Biografi Shahabat | Abu Bakar Ash-Shiddiq | Pengantar

Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhu

“Tidak seorang pun yang mempunyai jasa baik kepada kami melainkan kami telah membalasnya kecuali Abu Bakar, sesungguhnya dia mempunyai jasa mulia, Allah yang akan membalasnnya di hari Kiamat. Aku tidak mengambil manfaat dari harta seseorang seperti aku mengambil manfaat dari harta Abu Bakar. Seandainya aku boleh mengangkat seorang khalil niscaya aku menjadikan Abu Bakar sebagai khalil.” [Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam]

Dia seorang laki-laki berkedudukan agung, berderajat tinggi, beribadah kepada Allah dengan meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, berjihad di jalan Allah, dan memberikan seluruh hartanya di jalan Allah.

Dia menolong Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat orang-oorang mengabaikan beliau, beriman kepada beliau pada saat orang-orang ingkar kepada beliau, dan membenarkan pada saat orang-orang mendustakan beliau. Baca lebih lanjut

KITAB TAUHID | BAB 10 : Menyembelih Hewan Bukan Karena Allah

BAB 10
Menyembelih Hewan Bukan Karena Allah

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين، لاشريك له وبذلك أمرت وأنا أول المسلمين

“Katakanlah, bahwa sesungguhnya shalatku, penyembelihanku, hidupku dan matiku hanya semata-mata untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagiNya, demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” (QS. Al An’am, 162-163).

 فصل لربك وانحر

“Maka dirikanlah sholat untuk Rabbmu, dan sembelihlah korban(untukNya)” (QS. Al Kautsar, 2) Baca lebih lanjut

Aqidah Empat Imam Madzhab : Aqidah Imam Malik bin Anas Tentang Iman

AQIDAH IMAM MALIK bin ANAS
-Imam Daarul Hijrah (Madinah)-

C. Pendapat Imam Malik Tentang Iman

أخرج ابن عبد البر عن عبد الرزاق بن همام قال: «سمعت ابن جريج ( ) وسفيان الثوري ومعمر بن راشد وسفيان بن عيينة ومالك بن أنس يقولون: الإيمان قول وعمل يزيد وينقص»

Imam Ibn ‘Abdil Bar meriwayatkan dari ‘Abd ar-Razzaq bin Hammad, katanya: “Saya mendengar Ibn Juraij, Sufyan bin ‘Uyainah dan Anas bin Malik, mengatakan: “Iman itu adalah ucapan dan perbuatan, bertambah dan berkurang.” [al-Intiqa’, hal. 34]

وأخرج أبو نعيم عن عبد الله بن نافع قال: «كان مالك بن أنس يقول: الإيمان قول وعمل»

Imam Abu Nu’aim meriwayatkan dari Abdullah bin Nafi’, katanya: “Imam Malik bin Anas pernah berkata: “Iman itu adalah ucapan dan perbuatan.” [al-Hilyah, VI/327] Baca lebih lanjut

Tanda-Tanda Kecil Kiamat | 19 Manusia Berlomba-lomba Menghiasi Masjid dan Berbangga Dengannya

19. BERLOMBA-LOMBA MENGHIASI MASJID DAN BERBANGGA-BANGGA DENGANNYA.

hari-kiamat-sudah-dekat

Kiamat sudah Dekat.

Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Anas Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَبَاهَى النَّاسُ فِي الْمَسَاجِدِ.

“Tidak akan tiba Kiamat hingga manusia saling berbangga-bangga dengan masjidnya.” [Musnad Ahmad (III/134, dengan catatan pinggir Muntakhab Kanz). Syaikh al-Albani berkata, “Shahih.” Lihat Shahiihul Jaami (VI/174, no. 7294).]

Dalam riwayat an-Nasa-i juga Ibnu Majah dari beliau (Anas) Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Baca lebih lanjut

Serial Pengenalan Kitab-Kitab Tafsir 03 : Ma’âlim at-Tanzîl (Tafsir Al-Baghawiy)

معالم التنزيلMukaddimah
Inilah salah satu tafsir Salaf yang harus dimiliki oleh seorang Muslim dan penuntut ilmu sehingga di dalam menafsikan ayat-ayat, khususnya yang terkait dengan Asmâ` Allah dan Sifat-Nya terhindar dari takwil-takwil yang batil.

Nama Mufassir
Beliau adalah Abu Muhammad al-Husain bin Mas’ud, yang lebih dikenal dengan al-Farrâ` al-Baghawiy, penghidup as-Sunnah, seorang Imam dan Hâfizh.

Nama Kitab
Ma’âlim at-Tanzîl. Baca lebih lanjut

Sirah Nabawiyah | Nabi Kembali Ke Makkah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Kembali ke Makkah

Berkat adanya kemenangan dan kabar-kabar gembira tersebut, gumpalan awan kegetiran, kesedihan dan keputusasaan yang semula mengungkung beliau sejak keluar dari Thaif karena diusir dan ditolak menjadi sirna sudah sehingga beliau membulatkan tekad untuk kembali ke Mekkah guna memulai langkah baru di dalam menawarkan Islam dan menyampaikan risalah Allah yang abadi dengan spirit baru, heroik dan penuh vitalitas.

