Biografi Shahabat | Abu Bakar Ash-Shiddiq | Lebih Utama Dari Keluarga Fir’aun Yang Beriman

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata tentang keutamaan–keutamaan ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, “Dia lebih baik dari seorang laki-laki yang beriman dari keluarga Fir’aun; karena laki-laki itu menyembunyikan imannya, sedangkan Abu Bakar menampakkan keimanannya. Abu Bakar juga lebih baik daripada seorang laki-laki yang beriman dari keluarga Yasin; karena laki-laki itu hanya berjihad beberapa saat, sedangkan Abu Bakar berjihad bertahun-tahun.”

Dia mengamati burung kemiskinan berputar-putar di atas biji-biji itsar sambil berseru, “Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik.?!” (QS.AL Baqarah 245) Maka dia pun bersegera melemparkan koin-koin dirham di atas kebun keridha’an (untuk menyambut seruan itu), sedangkan dia sendiri rela berbaring di atas ranjang kemiskinan. Burung itu pun membawa biji-biji tersebut ke dalam kantong pelipatgandaan. Kemudian ia terbang ke dahan-dahan pohon kebenaran melagukan berbagai macam pujian kemudian dia berdiri di mihrab-mihrab Islam sambil membaca, “Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, (yaitu) orang yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,” (QS.Al Lail : 17-18) Baca lebih lanjut

Iklan

Aqidah Empat Imam Madzhab : Aqidah Imam Asy-Syafi’i Tentang Taqdir

AQIDAH IMAM ASY-SYAFI’I
-Naashirus Sunnah-

B. Pendapat Imam Syafi’i tentang Taqdir

Imam al-Baihaqi meriwayatkan dari ar-Rabi’ bin Sulaiman, katanya, Imam Syafi’i pernah ditanya tentang taqdir, jawaban beliau :

Apa yang Engkau kehendaki terjadi
Meskipun aku tidak menghendaki
Apa yang aku kehendaki tidak terjadi
Apabila Engkau tidak menghendaki

Engkau ciptakan hamba-hamba
Sesuai apa yang Engkau ketahui
Maka dalam ilmu-Mu
Pemuda dan kakek berjalan
Baca lebih lanjut

Tanda-Tanda Kecil Kiamat | 22 Banyaknya Pembunuhan

22. BANYAKNYA PEMBUNUHAN

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْهَرْجُ، قَالُوا: وَمَا الْهَرْجُ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: الْقَتْلُ، الْقَتْلُ.

“Tidak akan datang hari Kiamat hingga banyak al-harj,” mereka bertanya, “Wahai Rasulullah! Apakah al-harj itu?” Beliau menjawab, “Pembunuhan, pembunuhan.” [Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraatus Saa’ah (XVIII/13, Syarh an-Nawawi)]

Sementara dalam riwayat al-Bukhari dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallah anhu:

بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ أَيَّامُ الْهَرْجِ، يَزُولُ فِيهَا الْعِلْمُ، وَيَظْهَرُ فِيهَا الْجَهْلُ، قَالَ أَبُو مُوسَى: وَالْهَرْجُ: الْقَتْلُ، بِلِسَانِ الْحَبَشَةِ.

“Menjelang datangnya hari Kiamat akan ada hari-hari al-harj, saat itu ilmu hilang dan muncul kebodohan.” Abu Musa berkata, “Al-harj adalah pembunuhan menurut bahasa Habasyah.” [Shahiih al-Bukhari, kitab al-Fitan, bab Zhuhuurul Fitan (XIII/14, al-Fat-h).] Baca lebih lanjut

Aqidah Empat Imam Madzhab : Aqidah Imam Asy-Syafi’i Tentang Tauhid

AQIDAH IMAM ASY-SYAFI’I
-Naashirus Sunnah-

A. Pendapat Imam Syafi’i Tentang Tauhid

1. Imam al-Baihaqi meriwayatkan dalam Manaaqib Asy-Syaafi’i (1/405) dari ar-Rabi’ bin Sulaiman, katanya, Imam Syafi’i mengatakan: “Barangsiapa yang bersumpah dengan menyebut salah satu asma’ Allah, kemudian melanggar sumpahnya, maka ia wajib membayar kaffarat. Dan barangsiapa yang bersumpah dengan menyebutkan selain Allah, misalnya, “Demi Ka’bah”, “Demi ayahku” dan sebagainya, kemudian melanggar sumpah itu, maka ia tidak wajib membayar kaffarat.” …. Begitu pula apabila ia bersumpah dengan mengatakan “Demi umurku”, ia tidak wajib membayar kaffarat. Namun, bersumpah dengan menyebut selain Allah adalah haram, dan dilarang berdasarkan Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

«إن الله عزّ وجل نهاكم أن تحلفوا بآبائكم، فمن كان حالفًا فليحلف بالله أو ليسكت»

“Sesungguhnya Allah melarang kalian untuk bersumpah dengan menyebut nenek moyang kalian. Siapa yang hendak bersumpah, maka bersumpahlah dengan menyebut asma Allah, atau lebih baik diam saja.” [Shahih al-Bukhari, Kitab al-Aiman wa an-Nadzair, II/530 Shahih Muslim, III/266. Manaqib asy-Syafi’i, I/405] Baca lebih lanjut

