Rukun Pertama : Syahadatain | Nama-nama Kalimat Syahadat dan Rukun-Rukunnya


Wallpaper Syahadatain-HQ

Wallpaper Syahadatain-HQ

Sesungguhnya syahadat (kesaksian) bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah adalah rukun pertama dari rukun Islam yang lima. Termasuk dalam syahadat tersebut adalah syahadat (kesaksian) bahwa Muhammad adalah Rasulullah, meskipun terkadang tidak disebut sekaligus. Dan ini merupakan ketentuan agama yang sudah pasti dan tidak menjadi perselisihan di antara seluruh umat Islam.

Dibawah ini akan dibicarakan masalah rukun Islam yang pertama lagi agung ini dalam beberapa pokok pikiran:

A. NAMANYA

Syahadat (persaksian) bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah mempunyai beberapa nama, yang dapat mengungkap makna dan hakikatnya, di antara nama-namanya adalah Kalimat Tauhid, Kalimat Ikhlas, Kalimatusy Syahadat dan Syahadatul Haq.

B. RUKUNNYA

Kalimatut Tauhid (selanjutnya disebut Syahadatut Tauhid) mempunyai dua rukun:

  1. An-Nafyu : Kalimat Peniadaan, yang dimaksud adalah tidak ada sesembahan yang haq.
  2. Al-Itsbaat : Kalimat Penetapan, yaitu kecuali Allah.

Yang dimaksud An-Nafyu adalah peniadaan sesembahan yang haq kecuali Allah, yang ditetapkan bahwa sesembahan itu hanya satu, tidak mempunyai sekutu. Terdapat banyak ayat-ayat yang menyitir kedua rukun tersebut yang menerangkan makna syahadat, di antaranya:

1. Dalam surat Al-Baqarah ayat 256:

لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدمِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىَ لاَ انفِصَامَ لَهَا وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. “

Yang dimaksud dengan Al-Urwatul Wutsqa (buhul tali yang amat kuat) adalah syahadat bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah. Sebagaimana penafsiran Ibnu Abbas, Said bin Jubair, Ad-Dhahhak dan Sufyan

Thaghut adalah segala bentuk sesembahan, atau sesuatu yang diikuti atau ditaati secara berlebih-lebihan (dan ia rela kepadanya, meskipun bentuk sesembahannya adalah manusia).

Ayat di atas menunjukkan kedua rukun tersebut yakni:

  • Kafir ingkar terhadap thaghut,
  • dan iman kepada Allah.

Dan inilah yang dimaksud dengan syahadat bahwa tidak ada sesembahan yang hag selain Allah.

2. Dalam surat An-Nahl ayat 36:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى اللّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلالَةُ فَسِيرُواْ فِي الأَرْضِ فَانظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu’, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).”

Maksud ayat ini sama dengan ayat sebelumnya.

3. Firman Allah melalui lisan kaum ‘Ad:

قَالُواْ أَجِئْتَنَا لِنَعْبُدَ اللّهَ وَحْدَهُ وَنَذَرَ مَا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِن كُنتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

“Mereka berkata: ‘Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? Maka datangkanlah adzab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar’. “ (Al-A’raf: 70)

Sebagai jawaban kepada Nabi Hud, yaitu firman Allah:

وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُوداً قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ أَفَلاَ تَتَّقُونَ

“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ‘Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: ‘Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selainNya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepadaNya?” (Al-A’raf: 65)

Ayat tersebut mengandung maksud tidak ada sesembahan yang haq selain Allah. Sebagaimana juga bunyi firman Allah:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: `Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku’. (An-Anbiya’: 25)

Rasul tersebut mengajak umatnya untuk bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah, dan mereka pun mengetahui bahwa Rasul mengajak mereka untuk melaksanakan dua hal:

Yang tercakup dalam ucapan mereka: “Agar kami hanya menyembah Allah saja.” Inilah rukun dalam kalimat penetapan. Dan yang tercakup dalam ucapan mereka: “Dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami.” Yang merupakan rukun dalam kalimat peniadaan.

4. Disebutkan dalam Shahih Muslim bahwasanya Nabi bersabda:

من قال لا إله إلا الله و كفر بما يعبد من دون اللهِ حرم ماله و دمه و حسابه على الله عزّ و جلّ

“Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha Illallah dan mengingkari (sembahan-sembahan) selain Allah maka haramlah
harta dan darahnya, dan hisabnya (penghitungan amalnya) diserahkan kepada Allah.” (HR. Muslim)

Adapun dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan:

من وحّد الله و كفر بما يعبد من دونه حرّم ماله ودمه

“Barangsiapa mengesakan Allah dan mengingkari sembahansembahan selainNya, maka haram harta dan darahnya.”

Dalam kedua hadits tersebut jelas terdapat rukun kalimat peniadaan.

Sumber : Panduan Praktis Rukun Islam, Darul Haq, Jakarta.

Artikel TigaLandasanUtama.WordPress.Com

Iklan

One comment on “Rukun Pertama : Syahadatain | Nama-nama Kalimat Syahadat dan Rukun-Rukunnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s