Rukun Keempat : Shiyam | Keutamaan Ramadhan dan Amal Shalih Didalamnya


KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

Bulan Ramadhan mempunyai keutamaan yang besar yang tidak dimiliki bulan-bulan yang lain, berdasarkan beberapa  hadits berikut ini:

Sabda Rasulullah :

الصلوات الخمس و الجمعة إلى الجمعة و رمضان إلى رمضان مكفّرات لما بينهن إذا اجتنب الكبائر

“Shalat lima waktu, shalat Jum’at ke shalat Jum’at lainnya, Ramadhan ke Ramadhan berilaanya, dapat menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antaranya jika dosa-dosa besar ditinggalkan.” (HR. Muslim)

Sabda Rasulullah :

من صام رمضان إيمانا و احتسابا غفر له ما تقدّم من ذنبه

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Muttafaq `alaih)

KEUTAMAAN BERBUAT BAIK ( (BERAMAL SHALIH) DI BULAN RAMADHAN

Pahala berbuat baik di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan karena beberapa sebab, di antaranya: Kemuliaan dan  keutamaan bulan Ramadhan yang agung itu sendiri di antara contoh perbuatan baik yang dilipatgandakan pahalanya di  bulan Ramadhan yaitu:

1. Qiyamul Lail (Shalat Malam). Berdasarkan sabda Rasulullah :

من قام رمضان إيمانا و احتسابا غفر له ما تقدّم من ذنبه

“Barangsiapa mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq lalaih)

2. Menunaikan Umrah. Rasulullah bersabda:

عمرة في رمضان تعدل حجّة

“Umrah di bulan Ramadhan sama dengan haji” (HR. Al-Bukhari)

Dalam riwayat samawaih disebutkan: “Umrah di bulan Ramadhan seperti haji bersamaku.” (Riwayat shahih)

Dan perbuatan-perbuatan lainnya.

DENGAN APA DITETAPKAN BULAN RAMADHAN

Masuknya bulan Ramadhan dapat ditetapkan dengan salah satu cara berikut

1. Melihat hilal pada malam 30 bulan Sya’ban, jika telah melihat hilal maka wajib baginya berpuasa. Sebagaimana sabda Rasulullah :

إذا رأيتم الهلال فصوموا، و إذا رأيتموه ڤأفطروا

“Jika kamu melihat bulan (hilal Ramadhan) maka berpuasalah dan berbukalah (berhari rayalah) karena melihat bulan (hilal Syawal).” (Muttafaq `alaih)

Dan cukup satu orang yang adil yang menetapkan bahwa ia melihat hilal Ramadhan. Adapun yang melihat hilal Syawal harus dengan kesaksian dua orang yang adil.

Menyempurnakan bulan Sya’ban menjadi 30 hari, jika bulan Sya’ban sempurna 30 hari maka hari ke 31-nya pasti hari pertama bulan Ramadhan. Ini sesuai dengan lanjutan sabda Nabi di atas:

ڤإن غمّ عليكم فأكملوا العدّة ثلاثين يوما

“… jika kamu terhalang oleh mendung, maka sempurnakan hitungannya menjadi 30 hari.”

Sumber : Panduan Praktis Rukun Islam, Darul Haq, Jakarta. Cetakan I, Rajab 1422 H. / Oktober 2001 M.

Artikel TigaLandasanUtama.WordPress.Com

Lihat Juga :

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s