Ensiklopedi Adab Islam | Adab-Adab Meminta Izin

Adab-Adab Meminta Izin*

Allah ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian masuk kedalam rumah selain rumah kalian hingga kalian meminta izin” ( An-Nuur :27)

Allah ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

“Wahai orang-orang yang beriman, hendaknya para budak kalian dan juga anak-anak yang belum baligh memninta izin kepada kalian” ( An-Nuur : 58) Baca lebih lanjut

KITAB TAUHID | BAB 12: Nadzar Untuk Selain Allah Adalah Termasuk Kesyirikan

BAB 12
BERNADZAR UNTUK SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

[يوفون بالنذر ويخافون يوما كان شره مستطيرا]

“Mereka menepati nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.” (QS. Al Insan, 7)

[وما أنفقتم من نفقة أو نذرتم من نذر فإن الله يعلمه]

“Dan apapun yang kalian nafkahkan, dan apapun yang kalian nadzarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya” (QS. Al Baqarah, 270). Baca lebih lanjut

Tanda-Tanda Kecil Kiamat | 21 Budak Wanita Melahirkan Tuannya

21. BUDAK WANITA MELAHIRKAN TUANNYA*

Dijelaskan dalam hadits Jibril Alaihissallam yang panjang, sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

سَأُخْبِرُكَ عَنْ أَشْرَاطِهَا: إِذَا وَلَدَتِ الْمَرْأَةُ رَبَّتَهَا.

“Aku akan memberitahukan kepadamu tanda-tandanya; jika seorang (sahaya) wanita melahirkan tuannya.” [Shahiih al-Bukhari, kitab al-Iimaan, bab Su-aalu Jibriil (I/114, Fat-hul Baari), Shahiih Muslim, kitab al-Iimaan, bab Bayaanul Iimaan wal Islaam wal Ihsaan (I/158, Syarh an-Nawawi).]

Sementara dalam riwayat Muslim:

إِذَا وَلَدَتِ اْلأَمَةُ رَبَّهَا.

“Jika seorang sahaya wanita melahirkan tuannya.” Baca lebih lanjut

Biografi Shahabat | Abu Bakar Ash-Shiddiq | Masuk Islam dan Digelari ‘Atiiq

Abu Bakar Masuk Islam

Dari Sa’id al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Abu bakar berkata, ‘Bukankah aku lebih berhak atasnya? –maksudnya adalah khilafah- Bukankah aku adalah orang pertama yang masuk Islam? Bukankah aku adalah pemilik ini, bukankah aku adalah pemilik ini?’” [HR.Tirmidzi no.3667 dari Abu Sa’id al Khudry radhiyallahu ‘anhu. Dishahiihkan oelh Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahiih Sunan At Tirmidzi no.2898]

Imam as Suyuthi rahimahullah berkata, “Ada yang berkata bahwa orang pertama yang masuk Islam adalah Ali, yang lain mengatakan: Khadijah. Pendapat-pendapat ini bisa digabungkan dengan mengatakan Abu Bakar adalah orang pertama yang masuk Islam dari kalangan laki-laki dewasa, Ali (bin Abi Thalib -ed) dari kalangan anak muda, dan Khadijah dari kalangan kaum wanita. Orang pertama yang melakukan penggabungan ini adalah Imam Abu Hanifah rahimahullah.’”[Tariikh Al Khulafaa’ hal.34] Baca lebih lanjut

Sirah Nabawiyah | Menawarkan Islam Kepada Kabilah-Kabilah

Pada bulan Dzulqa’dah tahun 10 dari kenabian bertepatan dengan akhir bulan Juni atau permulaan bulan Juli tahun 619 M, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam kembali ke Mekkah untuk mulai menawarkan Islam kepada kabilah-kabilah dan individu-individu.

Semakin dekat datangnya musim haji, maka orang-orang yang datang ke Mekkahpun semakin banyak, baik dengan berjalan kaki maupun mengendarai unta yang kurus dari seluruh penjuru yang jauh guna melaksanakan ibadah haji dan menyaksikan berbagai manfa’at bagi mereka serta menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan.

Rasulullah menggunakan kesempatan baik ini dengan mendatangi kabilah demi kabilah dan menawarkan Islam kepada mereka serta mengajak mereka masuk ke dalam Islam sebagaimana yang pernah beliau lakukan semenjak tahun ke-4 dari kenabian. Pada tahun ke-10 ini beliau mulai meminta kepada mereka agar menampung, menolong serta melindunginya hingga beliau dapat menyampaikan wahyu Allah. Baca lebih lanjut

Ikhtiar Untuk Cepat Hamil Dengan Buah Zuriat / Buah Doum

Buah Zuriat merupakan buah yang sangat popular di kalangan jemaah haji dan umrah. Buah yang berasal dari Arab ini banyak dijadikan sebagai pengobatan alami untuk pasangan suami istri yang sudah menikah, tapi tidak kunjung memiliki momongan. Buah ini juga dikenal dengan nama Buah Hawa atau Buah Adam, dan di negara asalnya, buah ini memiliki nama Doum.

Meskipun buah Zuriyat sering dimanfaatkan untuk program kesuburan, sebenarnya khasiat buah ini tidak langsung berkaitan langsung dengan kesuburan seseorang, tetapi lebih kepada melakukan perbaikan hormon. Khasiat buah Zuriat ini di antaranya adalah sebagai berikut : Baca lebih lanjut