KITAB TAUHID | BAB 9 : Mengharapkan Berkah dari Pepohonan, Bebatuan atau yang Sejenisnya

BAB 9
Mengharapkan Berkah dari Pepohonan, Bebatuan atau yang Sejenisnya

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

[أفرأيتم اللات والعزى ومناة الثالثة الأخرى ألكم الذكر وله الأنثى تلك إذا قسمة ضيزا إن هي إلا أسماء سميتموها أنتم وآباءكم ما أنزل الله بها من سلطان إن يتبعون إلا الظن وما تهوى الأنفس ولقد جاءهم من ربهم الهدى]

“Maka apakah patut kalian (hai orang-orang musyrik) menganggap Al lata dan Al Uzza dan Manat yang ketiga 1). Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan ? yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang diada-adakan oleh kamu dan bapak-bapak kamu, Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, padahal sesungguhnya tidak datang kepada mereka petunjuk dari Tuhan mereka.” (QS. An Najm, 19-23) Baca lebih lanjut

Tanda-Tanda Kecil Kiamat | 17 Merajalelanya Alat-Alat Musik

17. MERAJALELANYA AL-MA’AZIF (ALAT-ALAT MUSIK) DAN MENGHALALKANNYA

hari-kiamat-sudah-dekat

Order : 0812-8244-2716

Al-Ma’aazif adalah alat-alat yang melalaikan seperti kecapi, rebab, gendang, dan setiap alat per-mainan yang dibunyikan. [Lihat an-Nihaayah fii Ghariibil Hadiits (III/230)]

Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’d Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَكُونُ فِـي آخِرِ الزَّمَانِ خَسْفٌ وَقَذْفٌ وَمَسْخٌ قِيْلَ: وَمَتَى ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَازِفُ وَالْقَيْنَاتُ.

“Di akhir zaman nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (ke dalam bumi), dilempari batu dan dirubah rupanya.” Beliau ditanya, “Kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah!” Beliau menjawab, “Ketika alat-alat musik dan para penyanyi telah merajalela.” [HR. Ibnu Majah dalam Sunannya sebagian dari awalnya (II/1350) tahqiq Muhammad Fu-ad ‘Abdul Baqi.] Baca lebih lanjut

Tanda-Tanda Kecil Kiamat | 16 Riba Merajalela

16. RIBA MERAJALELA
Di antara tanda-tanda Kiamat adalah merajalelanya riba, dan penyebarannya di tengah-tengah manusia, juga tidak adanya kepedulian memakan sesuatu yang haram. Dijelaskan dalam hadits Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa-sanya beliau bersabda:

بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ يَظْهَرُ الرِّبَا.

“Menjelang hari Kiamat riba akan merajalela.” [HR. Ath-Thabrani, sebagaimana terdapat dalam at-Targhiib wat Tarhiib, karya al-Mundziri (III/9), dan beliau berkata, “Para perawinya adalah perawi ash-Shahiih.”] Baca lebih lanjut

Sirah Nabawiyah | Dakwah Islam Diluar Kota Makkah

Dakwah Islam Diluar Kota Makkah

Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam Di Kota Thaif

Pada bulan Syawwal tahun ke-10 dari kenabian atau tepatnya pada penghujung bulan Mei atau Juni tahun 619 M Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam keluar menuju Thaif yang letaknya sekitar 60 mil dari kota Mekkah. Beliau datang dan pergi kesana dengan berjalan kaki, didampingi budak beliau (ketika itu), Zaid bin Hâritsah. Setiap melewati perkampungan sebuah kabilah, beliau mengajak mereka kepada Islam namun tidak satupun yang memberikan responsnya. Tatkala tiba di Thaif, beliau mendekati tiga orang bersaudara yang merupakan para pemuka kabilah Tsaqîf. Mereka masing-masing bernama ‘Abd Yalail, Mas’ud dan Habib. Ayah mereka bernama ‘Amru bin ‘Umair at-Tsaqafiy. Beliau Shallallâhu ‘alaihi wasallam duduk-duduk bersama mereka sembari mengajak mereka kepada Allah Ta’ala dan membela Islam. Baca lebih lanjut

Tanda-Tanda Kecil Kiamat | 15 Merebaknya Perzinaan

15. MEREBAKNYA PERZINAAN

Di antara tanda-tanda (Kiamat) yang telah nampak adalah merebaknya perzinaan dan banyak terjadi di tengah-tengah manusia. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa hal itu termasuk tanda-tanda Kiamat.

Telah tetap dalam ash-Shahiihain dari Anas Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ… (فَذَكَرَ مِنْهَا:) وَيَظْهَرَ الزِّنَا.

Sesungguhnya di antara tanda-tanda Kiamat adalah… (lalu beliau menyebutkan di antaranya:) dan merebaknya perzinaan.’” [Shahiih al-Bukhari, kitab al-‘Ilmi bab Raf’ul ‘Ilmi wa Zhuhuurul Jahli (I/178, al-Fat-h), Shahiih Muslim, kitab al-‘Ilmi bab Raf’ul ‘Ilmi wa Qabdihi wa Zhuhuurul Jahli wal Fitan fi Akhiiriz Zamaan (XVI/221, Syarh an-Nawawi).] Baca lebih lanjut

Aqidah Empat Imam Madzhab : Larangan Abu Hanifah terhadap Ilmu Kalam dan Berdebat dalam Masalah Agama

