Tanda-Tanda Kecil Kiamat | 24 Berdekatannya Pasar-Pasar

24. BERDEKATANNYA PASAR

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَظْهَرَ الْفِتَنُ، وَيَكْثُرَ الْكَذِبُ، وَيَتَقَارَبَ اْلأَسْوَاقُ.

“Tidak akan datang hari Kiamat hingga muncul berbagai fitnah, banyaknya kebohongan, dan berdekatannya pasar.” [Musnad Ahmad (II/519, dengan catatan pinggir Muntakhab Kanz).]

Syaikh Hamud at-Tuwaijiri* rahimahullah berkata, “Adapun berdekatannya pasar, maka telah ada sebuah riwayat yang menjelaskannya di dalam sebuah hadits dha’if, yaitu kelesuan pasar dan sedikitnya keuntungan, yang jelas -wallaahu a’lam- bahwa hal itu merupakan isyarat terhadap apa yang terjadi di zaman kita sekarang ini berupa berdekatannya penduduk bumi; hal itu karena adanya alat transportasi udara atau darat, alat-alat elektronik yang bisa mengirim suara, seperti siaran radio, dan telepon, yang dengannya pasar-pasar di berbagai belahan dunia menjadi dekat.

Baca lebih lanjut

Iklan

KITAB TAUHID | BAB 14: Berdo’a Kepada Selain Allah Adalah Kesyirikan

BAB 14
BERDO’A KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

ولا تدع من دون الله ما لا ينفعك ولا يضرك، فإن فعلت فإنك إذا من الظالمين

“Dan janganlah kamu memohon/berdo’a kepada selain Allah, yang tidak dapat memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya kepadamu, jika kamu berbuat hal itu maka sesungguhnya kamu dengan demikian termasuk orang-orang yang dzolim (musyrik)” (QS. Yunus, 106).

وإن يمسسك الله بضر فلا كاشف له إلا هو وإن يردك بخير فلا راد لفضله يصيب به من يشاء من عباده وهو الغفور الرحيم

“Dan jika Allah menimpakan kepadamu suatu bahaya, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba hambaNya dan Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang” (QS. Yunus, 107). Baca lebih lanjut

Sirah Nabawiyah | Kisah Keislaman Thufail bin ‘Amr Ad-Dausi

4. Thufail bin ‘Amru Ad-Dausi

Dia adalah seorang yang terhormat, penyair yang cerdas, pemimpin kabilah Daus. Kabilahnya memiliki semacam pemerintahan di sebagian wilayah Yaman. Dia datang ke Makkah pada tahun ke 11 dari kenabian. Maka penduduk Makkah menyambutnya sebelum ia sampai ke kota itu, mereka menyambutnya dengan penuh penghormatan dan pemuliaan, dan mereka berkata kepadanya, ‘Wahai Thufail, sesungguhnya kamu datang ke negeri kami, sedangkan disini ada seorang laki-laki yang tengah menyusahkan kami dan telah memecah belah persatuan kami, mencerai-beraikan urusan kami. Kata-katanya bagaikan sihir yang sanggup menjadikan seseorang berpisah dengan ayahnya, dengan saudaranya, dan istrinya. Sungguh kami takut keburukan yang menimpa kami ini akan menimpamu atau kaummu, maka janganlah sekali-kali kamu berbicara dengannya dan jangan pula mendengarkan sesuatupun darinya.’ Baca lebih lanjut

Biografi Shahabat | Abu Bakar Ash-Shiddiq | Sebagian Dari Keutamaan Ash-Shiddiq

Sebagian Dari Keutamaan & Keunggulan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu

Demi Allah, sesungguhnya aku mendapati diriku sebagai seorang yang tidak mampu untuk menyebutkan berbagai keutamaan itu, akan tetapi cukuplah kiranya jika kita menyebutkan sedikit diantaranya, dan yang sedikit yang kita sebutkan disini pun telah banyak dan sangat banyak.

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling berjasa kepadaku dalam persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakar. Seandainya aku boleh mengangkat seorang khalil (kekasih) selain Rabb-ku, niscaya aku mengangkat Abu Bakar (sebagai khalil), akan tetapi (yang ada adalah) persaudaraan Islam dan kasih sayangnya. Tidak boleh tersisa sebuah pintu di masjid kecuali ia harus ditutup selain pintu Abu Bakar.” [HR.Bukhari & Muslim] Baca lebih lanjut

Serial Pengenalan Kitab-Kitab Tafsir 05 : Tafsir Al-Wajiiz (Ibnu ‘Athiyyah)

Almohrrar_Alwgeez_Dar_AlkotobNama Mufassir
Pengarangnya adalah Abu Muhammad, Abdul Haq bin Ghalib bin ‘Athiyyah al-Andalusi, al-Hafizh, al-Qadhi, al-‘Allamah.*

Nama Kitab
Ia menamakan kitab tafsirnya ‘al-Muharrar ‘al-Wajiz Fi Tafsir al-Kitab al-‘Aziz’.’

Spesifikasi Umum Kitab
Pengarang meringkasnya dari semua kitab-kitab tafsir (yakni Tafsir al-Manqul) dan selalu mencari yang lebih dekat kepada keshahihan dari kitab-kitab tersebut, menafsirkan ayat dengan gaya bahasa yang manis dan mudah serta banyak sekali menukil dari Ibn Jarir (ath-Thabari-red).

