Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama | Muqoddimah | Sabar


الرابعة: الصبر على الأذى فيه

Keempat : bersabar atas gangguan yang dialami karenanya

Perkataan penulis:

“Yang keempat : Bersabar atas gangguan yang dialami karenanya.”

Yaitu perkara yang keempat dari empat perkara tersebut adalah bersabar atas gangguan yang dihadapi ketika menyeru ke jalan Allah Ta’ala. Hendaknya seorang da’i bersabar atas gangguan yang dia terima dari masyarakat. Karena menyakiti para da’i sudah menjadi tabiat manusia kecuali mereka yang telah Allah beri hidayah, sebagaimana Firman Allah

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّن قَبْلِكَ فَصَبَرُواْ عَلَى مَا كُذِّبُواْ وَأُوذُواْ حَتَّى أَتَاهُمْ نَصْرُنَا

“Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami terhadap mereka.” [Al-An’am : 34]

Seorang da’i wajib bersabar dalam berdakwah dan tidak menghentikannya. Sabar atas segala penghalang dakwahnya dan sabar terhadap gangguan yang ia dapati, karena seorang da’i meminta masyarakat agar mengendalikan syahwat dan keinginan mereka serta melepaskan kebiasaan-kebiasaan kaumnya dan melaksanakan hukum Allah baik perintah maupun larangan-Nya. Namun kebanyakkan manusia tidak mengimani manhaj ini. Oleh karena itu mereka mengerahkan segala potensi untuk menghalangi dan memerangi pan juru dakwah ini dengan berbagai jenis senjata. Allah Ta’ala menyebutkan wasiat Luqmanul Hakim kepada anaknya:

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang dernikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” [Luqman : 17]

Seorang da’i hendaklah mengikuti jejak para rasul yang mulia yang telah Allah ceritakan kisahnya kepada kita berupa kesulitan-kesulitan yang mereka jumpai dalam berdakwah, kesempitan yang mereka rasakan karena berpalingnya orang-orang dari dakwahnya serta gangguan melalui ucapan dan perbuatan sementara jalan masih panjang dan pertolongan yang tak kunjung datang. Allah berfirman:

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُوْلُوا الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ

“Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari Rasul-rasul.” [Al-Ahqaf : 35]

Dan Allah Ta’ala menjadikan kesudahan yang baik untuk orang yang bertakwa dan Dia telah menetapkan pertolongan bagi para penyeru kebenaran. Allah berfirman:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاء وَالضَّرَّاء وَزُلْزِلُواْ حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللّهِ قَرِيبٌ

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” [Al-Baqarah : 214]

Sumber : Syarah 3 Landasan Utama karya Abdullah bin Shalih Al-Fauzan, At-Tibyan Solo.

Artikel TigaLandasanUtama.Wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s