Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama | Muqoddimah III | Millah (Agama) Nabi Ibrahim Adalah Tauhid


أعلمْ أَرْشَدَكَ اللهُ لِطَاعَتِهِ أَنَّ الحنيفيَّةَ مِلَّة إبراهيمَ أَنْ تَعْبُدَ اللهَ وَحْدَهُ مُخْلِصًا لَهْ الدِّينَ . وبذلك أمَرَ اللهُ جميع الناسِ وخَلَقَهُمْ لها، كما قال تعالى

Ketahuilah semoga Allah menunjukimu untuk bat kepada-Nya, bahwasanya hanifiyyah(lurusnya) millah Ibrahim adalah hendaknya engkau menyembah Allah saja dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan perintah agama. Itulah yang diperintahkan Allah kepada seluruh manusia dan untuk itu pula mereka diciptakan. Dalilnya adalah firman Allah:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ| ومعنى يعبدون: يوحدون|

“Dan Aku tidak menciptakan fin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. 51:56). Makna [يَعْبُدُونِ] Ya’budun (menyembah-Ku) adalah [يُوَحِّدُونِي] yuwahhidun (mengesakan-Ku).


Perkataan penulis “ketahuilah semoga Allah memberimu petunjuk untuk mentaati-Nya, bahwasanya al-hanafiyah millah Ibrahim yaitu engkau menyembah Allah semata dengan ikhlash kepada-Nya dalam(menjalankan) aturan agama.” Ini adalah perkataan penulis dalam menetapkan tauhid uluhiyah. Wahai pembaca dan pendengar! Beliau memulai ucapan tersebut dengan doa Beliau katakan: “ketahuilah semoga Allah memberimu ar-rusyd untuk mentaati-Nya.”. [أَرْشَدَكَ] Arsyadaka (memberimu [الرشد] ar-rusyd) yaitu menunjukkan engkau kejalan yang lurus. [الرشد] Ar-Rusyd ialah teguh dan konsekuen di atas jalan kebenaran, lawan dari kata [الغي] al-ghay yaitu kesesatan yang membawa pelakunya kepada kerugian –wal ‘iyadzubillah-.

Ketaatan adalah melaksanakan perintah syariat yaitu dengan menjalankan perintah dan menjauhkan larangan.

Al-Hanafiah adalah millah Ibrahim dan millah Ibrahim adalah al-hanafiah, oleh karena itu Syeikh menggabungkan keduanya. [الحنيفية] Al-Hanafiah berasal dari kata [الحَنَفُ] al-hanaf. [الحَنَفُ] Al-Hanaf sinonim dari kata [الميل] al-mailu, maknanya menghindar. Al-hanif yaitu meninggalkan kemusyrikan menuju tauhid yang murni dan al-hanif ialah orang yang menuju Allah serta barpaling dari selain-Nya. Firman-Nya

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتاً لِلّهِ حَنِيفاً

[القانت] Al-Qaanit artinya: Seorang yang khusuk dan patuh. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (4 / 530)]

[مِلَّة] Millah artinya agama. Istilah untuk seluruh perkara yang telah disyariatkan Allah kepada hambanya melalui lisan Nabi-Nya.

Perkataan penulis bahwa engkau menyembah Allah semata dengan ikhlash kepada-Nya dalam (menjalankan) aturan agama. Kalimat ini menjelaskan hakikat millah Ibrahim, posisinya sebagai khabar [أن] “anna” dalam kalimat [ أنَّ الحنيفية ملة إبراهيم] annal hanafiyata millata ibrahim. Kata [أن] “anna” dan kalimat setelahnya adalah ta’wil (jelmaan) dari mashdar kedudukannya sebagai khabar [أن] “anna”. Ta’wil kalimatnya menjadi: [اعلم أن الحنيفيةَ ملةَ إبراهيم عبادةُ الله تعالى وحده بإخلاص] (ketahuilah bahwasanya al hanafiyah millah Ibrahim yaitu engkau menyembah Allah semata dengan ikhlas).

