3 Landasan Utama : Dalil Dari Macam-Macam Ibadah


ka'bah masjidl haram makkah

Dalil dari macam-macam ibadah:

1.   Dalil do’a:

Firman Allah ta’ala:

وقال ربكم ادعوني أستجب لكم إن الذين يستكبرون عن عبادته سيدخلون جهنم داخرين

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Ku perkenankan bagimu”. Sesungguhnya, orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”(QS. Ghafir: 60).

Dan diriwayatkan dalam hadits:

(( الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ ))

“Do’a itu adalah sari ibadah ([4]).

2.   Dalil khauf (takut) :

Firman Allah ta’ala:

فلا تخافوهم وخافوني إن كنتم مؤمنين

“Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 175).

3.   Dalil raja’ (pengharapan):

Firman Allah ta’ala:

فمن كان يرجوا لقاء ربه فليعمل عملا صالحا ولا يشرك بعبادة ربه أحدا

“Untuk itu, barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (QS.  Al-Kahfi: 110).

4.   Dalil tawakkal (berserah diri):

Firman Allah ta’ala:

وعلى الله فتوكلوا إن كنتم مؤمنين

Dan hanya kepada Allah hendaklah kamu bertawakkal, jika kamu benar-banar orang yang beriman.” (QS.  Al-Maidah: 23).

Dan juga firman-Nya:

ومن يتوكل على الله فهو حسبه

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS.  Ath-Thalaq: 3).

5.   Dalil raghbah (penuh minat), rahbah (cemas) dan khusyu’ (tunduk); Firman Allah ta’ala:

إنهم كانوا يسارعون في الخيرات ويدعوننا رغبا ورهبا وكانوا لنا خاشعين

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap (kepada rahmat Kami) dan cemas (akan siksa Kami), dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90).

6.   Dalil khasy-yah (takut):

Firman Allah ta’ala:

فلا تخشوهم واخشوني

“Maka janganlah kamu takut kepada mereka, dan takutlah kepada-Ku.” (QS.  Al-Baqarah: 150).

7.   Dalil inabah (kembali kepada Allah):

Firman Allah ta’ala:

وأنيبوا إلى ربكم وأسلموا له من قبل أن يأتيكم العذاب ثم لا تنصرون

“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu dan  berserah dirilah kepada-Nya (dengan mentaati perintah-Nya) sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak  dapat di tolong lagi.” (QS. Az-Zumar: 54).

8.   Dalil isti’anah (memohon pertolongan):

Firman Allah ta’ala:

إياك نعبد وإياك نستعين

“Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan.” (QS. Al-Fatihah: 4).

Dan diriwayatkan dalam hadits:

(( إِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ ))

“Apabila kamu memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah ([5]) .

9.   Dalil isti’adzah (memohon perlindungan):

Firman Allah ta’ala:

قل أعوذ برب الفلق

“Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh.” (QS. Al-Falaq: 1).

Dan firman-Nya:

قل أعوذ برب الناس. ملك الناس

“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Manusia, Raja manusia.” (QS.  An-Nas: 1-2).

10.           Dalil istighatsah (memohon pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan):

Firman Allah ta’ala:

إذ تستغيثون ربكم فاستجاب لكم

“(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu untuk dimenangkan (atas kaum musyrikin), lalu diperkenankan-Nya bagimu.” (QS.  Al-Anfal: 9).

11.           Dalil dzabh (menyembelih):

Firman Allah ta’ala:

قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين. لا شريك له وبذلك أمرت وأنا أول المسلمين

“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku (sembelihanku), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya. Dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (kepada Allah).” (QS.Al-An’am:162-163).

Dan dalil dari sunnah:

(( لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ ))

“Allah melaknat orang yang menyembelih (binatang) bukan karena Allah ([6]).

12.           Dalil nadzar:

Firman Allah ta’ala:

يوفون بالنذر ويخافون يوما كان شره مستطيرا

“Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.” (QS.  Al-Insan: 7).


([4]) Hadits riwayat At-Tirmizi dalam Al-Jami’ Ash-Shahih, kitab -Da’awat, bab I.

Dan maksud hadits ini: bahwa segala macam ibadah, baik yang umum maupun yang khusus, yang dilakukan seorang mu’min, seperti: mencari nafkah yang halal untuk keluarga, menyantuni anak yatim dll. Semestinya diiringi dengan permohonan ridha Allah dan pengharapan balasan ukhrawi. Oleh karena itu do’a (permohonan dan pengharapan tersebut) disebut oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai sari atau otak ibadah, karena senantiasa harus mengiringi gerak ibadah.

([5]) Hadits riwayat At-Tirmizi dalam Al-Jami’ Ash-Shahih, kitab Syafa’at Al-Qiyamah War-Raqaiq Wal-Wara’, bab 59. dan riwayat Imam Ahmad Musnad (Beirut; Al-Maktab Al-Islami, 1403 H), jillid I, hal. 293, 303, 307.

([6] ) Hadits riwayat Muslim dalam Shahihnya, kitab Al-Adhahi, bab 8. dan riwayat Imam Ahmad dalam Al-Musnad, jilid 1, hal. 108 dan 152.

Sumber :

Buku “Tiga Landasan Utama” Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

المكتب التعاوني للدعوة وتوعية الجاليات بالربوة بمدينة الرياض

Penerbit : Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah

Situs : IslamHouse.Com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s