Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama | Muqoddimah | Do’a Penulis Untuk Anda


Berkata Asy-Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab At-Tamimi :

اعلم رحمك الله

Ketahuliah, semoga Alloh merahmatimu,

Perkataan penulis:

Ketahuilah semoga Allah merahmatimu.

Ini adalah do’a penulis untuk Anda wahai pembaca, yang menunjukkan kecintaan dan belas kasih beliau kepada Anda. Sesungguhnya beliau menginginkan kebaikan untuk Anda. Syeikh -rahimahullah- sering mema­kai ungkapan seperti ini. Beliau berkata: “Ketahuilah semoga Allah merahmatimu”, “Ketahuilah semoga Allah memberimu keteguhan un­tuk mentaati-Nya”, “Aku memohon semoga Allah Yang Maha Mulia, Rabb pemilik Arsy yang agung menjagamu di dunia dan di akhirat.”

Kalimat ketahuilah disebutkan untuk mengingatkan dan untuk menarik minat pendengar untuk memperhatikan apa yang akan dika­takan. Ini merupakan metode untuk mendapatkan ilmu serta bersiap­-siap untuk menerima ilmu yang akan diberikan. Oleh karena itu sepantasnya bagi orang yang berbicara di depan khalayak ramai agar menggunakan retorika yang dapat memfokuskan konsentrasi audiens kepada pembicaraannya. Karena biasanya, para audiens membutuh­kan sesuatu yang dapat memfokuskan konsentrasi dan menarik per­hatian mereka.

Oleh karena itu Rasulullah –shallallohu ‘alaihi wa sallam– sewaktu-waktu membe­rikan pertanyaan kepada para sahabat: “Maukah kalian aku beritahu tentang dosa yang terbesar di antara dosa-dosa besar?”, “Tahukah ka­lian apa yang difirmankan oleh Rabb kalian?”, “Tahukah kalian apa yang dimaksud ghibah?” Maksud beliau melontarkan pertanyaan ini agar para pendengar bersiap-siap untuk mernperhatikan apa yang akan dikatakan kepada mereka. Hal ini termasuk metodologi dalam memilih kalimat pendahuluan yang pantas untuk memulai suatu pembicaraan.

Perkataan penulis “semoga Allah merahmatimu” lafazhnya ber­bentuk jumlah khabariyah (Allah telah merahmatimu) namun ber­makna insya-iyah. Karena maksudnya untuk mendo’akan si pelajar agar mendapat rahmat, yaitu agar Allah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu memberimu taufik, serta menjagamu pada masa yang akan datang. Inilah pengertian rahmat jika disebut sendirian. Namun jika kata rahmat disertai pula dengan kata maghfirah (ampunan), maka maksud dari ampunan adalah bagi dosa yang telah lalu, se­dangkan rahmat adalah untuk mendapatkan taufik kebaikan dan keselamatan dari dosa-dosa di masa yang akan datang.

Pada perkataan/do’a beliau ini pula terdapat peringatan yang sangat lembut dan dalam sekali bagi setiap guru/pendidik bahwasanya ilmu itu dibangun di atas kelembutan dan kasih sayang dari guru kepada para pelajar. Inilah adab yang diwariskan secara turun temurun oleh para ulama kita dari masa ke masa -rahimahumullah-.

Adalah ulama kita apabila mereka akan memberikan ijazah bagi siapa yang menginginkan ijazah dalam ilmu hadits, pertama kali akan mereka berikan riwayat hadits yang dikenal dengan al-musalsal bil awwaliyah. Karena setiap rawi mengatakan kepada orang yang akan menerima riwayat darinya “Telah menceritakan kepada saya guru saya dan ini adalah hadits yang pertama kali saya dengar darinya” itulah hadits :

الراحمون يرحمهم الرحمان، ارحموا من في الأرض يرحمكم من في السماء

“Orang-orang yang saling mengasihi mereka akan dikasihi oleh ArRahmaan (Allah). Kasihilah makhluk yang ada di bumi, niscaya yang di langit (Allah) akan mengasihi kalian.”

Sumber :

Syarah 3 Landasan Utama Oleh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan, Penerbit At-Tibyan Solo.

Syarah Ushuluts Tsalatsah oleh Syaikh Shalih Alu Syaikh.

Artikel TigaLandasanUtama.Wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s