Pada dasarnya ibadah adalah merendahkan diri dan tunduk. Orang arab berkata: [: طريق معبَّد] “thariqul mu’abbad.” Artinya jalan yang sudah ditundukkan (dirintis) yang dipersiapkan untuk ditempuh manusia. Para ulama berkata: “Istilah ibadah digunakan untuk tugas-tugas yang diturunkan Allah Ta’ala kepada para mukallaf. Karena mereka harus melaksanakannya dengan tunduk dan patuh kepada Allah. Adapun makna tentang hal-hal yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah ialah sebagaimana yang telah didefinisikan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya yang sangat bernilai yang berjudul Al-‘Ubuudiyah:

العبادة: اسم جامع لكل ما يحبه الله ويراضاه من الأقوال والأعمال الظاهرة والباطنة

“Ibadah adalah sebauh istilah untuk segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah berupa perkataan dan perbuatan, yang lahir maupun batin.” [Al ‘Ubudiyah hal 38]. Contohnya shalat, zakat, puasa haji, kecintaan, takut, harapan, tawakal, meminta pertolongan dan lain-lain yang akan datang keterangannya insya Allah.

Perkataan penulis “yaitu engkau menyembah Allah semata dengan ikhlas kepada-Nya dalam (menjalankan) aturan agama” ikhlas adalah dalam beramal/ beribadah hanya mengharapkan ridha dan pahala dari Allah, tidak menginginkan hal lain seperti jabatan kehormatan atau mengharapkan materi dunia lainnya. Jika seorang hamba beribadah hanya mengharapkan ridha Allah yang berhak untuk disembah dan hanya menginginkan ganjaran pahala dari-Nya berarti ia telah ikhlas. Menginginkan pahala serta mengharapkan keridhaan dari Allah Ta’ala dan jannah-Nya tidak mengurangi nllai keikhlasan. Bahkan merupakan sikap yang tercela bila seorang yang menyembah Allah tanpa mengharapkan pahala dari-Nya. Ini adalah salah satu ajaran orang-orang shufi yang bertentangan dengan nash-nash syariat yang menjelaskan bahwa seorang hamba hendaknya menyembah Allah dengan mengharapkan wajah Allah, keridhaan-Nya dan mencari pahala dan jannah-Nya.

Keikhlasan membuahkan hasil yang sangat mulia:

1. Seorang insan yang mentauhidkan Rabbnya dan mengikhlas-kan diri dalam beribadah dapat menyempurnakan ketaatannya serta membersihkan hatinya dari menuhankan hawa nafsu.

2. Barangsiapa beribadah kepada Allah dengan ikhlas akan dijauhkan dari maksiat dan dosa sebagaimana Firman Allah

كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاء إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

“Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba kami yang terpilih” [QS. Yusuf ayat 24]

Allah Ta’ala menjelaskan sebab nabi Yusuf  dipalingkan dari kemungkaran dan kekejian, yaitu karena ia termasuk hamba-hamba-Nya mengikhlaskan ibadah kepada Allah, termasuk hamba yang dipilih dan disucikan oleh Allah dan termasuk hamba yang Allah khususkan untuk diri-Nya.

3. Barangsiapa beribadah kepada Allah dengan ikhlas akan terjaga dari gangguan setan. Sebagaimana Firman Allah

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ

“Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka,” [ QS. Al Hijr ayat 42 dan Al Isra’ ayat 65.]

Allah telah menyebutkan pengakuan setan dalam firman-Nya:

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ  إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka” [QS. Ash Shaad ayat 82-83.]

4. Dalam hadits ‘Itbaan dsiebutkan bahwa Rasulullah bersabda:

إن الله حرم على النار من قال : لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه الله

“Sesungguhnya Allah Ta’ala wengharamkan naar terhadap orang yang mengatakan لا إله إلا الله ikhlas semata-mata karena mengharap wajah Allah Ta’ala.” [LihatMajmu’ Fatawa (10/260-261) hadits tersebut keluarkan oleh Al-Bukhary (no425) Muslim (no 54/33).]