E. Larangan Abu Hanifah terhadap Ilmu Kalam dan Berdebat dalam Masalah Agama.

1. Imam Abu Hanifah berkata:

أصحاب الأهواء في البصرة كثير، ودخلتها عشرين مرة ونيفًا وربما أقمت بها سنة أو أكثر أو أقل ظانًّا أن علم الكلام أجل العلوم

“Di kota Bashrah orang-orang yang mengikuti hawa nafsu (selera) sangat banyak. Saya datang di Bashrah lebih dari dua puluh kali. Terkadang saya tinggal di bashrah lebih dari satu tahun, terkadang satu tahun, dan terkadang kurang dari satu tahun. Hal itu karena saya mengira bahwa Ilmu Kalam itu adalah ilmu yang paling mulia.” [al-Kurdi, Manaqib Abi Hanifah, hal. 137] Baca lebih lanjut

Tanda-Tanda Kecil Kiamat | 14 Banyaknya Oknum Pembela Penguasa Zhalim

14. BANYAKNYA OKNUM PEMBELA PENGUASA ZHALIM

Al-Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Abu Umamah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَكُونُ فِي هَذِهِ اْلأُمَّةِ فِي آخِرِ الزَّمَانِ رِجَالٌ -أَوْ قَالَ: يَخْرُجُ رِجَالٌ مِنْ هَذِهِ اْلأُمَّةِ فِـي آخِرِ الزَّمَانِ- مَعَهُمْ أَسْيَاطٌ كَأَنَّهَا أَذْنَابُ الْبَقَرِ يَغْدُونَ فِي سَخَطِ اللهِ وَيَرُوحُونَ فِي غَضَبِهِ.

“Akan ada pada umat ini di akhir zaman orang-orang -atau beliau bersabda, ‘Akan keluar beberapa orang dari umat ini di akhir zaman-, mereka membawa cambuk-cambuk bagaikan ekor sapi, mereka pergi di pagi hari dengan kemurkaan Allah dan pulang pada sore hari dengan kemarahan-Nya.” [Musnad Imam Ahmad (V/250, dengan catatan pinggir Muntakhab Kanz), hadits ini shahih sebagai-mana terdapat dalam hadits setelahnya.] Baca lebih lanjut

Aqidah Empat Imam Madzhab : Pendapat Imam Abu Hanifah Tentang Shahabat

D. Pendapat Imam Abu Hanifah tentang Sahabat .

1. Imam Abu Hanifah berkata:

ولا نذكر أحدًا من صحابة رسول الله إلا بخير

“Kita tidak boleh menyebutkan seorang pun dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kecuali dengan sebutan yang baik.” [al-Fiqh al-Akbar, hal. 304]

2. Kata beliau juga :

ولا نتبرأ من أحد من أصحاب رسول الله ، ولا نوالي أحدًا دون أحد

“Kita juga tidak boleh berlepas diri dari salah satu sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan tidak boleh pula mencintai yang satu dan mengesampingkan yang lain.” [al-Fiqh al-Absath, hal. 40] Baca lebih lanjut

Aqidah Empat Imam Madzhab : Pendapat Imam Abu Hanifah Tentang Iman

AQIDAH IMAM ABU HANIFAH
An-Nu’man bin Tsabit ~rahimahullah~

C. Pendapat Imam Abu Hanifah tentang Pengertian Iman.

1. Beliau berkata:

والإيمان هو الإقرار والتصديق

“Imam itu iqrar (pengakuan) dan tashdiq (pembenaran).” [al-Fiqh al-Akbar, hal. 304]

2. Kata beliau lagi:

الإيمان إقرار باللسان وتصديق بالجنان والإقرار وحده لا يكون إيمانًا

“Iman itu adalah iqrar dengan lisan dan tashdiq dengan hati. Iqrar saja belum disebut iman.” [Kitab al-Washiyyah bersama Syarhnya, hal. 2] Baca lebih lanjut

Sirah Nabawiyah | Faktor-Faktor Kesabaran dan Ketegaran Kaum Muslimin

Seorang yang berhati lembut akan berdiri tercenung dan para cendikiawan akan saling bertanya diantara mereka: “Apa sebenarnya sebab-sebab dan faktor-faktor yang telah membawa kaum Muslimin mencapai puncak dan batas tak tertandingi dalam ketegarannya?”, “Bagaimana mungkin mereka bisa bersabar menghadapi penindasan demi penindasan yang membuat bulu roma merinding dan hati gemetar begitu mendengarnya?”.

Melihat fenomena yang menggoncangkan jiwa ini, kami menganggap perlunya menyinggung sebagian dari faktor-faktor dan sebab-sebab tersebut secara ringkas dan singkat:

1. Keimanan kepada Allah

Sebab dan faktor paling utama adalah keimanan kepada Allah Ta’ala semata dan ma’rifah kepada-Nya dengan sebenar-benar ma’rifah. Keimanan yang tegas bila telah menyelinap ke sanubari dapat menimbang gunung dan tidak akan goyang. Orang yang memiliki keimanan dan keyakinan seperti ini akan memandang kesulitan duniawi sebesar, sebanyak dan serumit apapun seperti lumut-lumut yang diapungkan oleh air bah lantas menghancurkan bendungan kuat dan benteng perkasa. Orang yang kondisinya seperti ini, tidak mempedulikan rintangan apapun lagi karena telah mengenyam manisnya iman, segarnya keta’atan serta cerianya keyakinan. Allah berfirman:

فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاء وَأَمَّا مَا يَنفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الأَرْضِ‏

“Adapun buih itu akan hilang sebagia sesuatu yang tak ada harganya. Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi”. (Ar-Ra’d: 17) Baca lebih lanjut