يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ نَفْعاً وَلاَ ضَرّاً قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الأَعْمَى وَالْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِي الظُّلُمَاتُ وَالنُّورُ أَمْ جَعَلُواْ لِلّهِ شُرَكَاء خَلَقُواْ كَخَلْقِهِ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْ قُلِ اللّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

“Katakanlah: ‘Siapakah Tuhan langit dan bumi?’ Jawabnya: Allah’. Katakanlah: Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?’. Katakanlah: ‘Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaanNya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?’ Katakanlah: ‘Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa’.”

Itulah yang diakui kebanyakan umat di antaranya kaum musyrikin Arab yang Nabi diutus kepada mereka. Allah berfirman:

قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ والأَبْصَارَ وَمَن يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيَّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ الأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللّهُ فَقُلْ أَفَلاَ تَتَّقُونَ

“Katakanlah: ‘Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dan yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab: ‘Allah’. Maka katakanlah: ‘Mengapa kamu tidak bertakwa (kepadaNya)?” (Yunus: 31)

Akan tetapi mereka ini tidak mengakui bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah bahkan mereka seperti yang difirmankan Allah:

إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ  وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوا آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُونٍ

“Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: ‘Laa ilaaha illallaah’ (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata: ‘Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?” (Ash-Shaffat: 35-36)

Dan mereka berkata sebagaimana yang disitir Allah :

أَجَعَلَ الْآلِهَةَ إِلَهاً وَاحِداً إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ

“Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” (Shad: 5)

Oleh karena itu pengakuannya tidak memberikan manfaat sama sekali bagi mereka. Lalu, bagaimana pula dengan orang-orang yang tidak mengakuinya sama sekali.

2. Memalingkan salah satu dari macam-macam ibadah kepada selain Allah.

Yang dimaksud ibadah disini adalah sebutan yang mencakup seluruh perbuatan yang disukai dan diridhai Allah baik berupa  ucapan, atau perbuatan yang tampak atau yang tidak tampak yang tidak boleh ditujukan kepada selainNya.  Termasuk di dalamnya adalah dzabh (menyembelih binatang) nadzar, sujud, takut, berharap, cinta, isti’anah (memohon pertolongan), isti’adzah (mohon perlindungan). Banyak sekali dalil-dalilnya, di antaranya:

– Firman Allah dalam surat Al-Fatihah ayat 5:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”

– Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 21:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. “

– Firman Allah dalam surat An-Nisa’ ayat 36:

وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُوراً

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesunggnhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggabanggakan diri, “

– Firman Allah dalam sumt Al-Ahqaf ayat 5-6:

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّن يَدْعُو مِن دُونِ اللَّهِ مَن لَّا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَومِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَن دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ  وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاء وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (do’a)-nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do’a mereka? Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka.”

Allahberfirman melalui lisan Jin:

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقاً

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. “ (Al-Jinn 6)

Firman Allah dalam surat Al-Kautsar ayat 2:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. “

3. Menyeimbangkan den menyamakan antara Allah dengan salah seorang hambaNya dalam cinta, dan pengagungan.

Di antara dalilnya adalah:

– Firman Allah dalam surat Al-An’am ayat 150:

قُلْ هَلُمَّ شُهَدَاءكُمُ الَّذِينَ يَشْهَدُونَ أَنَّ اللّهَ حَرَّمَ هَـذَا فَإِن شَهِدُواْ فَلاَ تَشْهَدْ مَعَهُمْ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاء الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا وَالَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ وَهُم بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

“Katakanlah: ‘Bawalah kemari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan (makanan yang kamu) haramkan ini.’ Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut (pula) menjadi saksi bersama mereka; dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Tuhan mereka.”

– Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 165:

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللّهِ أَندَاداً يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللّهِ وَالَّذِينَ آمَنُواْ أَشَدُّ حُبّاً لِّلّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلّهِ جَمِيعاً وَأَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaanNya (niscaya mereka menyesal).”

– Firman Allah melalui lisan orang-orang musyrik yang berada di dalam Neraka:

تَاللَّهِ إِن كُنَّا لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ  إِذْ نُسَوِّيكُم بِرَبِّ الْعَالَمِينَ

“Demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam. “ (Asy-Syu’ara: 97-98)

Sabda Nabi :

“Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah, maka ia telah kafir atau syirik ” (HR. Ahmad dan lainnya, hadits ini shahih)

4. Menjadikan perantara antara Allah dan makhluknya dengan sangkaan bahwa perantara itu dapat lebih mendekatkannya kepada Allah dan untuk meminta atau memberi syafaat kepada mereka di sisiNya.

Di antara dalilnya adalah:

– Firman Allah dalam surat Az-Zumar ayat 3:

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): ‘Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya’. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya.  Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. “

– Firman Allah dalam surat Yunus ayat 18:

وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللّهِ مَا لاَ يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَـؤُلاء شُفَعَاؤُنَا عِندَ اللّهِ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللّهَ بِمَا لاَ يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلاَ فِي الأَرْضِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah’. Katakanlah: ‘Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahuiNya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?’ Maha Suci  Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu). “

5. Berhukum kepada selain syariat Allah.[1]

Dalilnya adalah:

– Firman Allah dalam surat An-Nisa’ ayat 60:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُواْ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُواْ إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُواْ أَن يَكْفُرُواْ بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُضِلَّهُمْ ضَلاَلاً بَعِيداً

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.”

– Firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 49-50:

وَأَنِ احْكُم بَيْنَهُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ عَن بَعْضِ مَا أَنزَلَ اللّهُ إِلَيْكَ فَإِن تَوَلَّوْاْ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللّهُ أَن يُصِيبَهُم بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيراً مِّنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ  أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللّهِ حُكْماً لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, den janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”

Bentuk-bentuk penyimpangan ini kadang telah menyatu pada suatu kelompok dan terkadang masing-masing penyimpangan ini dilakukan oleh segelintir orang saja. Syahadat Laa ilaaha illallaah adalah ajaran yang paling agung yang disampaikan oleh seluruh rasul. Mereka berkali-kali berdakwah kepada kaum mereka dengan ucapan:

يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ

“Sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selainNya.” (Al-A’ raf: 59)

Dan ayat-ayat lain yang senada terdapat di berbagai surat dalam Al-Qur’an.

Dan ketika Allah mengutus Nabi Muhammad, maka syahadat Laa ilaaha illallaah-lah ajaran dan sirah (sejarah perjalanan hidup) beliau menjadi saksi dalam kesungguhan dakwahnya.

Sebagaimana sabda beliau:

“Aku diutus dengan membawa pedang sampai datang hari Kiamat, sehingga manusia menyembah Allah saja, yang tidak ada sekutu bagiNya dan rizkiku dijadikan dibawah lindungan tombakku, dan Dia-lah yang menjadikan hina dan kecil (tidak berharga) bagi siapa saja yang menyelisihi perintahku. “ (HR. Ahmad dan lainnya, hadits ini shahih)

Beliau juga bersabda:

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat dan membayar zakat, jika mereka telah memenuhi yang demikian itu berarti mereka telah memelihara darah dan harta mereka dariku, kecuali jika melanggar hak Islam, sedang perhitungan (hisabnya) terserah kepada Allah “ (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah ketika mengutus para sahabat untuk berdakwah, beliau memerintahkan untuk mengajak mereka bersyahadat terlebih dahulu, sebagaimana disebutkan tentang kisah Mu’adz yang diutus beliau berdakwah ke Yaman:

“Engkau akan mendatangi suatu kaum dari golongan ahli kitab, maka terlebih dahulu serulah mereka untuk mengakui bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah, dan bahwa aku adalah utusan Allah. Jika mereka menerima beritahukanlah bahwa Allah telah mewajibkan mereka shalat yang lima waktu dalam sehari semalam. Jika ini telah mereka taati, sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan zakat pada harta benda mereka yang dipungut  dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang-orang miskin di antara mereka. Jika hal ini mereka penuhi, hendaklah engkau hindari harta benda mereka yang berharga, dan takutlah engkau dengan doa orang yang teraniaya, karena di antara dia dengan Allah tidak ada tabir pembatas.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Syahadat Laa ilaaha illallaah adalah kewajiban pertama bagi seorang hamba dan hendaknya kalimat itu pula yang diucapkan seorang hamba di akhir hidupnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits:

“Talqinkanlah (ajarkanlah) orang yang menjelang mati diantara kamu dengan kalimat syahadat: Laa ilaaha illallaah.” (HR. Muslim)

“Barangsiapa yang akhir ucapannya Laa ilaaha illallaah, niscaya masuk Surga.” (HR. Abu Daud dan Al-Hakim dalam kitab Mustadrak dan dianggap shahih oleh Adz-Dzahabi)

Demi tegaknya kalimat syahadat maka Allah memerintahkan jihad, dakwah, amar ma’ruf nahi mungkar, dan karena syahadat pula manusia terbagi menjadi dua golongan:

  • Ahlul Iman, mereka inilah penghuni Surga.
  • Ahlul Kufr, yang menghuni Neraka.

Orang yang menjalankan/mengamalkan makna syahadat dengan sebenar-benamya, dan melaksanakan makna yang dikehendakiNya serta memenuhi hak-hak kalimat syahadat, maka ia berhak memperoleh rasa keamanan dan petunjuk yang sempuma di dunia dan di akhirat, sesuai dengan firman Allah:

الَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُوْلَـئِكَ لَهُمُ الأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang  yang mendapat petunjuk “ (Al-An’am: 82)

Begitu juga sesuai dengan sabda Nabi :

فإن اللـه حرم على النار من قال لا إلـه إلا اللـه يبتغي بذلك وجه الله

“Sesungguhnya Allah mengharamkan Neraka bagi orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dengan ikhlas dari hatinya karena mengharapkan ridha Allah “ (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kalimat syahadat adalah pangkal keselamatan di dunia dan di akhirat, dan ia adalah dzikir yang paling utama dan wasilah yang paling agung. Marilah kita memohon kepada Allah agar Dia menjadikan kita dan saudara-saudara kita sesama muslim termasuk orang-orang yang memahami makna kalimat syahadat, dengan segala konsekwensinya dan ikhlas dalam mengucapkannya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa.

Footnote :

[1]Catatan Admin : Permasalahan ini memerlukan perincian. Berhukum dengan selain hukum Allah tidaklah memutlakkan pelakunya menjadi kafir keluar dari Islam. Untuk penjelasan lebih lanjut silakan simak penjelasan Ustadz Abul Jauza’ di Blog Pribadi beliau di sini.

Sumber :Panduan Praktis Rukun Islam, Darul Haq, Jakarta. Cetakan I, Rajab 1422 H. / Oktober 2001 M.

Artikel TigaLandasanUtama.WordPress.Com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s