Ketika itu, Zaid bin Hâritsah berkata kepada beliau: “Bagaimana mungkin engkau menemui mereka kembali sedangkan mereka (kaum Quraisy) telah mengusirmu?”.

Beliau menjawab: “Wahai Zaid! Sesungguhnya Allah akan menjadikan apa yang engkau lihat sebagai kemudahan dan jalan keluar. Sesungguhnya Allah akan menolong dien-Nya dan akan memenangkan nabi-Nya”. Baca lebih lanjut

Aqidah Empat Imam Madzhab : Aqidah Imam Malik bin Anas Tentang Qadar

AQIDAH IMAM MALIK bin ANAS
-Imam Daarul Hijrah (Madinah)-

B. Pendapat Imam Malik tentang Qadar

أخرج أبو نعيم عن ابن وهب  قال: «سمعت مالكًا يقول لرجل: سألتني أمس عن القدر؟ قال: نعم، قال: إن الله تعالى يقول:وَلَوْ شِئْنَا لَآَتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ [السجدة: 13].
فلا بد أن يكون ما قال الله تعالى».

Imam Abu Nu’aim meriwayatkan dari Ibn Wahb, katanya: “Saya mendengar Imam Malik berkata kepada seseorang, “Kemarin kamu bertanya kepada saya tentang qadar, bukankah begitu?”. “Ya”, jawab orang itu. Imam Malik berkata, “Sesungguhnya Allah berfirman:

وَلَوْ شِئْنَا لَآَتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Sekiranya kamu menghendaki, kami akan memberikan petunjuk kepada semua orang. Tetapi telah tetaplah keputusan-Ku, bahwa Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia semuanya.” (as-Sajdah: 13) Maka tidak boleh tidak, ketetapan Allah-lah yang berlaku.” [al-Hilyah, VI/396] Baca lebih lanjut

Aqidah Empat Imam Madzhab : Aqidah Imam Malik bin Anas Tentang Tauhid

AQIDAH IMAM MALIK bin ANAS
-Imam Daarul Hijrah (Madinah)-

A. Pendapat Imam Malik tentang Tauhid

أخرج الهروي عن الشافعي قال: سُئل مالك عن الكلام والتوحيد، فقال مالك: «محال أن يظن بالنبي, أنه علَّم أمته الاستنجاء ولم يعلمهم التوحيد، والتوحيد ما قاله النبي : «أُمرت أن أقاتل الناس حتى يقولوا لا إله إلا الله» فما عصم به المال والدم حقيقة التوحيد»

Al-Harawi meriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa Imam Malik pernah ditanya tentang Ilmu Tauhid. Jawab beliau: “Sangat tidak mungkin bila ada orang menduga bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam mengajari umatnya tentang cara-cara bersuci tetapi tidak mengajari masalah tauhid. Tauhid adalah apa yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan La ilaha illallah (tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah).” [Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari, III/262. Imam Muslim, I/51. Imam an-Nasa’i, V/14, dan Imam Abu Daud, III/101.] Maka sesuatu yang dapat menyelamatkan harta dan nyawa (darah) maka hal itu adalah tauhid yang sebenarnya. [Dzam al-Kalam, lembar 210] Baca lebih lanjut

Tanda-Tanda Kecil Kiamat | 18 Banyaknya Peminum Khamer dan Mereka Menganggapnya Halal

18. BANYAKNYA PEMINUM KHAMR (MINUMAN KERAS) DAN MENGANGGAPNYA HALAL

Telah merebak di umat ini peminum-peminum khamr, dan menamakannya dengan selain namanya, lebih jelek lagi adalah sebagian manusia ada yang menghalalkannya. Ini adalah salah satu di antara tanda-tanda Kiamat. Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ… (وَذَكَرَ مِنْهَا) وَيُشْرَبُ الْخَمْرُ…

‘Di antara tanda-tanda Kiamat adalah… (lalu beliau menyebutkan di antaranya:) Dan diminumnya khamr….’ [Shahiih Muslim, kitab al-‘Ilmi, bab Raf’ul ‘Ilmi wa Qabdhahu wa Zhuhuurul Jahli wal Fitan fi Aakhiriz Zamaan (XVI/221, Syarh an-Nawawi).] Baca lebih lanjut

Sirah Nabawiyah | Berimannya Segolongan Jin Kepada Rasulullah

Selama masa berdiam disana, Allah mengutus kepada beliau segolongan jin yang kisahnya diabadikan di dalam al-Qur’an pada dua tempat, yaitu di dalam surat al-Ahqâf sebagaimana firman-Nya:

( 29 ) وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنصِتُوا ۖ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَىٰ قَوْمِهِم مُّنذِرِينَ ( 30 ) قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنزِلَ مِن بَعْدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٍ مُّسْتَقِيمٍ ( 31 ) يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan al-Qur’an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”.Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (al-Qur’an) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih”. [al-Ahqâf/ 46 : 29-31] Baca lebih lanjut