Perkataan penulis “untuk itulah”, isim isyarat kembali kepada ibadah yang ikhlas, yakni untuk mengikhlaskan diri dalam beribadah itulah Allah Ta’ala memerintahkan kepada seluruh manusia. Dalilnya Firman Allah :

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Ilah(yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” [QS. Al Anbiya’ ayat 25.]

Perkataan penulis “dan untuk itu pula mereka diciptakan, Dalilnya adalah Firman-Nya: [وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ] artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan -manitsia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” [QS. Adz Dzaariyat ayat 56.]

Yakni Allah menciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya. Ayat yang agung ini menerangkan tentang hikmah penciptaan jin dan manusia yaitu untuk beribadah. Sesungguhnya Allah menciptakan mereka semata-mata untuk memerintahkan agar mereka beribadah kepada-Nya. Di antara mereka ada yang ta’at dan patuh menyembah Allah dan ada pula yang mendurhakai-Nya dengan menyekutukan Allah.

Jin adalah makhluk yang berdiri sendiri yang ada di alam ghaib. Makhluk ini berbeda dengan manusia, ia diciptakan dari api sedang manusia diciptakan dari tanah. Allah ig berfirman:

خَلَقَ الْإِنسَانَ مِن صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ  وَخَلَقَ الْجَانَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ

“Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar. Dan Dia menciptakan jin dari nyala api” [QS. Ar Rahman ayat 14-15.]

Disebut jin karena mereka tidak terlihat, artinya tidak terlihat oleh pandangan mata. Gabungan antara huruf jiim dan nuun dalam bahasa arab bermakna tertutup. Allah berfirman:

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ

“Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka” [QS. Al A’raf ayat 27.]

Al-Insan adalah manusia, bentuk tunggalnya al-insu. Dikatakan demikian karena manusia makhluk yang saling membutuhkan. Al-insu artinya thuma’ninah (ketenangan). [Lisanul Arab (5/10).]

Perkataan penulis “Makna [يَعْبُدُونِ] Ya’budun (menyembah-Ku) adalah [يُوَحِّدُونِي] yuwahhidun (mengesakan-Ku).” ini merupakan tafsir dari makna ibadah yang disebutkan dalam ayat. Makna [يَعْبُدُونِ] ya’budun ialah mengesakan-Ku dalam ibadah. Pengesaan Allah dalam ibadah disebut tauhid. Disebutkan dalam sebuah hadits qudsi dari Abu Hurairah dari Rasulullah bahwa beliau bersabda: Allah berfirman:

يا ابن آدم، تفرغ لعبادتي أملأ صدرك غنى وأسد فقرك، وإلا تفعل ملأت صدرك شغلاً ولم أسد فقرك

“Wahai anak adam! Beribadahlah kepada-Ku niscaya Aku akan penuhkan dadamu dengan rasa kecukupan dan Aku menutupi kefakiranmu. Jika tidak, maka Aku akan penuhkan dadamu dengan kegalauan dan Aku tidak akan menutupi kefakiranmu.” [Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad (16/8681), At-Tirmidzy (4/2466). Dishahihkan oleh Ahmad Syakir juga dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih At-Tirmidzy (2/300). Dalam riwayat At-tirmidzy tertera aku akan penuhkan tanganmu dengan kesibukan. Al Hakim meriwayatkan dengan makna yang sama dari hadits Ma’qal Bin Yasar (4/326), Athabrany (20/500).]

Hadits ini menunjukkan bahwa tugas yang dibebankan kepada mukallaf adalah beribadah kepada Allah dan melaksanakan tugas yang memang untuk itu ia diciptakan.

Sumber : Syarah 3 Landasan Utama karya Abdullah bin Shalih Al-Fauzan, At-Tibyan Solo.

Artikel TigaLandasanUtama.Wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s