Arsip Tag: Tata Cara Ibadah

Rukun Kedua : Shalat | Shalat Berjama’ah Bagi Wanita

Hadirnya Wanita di Masjid dan Keutamaan Wanita Shalat di Rumahnya

Para wanita boleh pergi ke masjid dan ikut melaksanakan shalat berjama’ah dengan syarat menghindarkan diri dari hal-hal yang membangkitkan syahwat dan menimbulkan fitnah, seperti mengenakan perhiasan dan menggunakan wangi-wangian. Rasulullah bersabda:

لاَ تَمْنَعُوا إِمَاءَ اللَّهِ مَسَاجِدَ اللَّهِ وَلَكِنْ لِيَخْرُجْنَ وَهُنَّ تَفِلاَتٌ

“Janganlah kalian melarang para wanita (pergi) ke masjid dan hendaklah mereka keluar dengan tidak memakai wangi-wangian.” (HR. Ahmad dan Abu Daud, hadits shahih) Baca lebih lanjut

Rukun Kedua : Shalat | Shalat Berjama’ah

SHALAT BERJAMA’AH

a. Hukum Shalat Berjama’ah
Shalat berjama’ah itu adalah wajib bagi tiap-tiap mukmin, tidak ada keringanan untuk meninggalkannya terkecuali jika ada udzur yang dibenarkan dalam agama. Hadits-hadits yang merupakan dalil tentang hukum ini sangat banyak, di antaranya:

Dari Abu Hurairah berkata, ‘Telah datang kepada Nabi seorang lelaki buta, kemudian ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku tidak punya orang yang bisa menuntunku ke masjid.’, lalu dia mohon kepada Rasulullah agar diberi keringanan dan cukup shalat di rumahnya. Maka Rasulullah memberikan keringanan kepadanya. Tapi, ketika dia berpaling untuk pulang, beliau memanggilnya, seraya berkata, ‘Apakah engkau mendengar suara adzan (panggilan) shalat?‘, ia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Maka hendaklah kau penuhi (panggilah itu)‘. “(HR. Muslim) Baca lebih lanjut

Rukun Kedua : Shalat | Ringkasan Tatacara Shalat

Tatacara Shalat

  1. Seorang muslim yang hendak melakukan shalat hendaklah berdiri tegak setelah masuk waktu shalat dalam keadaan suci dan menutup aurat serta menghadap kiblat dengan seluruh anggota badannya tanpa miring atau menoleh ke kiri dan ke kanan.
  2. Kemudian berniat di dalam hatinya untuk melakukan shalat yang ia maksudkan, tanpa diucapkan.
  3. Kemudian melakukan takbtratul ihram, yaitu membaca Allahu Akbar sambil mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua bahunya ketika takbir.
  4. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada atau di bawahnya, tetapi di atas pusar.
  5. Kemudian membaca do’a Iftitah, ta’awwudz (a’udzu billahi minasy syaithanirrajim) dan basmalah, kemudian membaca Al-Fatihah dan apabila sampai pada bacaan (waladh-dhaalliin) dia membaca aamiin. Baca lebih lanjut

Rukun Kedua : Shalat | Sujud Sahwi

SUJUD SAHWI

Sujud sahwi ialah sujud yang dilakukan orang yang shalat sebanyak dua kali untuk menutup kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan shalat yang disebabkan lupa.

Sebab-sebab sujud sahwi ada tiga: karena kelebihan, karena kurang, dan karena ragu-ragu. Keterangannya sebagai berikut:

a. Sujud Sahwi Karena Kelebihan.
Barangsiapa kelupaan dalam shalatnya kemudian dia menambah ruku’, atau sujud, maka dia harus sujud dua kali sesudah menyelesaikan shalatnya (setelah salam). Hal ini berdasarkan hadits berikut:

عن ابن مسعود -رضي الله عنه- أنّ النّبيّ صلى الله عليه وسلم صلّى الظهر خمسا فقيل له : أزيد في الصلاة؟ فقال: وما ذاك؟ قالوا: صليت خمسا، فسجد سجدتين بعد ما سلم. و في رواية: فثنى رجليه واستقبل القبلة وسجد سجدتين ثم سلم

“Dari Ibnu Mas’ud, bahwa Nabi shalat Zhuhur lima rakaat, kemudian beliau ditanya, ‘Apakah shalat Zhuhur ditambah raka’atnya?’ Beliau balik bertanya: ‘Apa itu?‘ Para sahabat menjelaskan, ‘Anda shalat lima rakaat. Kemudian beliau pun sujud dua kali setelah salam. Dalam riwayat lain disebutkan, beliau melipat kedua kakinya dan menghadap kiblat kemudian sujud dua kali, kemudian salam. ” (Muttafaq ‘alaih, lafazh di atas milik Al-Bukhari) Baca lebih lanjut

Rukun Kedua : Shalat | Hal-hal yang Membatalkan Shalat

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN SHALAT

Shalat seseorang akan batal apabila ia melakukan salah satu diantara hal-hal berikut ini:

1. Makan dan minum dengan sengaja. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah

إنَّ فِي الصَّلاَةِ لَشُغلاً

“Sesungguhnya di dalam shalat itu ada kesibukan tertentu.” (Muttafaq ‘alaih)

Dan ijma’ ulama juga mengatakan demikian. Baca lebih lanjut