Aqidahnya
Beliau seorang Mu’awwil Asy’ari (suka menakwil ayat, berpaham Asyariah), membela takwil yang dilakukan Imam al-Asy’ari dan berargumentasi dengannya. Baca lebih lanjut

Tanda-Tanda Kecil Kiamat | 23 Berdekatannya Zaman (Singkatnya Waktu)

23. BERDEKATANNYA ZAMAN (SINGKATNYA WAKTU)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى… يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ.

‘Tidak akan tiba hari Kiamat hingga… zaman berdekatan.’” [Shahiihul Bukhari, kitab al-Fitan (XIII/81-82, al-Fath).]

Dan diriwayatkan dari beliau Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ، وَيَكُونَ الشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ، وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ، وَيَكُونَ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ، وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعَفَةِ.

Baca lebih lanjut

KITAB TAUHID | BAB 13: Meminta Perlindungan (Isti’adzah) Kepada Selain Allah adalah Syirik

BAB 13
MEMINTA PERLINDUNGAN KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

وأنه كان رجال من الإنس يعوذون برجال من الجن فزادوهم رهقا

“Bahwa ada beberapa orang laki-laki dari manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, maka jin-jin itu hanya menambah dosa dan kesalahan” (QS. Al Jin : 6).*

Khaulah binti Hakim menuturkan : aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“من نزل منـزلا فقال : أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق، لم يضره شيء حتى يرحل من منـزله ذلك “. رواه مسلم

“Barang siapa yang singgah di suatu tempat, lalu ia berdo’a :

أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق

(aku berlindung dengan kalam Allah yang maha sempurna dari kejahatan semua mahluk yang Ia ciptakan) maka tidak ada sesuatupun yang membahayakan dirinya sampai dia beranjak dari tempatnya itu” (HR. Muslim).

Kandungan bab ini :

  1. Penjelasan tentang maksud ayat yang ada dalam surat Al Jin*.
  2. Meminta perlindungan kepada selain Allah (jin) adalah syirik.
  3. Hadits tersebut di atas, sebagaimana disimpulkan oleh para ulama, merupakan dalil bahwa kalam Allah itu bukan makhluk, karena minta perlindungan kepada makhluk itu syirik.
  4. Keutamaan doa ini walaupun sangat singkat.
  5. Sesuatu yang bisa mendatangkan kebaikan dunia, baik dengan menolak kejahatan atau mendatangkan keberuntungan tidak berarti sesuatu itu tidak termasuk syirik.

*) Dalam ayat ini Allah memberitahukan bahwa ada di antara manusia yang meminta perlindungan kepada jin agar merasa aman dari apa yang mereka khawatirkan, akan tetapi jin itu justru menambah dosa dan rasa khawatir bagi mereka, karena mereka tidak meminta perlindungan kepada Allah. Dengan demikian, ayat ini menunjukkan bahwa isti’adzah (meminta perlindungan) kepada selain Allah adalah termasuk syirik dan terlarang.

SIMAK!

Penjelasan Bab Ini Oleh Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr
Diterjemahkan oleh Ustadz Firanda Andirja

Sirah Nabawiyah | Kisah Keislaman Abu Dzar Al-Ghifariy

Diantara beberapa orang dari luar kota Makkah yang beriman kepada beliau adalah seorang shahabat yang mulia, Abu Dzar Al-Ghifariy…

Abu Dzarr al-Ghifary

Dia termasuk penduduk pinggiran Yatsrib. Tatkala kabar tentang diutusnya Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam telah menyebar di Yatsrib yang dibawa oleh Suwaid bin Shamit dan Iyas bin Mu’adz, kabar inipun akhirnya juga sampai ke telinga Abu Dzarr, yang dari sinilah sebab keislamannya.

Imam Bukhary meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata: “Abu Dzarr berkata: ‘Aku seorang laki-laki dari suku Ghifar. Berita tentang adanya seorang yang muncul di Mekkah mengaku sebagai Nabi telah sampai kepada kami. Lalu aku berkata kepada saudaraku: Berangkatlah menemui orang itu dan berbicaralah dengannya, lalu ceritakan kepadaku tentang beritanya’. Dia pun berangkat lalu bertemu dengan beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam kemudian pulang kembali. Baca lebih lanjut

Sirah Nabawiyah | Menawarkan Islam Kepada Individu

Orang-orang Beriman Selain dari Penduduk Mekkah

Disamping Rasulullah menawarkan Islam kepada berbagai kabilah dan utusan, beliau juga menawarkannya kepada perorangan dan individu-individu. Diantara mereka ada yang menolaknya secara baik-baik dan ada pula beberapa orang yang beriman tak lama kemudian setelah musim haji, diantara mereka adalah:

Suwaid bin Shamit
Dia adalah seorang penyair yang cerdas, salah seorang penduduk Yatsrib (Madinah -ed). Dia dijuluki al-Kamil (orang yang sempurna) oleh kaumnya. Julukan ini diberikan karena faktor warna kulitnya, syai’rnya, kehormatan dan nasabnya. Dia datang ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji atau umrah. Lalu Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengajaknya masuk Islam. Baca lebih lanjut

Bab Keutamaan Islam [1/4]

بسم الله الرحمن الرحيم
باب فضل الإسلام
وقول الله تعالى: {الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْأِسْلامَ دِيناً}

Pemateri: Ustadz Dzulqarnain hafizhahullah.

Baca lebih lanjut